ff yoonhae – only and always love you – part 1

Image

anyeong haseyo 박하니 inmida… *bow 90 derajat

kamsahamnida readers udah masuk blog saya, ini ff pertama saya, dan murni dari otak saya *hehe

Setelah membaca, semoga para readers bisa menuliskan komentar, saran dan kritiknya dari FF ini karena saya masih dalam proses belajar. Belajar menjadi seorang author yang bisa lebih baik mengajak reader menikmati cerita yang saya bawa J

Happy Reading ^^

————-

“Ya! Tidak bisakah pelan sedikit jalannya? Aku lelah” keluh seorang namja pada yoeja didepannya, jalannya begitu cepat, entah apa yang ia cari

“yoona-ya, istirahat disini dulu ne?” bujuk namja itu lagi

Yoeja yang bernama Yoona itu berbalik dengan muka galak “aassih! Jinja! Kau itu namja, kenapa lemah sekali? Lagipula siapa yang menyuruhmu ikut?” cerocosnya

“ya,, kita sudah berjalan tak tentu arah selama 4 jam! Bayangkan 4jam! Bisa bisa kakiku patah”

“sebenarnya kau lagi kenapa? Apa kau tidak punya rasa cape? Tadinya kupikir bakal jalan jalan menyenangkan, tapi ternyata malah terjadi penyiksaan”

“molla, aku hanya tak ingin berdiam diri dirumah seharian”

“tapi tidak begini juga caranya, kenapa tidak menggunakan mobilmu saja? Kan lebih praktis?”

“mwo? Ckck… kalo menggunakan mobil, sensasinya akan berbeda”

Dua orang itu akhirnya berhenti dari perdebatan mereka setelan melakukan “perjalanan” yang ga tentu arah selama 4 jam. Ya, namja itu benar, mereka berdua memang telah berjalan kaki tanpa tujuan selama 4 jam tanpa berhenti, namja itu bernama kyuhyun, choi kyuhyun nama lengkapnya, dia adalah sahabat yoeja yang duduk disampingnya yoona atau Im Yoona, mereka berdua bersahabat sejak masuk SMA dan mereka berdua kini telah menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi terkemuka di seoul.

Tadinya kyuhyun memang tak berniat untuk ikut dalam “perjalanan” yang melelahkan ini, tapi kyuhyun khawatir dengan sahabatnya ini, mengingat karena yoona baru saja mengalami patah hati. Untung saja kekasih kyuhyun adalah orang yang sangat pengertian, yoejachingu kyuhyun adalah seohyun bersahabat denga yoona sejak mereka masih kecil, dan saat ini dia sedang ada kelas, jadi tidak ikut serta dalam mendampingin yoona hari ini.

“sudahlah kyu, kalau kau mau pulang, pulang saja, apa kau tidak ada kencan denga babyseo?”

“aah, seo sekarang sedang ada kelas baru selesai nanti sore, wae?”

“aniyo, menurutku kau lebih baik pulang daripada mengikutiku, lagi pula aku belum berniat pulang”

“gwencana, aku masih ada waktu”

“yoong, sebenarnya apa yang ingin kau cari hari ini? Kita mengunjungi beberapa tempat tapi sama sekali ga ada hasil”

Yoona POV

“yoong, sebenarnya apa yang ingin kau cari hari ini? Kita mengunjungi beberapa tempat tapi sama sekali ga ada hasil” tanya kyu padaku

Deg… “sebenarnya aku hanya ingin mencari jejaknya kyu” batinku

“eo, aku hanya ingin mencari udara segar kyu, lelah seharian dirumah” jawabku sekenannya. Ya semoga saja kyu percaya, aku memang berbohong pada kyuhyun, sebenarnya tujuanku hari ini adalah mencari donghae oppa, kekasihku. Kemarin aku mendapat kabar bahwa ada yang melihat hwae oppa di daerah sini.

“mian kyu, aku berbohong, aku tahu kau khawatir tapi kau pasti bakal melarang dan memarahiku jika aku berkata aku mesih mencari info tentang kebaradaan hwae oppa ” batinku

kyuhyun POV

aku hanya mengangguk mendengar jawaban dari yoeja disampingku, dia sibuk dengan fikirannya, “aku tahu apa yang kau fikirkan yoona-ah” batinku. Akupun mengecek handphoneku, ada ada beberapa pesan di inbokku, salah satunya dari seohyun yoejachingu ku.

 

From: my babyseo

“oppa, apa kau masih bersama oenni? Hari ini kalian berpetualang kamana? Apakah jalan kaki lagi?”

 

To: my babyseo

From : devilkyu

“ne chagi, hari ini kami di daerah icheon, stamina yoona oenni benar benar hebat dari tadi jalan baru sekarang berhenti, selesai jam berapa kuliahnya chagi? Perlu aku jemput?”

 

To: devilkyu

From: my babyseo

“wah, jauh sekali… itu karena kekuatan cinta yoona oenni begitu besar oppa, bersabarlah oppa, hanya kita yang ada disampingnya sekarang, ani oppa, tidak usah, oppa temani yoona oenni saja, nanti selesai kuliah aku jemput kalian, dosen sudah masuk oppa, nanti aku telfon, saranghae”

 

Aku hanya tersenyum membaca pesan dari yoejachingu ku itu,

“ah, yoong, apa kau tidak lapar?” tanyaku

“eo? Ne, apakah sudah waktunya makan siang?”

“sekarang sudah jam 2 yoong, sudah lewat jam makan siang”

“kka, kita cari makan dulu”

“ne”

Yoona POV

Aku dan kyukyun memutuskan untuk mencari tempat untuk makan, tibalah kami di sebuah restoran sederhana, aku pernah makan disini bersama oppa, sesaat akupun mengingat kenangan bersamanya dulu.

“yoona-ah kau mau pesan apa?” tanya kyu membuyarkan lamunanku

“samkyeobsal, miyeokguk dan kimci, minumnya lime ice aja”

“kau tidak pesan makan kyu?”

“aku sudah pesan, apa kau tidak dengar tadi? Aah, kau terlalu sibuk melamun… ckck, sebenarnya apa yang kau pikirkan nona rusa?” cibirnya

“eo? Begitukah?” jawabku singkat, kyu hanya menjawabku dengan senyuman evilnya

Selang beberapa saat pesanan kami datang, kyu langsung melahap dengan semangat, “mungkin dia sudah sangat kelaparan tadi” batinku. Akupun ikut menyantap makanan yang aku pesan tadi, sebenarnya aku sama sekali tak selera untuk makan, tapi mengingat aku harus memiliki tenaga yang cukup untuk melajutkan pencarianku, akupun memakan hidangan yang aku pesan tadi.

sebenarnya aku tak tega melihat kyuhyun mengikutiku untuk mencari donghae oppa. Aku terus saja merepotkannya terlebih lagi aku tidak enak pada seohyun, mereka hampir tak memiliki waktu untuk berkencan, mereka berdua setia menemaniku setelah kepergian donghae oppa.

“yoong setelah ini mau kemana?” tanya kyu disela makannya

“mungkin aku ingin ke arah selatan, disana ada sungai, pemandangannyapun sangat indah, wae? Kau mau pulang duluan?

“aniyo, ingoen genyang babyseo tadi kirim pesan setelah dia selesai kuliah akan menjemput kita”

“oh, ne”

Kami pun kembali menyantap makanan, dan kembali melanjutkan petualanganku, aku masih tidak percaya kalau donghae oppa bisa dengan tega meningalkanku tanpa penjelasan sama sekali. Mengingat semua yang telah kami lalui bersama, saat donghae oppa terpuruk karena appa nya meniggal, dan harus meninggalkan keluarganya di mokpo untuk melanjutkan studi di seoul.

Ah, apa dia berada di mokpo? Tapi beberapa sebulan yang lalu aku pernah mengunjungi rumahnya di mokpo, keluarganya tidak tahu dimana keberadaan donghae oppa,. Bagaimana bisa oppa begitu tega meninggalkan semua orang yang mencintainya.

Donghae atau nama lengkapnya Lee donghae adalah kekasihku yang “mengilang” beberapa bulan yang lalu tanpa penjelasan apapun. Aku dan donghae oppa sudah 4 tahun berpacaran, hwae oppa juga merupakan sahabat kyuhyun sejak SMA.

Hwae oppa hanya meninggalkan sepucuk surat yang berisi pesan agar aku melupakannya dan jangan pernah mencarinya.

Yoona-ah, maafkan aku yang terlalu pengecut karena tak berpamitan langsung padamu, aku pergi dan aku mohon jangan cari aku, aku sudah mememukan pengganti yang jauh lebih baik darimu,, jangan ingat aku lagi. Aku sudah hidup bahagia dengan pilihanku.

Carilah orang yang tulus mencintaimu dan hiduplah bahagia bersamanya.

Maafkan aku yoong

Lee donghae

 

Hah, mana mungkin aku akan menuruti pesan babo itu, aku sangat mencintai donghae oppa, begitupun donghae oppa, aku tahu betul kalau donghae oppa juga sangat mencintaiku, kami pernah berjanji jika lulus kuliah nanti kami akan menikah. Ya, tentu saja rasa cintaku pada donghae oppa tidak sembarangan.

Memang saat membaca pesan itu hatiku sangan hancur, rasanya aku tak sanggup lagi hidup. Aku seperti mayat hidup selama sebulan setelah kepergian donghae oppa, hanya berdiam diri di rumah, tidak makan, tidak minum, dan akhirnya aku pun dilarikan ke rumah sakit karena depresi, hampir satu minggu aku menjadi penghuni ruangan di salah satu kamar di Seoul Hospital, tentu saja kyuhyun dan kekasihnya yang merupakan sahabat terbaikku selalu menyempatkan diri untuk menjenguk dan menghiburku, mereka tahu kalau aku sangat hancur saat itu. Dan omma pun akhirnya membawaku pulang dan merawatku dirumah, tentu saja dengan pengawasan dokter keluarga, setelah sebulan menjadi mayat hidup akirnya aku sadar bahwa ada yang ganjil dari surat yang ditinggalkan donghae oppa untukku *lemot ya, kenapa ga sadar dari awal #PLAKK

Flashback

Saat aku tertidur aku mendengar bisikan “yoong saranghae… mianhae” itu adalah suara donghae oppa, aku langsung terbangun dan mencopot selang infuse yang masih terpasang di lenganku, aku berlari mencari di seluruh ruangan, namun tak ku temukan sosok namja yang sangat ku rindukan itu, akupun terjatuh lemas dan menangis sejadinya

Omma memelukku dan menangis karena tak tega melihatku yang tampak begitu menderita.

“yoona-ah, gwenchanayo? Kamu mengenali omma?” tanya omma disela tangisnya, aku hanya mengangguk

“omma” ucapku dan kembali menangis serasa beban yang aku pikul selama ini luruh bersama air mata yang keluar dari mataku.

Omma menuntukku untuk kembali ke kamar dan merebahkanku di tempat tidur, teman setiaku selama aku depresi

“yoona-ah, apa kau ingin sesuatu? Apa ada yang sakit? Omma panggilkan park dulu ne?” ucap omma dengan khawatir

“aniyo omma, nan gwenchana, aku hanya ingin tidur”

“ne, tidurlah chagiya, jika ingin sesuatu panggilah omma, ne?” ucap omma mengelus rambuku

“ne omma”

“jaljayo chagiya”

Setelah omma menutup pintu kamar, akupun mencari selembar kertas yang sangat berarti untukku, surat terakhir dari donghae oppa, “ani, ini bukan yang terakhir” batinku

Kubaca ulang lagi dan lagi surat itu, tangisku pun kembali pecah tanpa suara, aku takut omma akan mendengarnya. Omma sudah sangat lelah pastinya menjaga dan terus mengkhawatirkan kondisiku yang tak berdaya, aku pun terlelap dengan memeluk erat kertas dan photo donghae oppa.

Flashback End

Semenjak itu aku yakinkan hatiku untuk tidak lemah dan terpuruk, aku yakin donghae oppa tengah berbohong, kata katanya dalam surat ini sama sekali bukan berasal dari hati oppa yang sesungguhnya. Aku yakin itu.

Aku masih memanfaatkan cutiku yang masih sisa 2 bulan lagi untuk terun mencari keberadaan donghae oppa, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai oppa tega meninggalkanku sendiri. Aku cuti dari kuliahku satu semester full. *lama amat bu #PLAK ditimpuk reader

Lama memang, tapi aku rasa itu belum cukup, karena sampai saat ini aku masih belum menemukan jejak donghae oppa dimanapun, donghae oppa seperti ditelan bumi, apakah dia keluar negeri? Sempat aku berfikir kea rah situ, tapi ternyata setelah aku cek ke salah satu temanku yang bekerja di bagian imigrasi donghae oppa tak pernah terdaftar untuk bepergian keluar negeri.

Tak terasa matahari sudah berwarna jingga, aku lirik arlojiku ternyata sudah jam 5 sore, aku masih duduk di jembatan yang melintasi sungai ini. Dulu pernah sekali aku kesini bersama donghae oppa dan menyewa vila dan melewatkan malam bersama, malam peringatan 3 tahun hubungan kami.

Kyuhyun POV

Hhh~…

Ku dengar yoona mengehela nafas panjang, dari tadi kami memang berdiam diri, aku membiarkannya mengenang donghae, aku pernah mendengar bawha mereka pernah ke tempat ini sebelumnya, aku pun sibuk dengan handphoneku, dan membalas beberapa pesan yang masuk, seohyun sudah dalam perjalan ketempat ini untuk menjemput kami. Ya, inilah kegiatan kami sehari hari, jika bukan aku maka seohyun yang menemani yoona untuk berpetualang, kami tidak pernah membiarkan yoona pergi sendiri dengan kondisinya yang seperti ini.

Pernah sekali waktu dia pergi tanpa pamit untuk berjalan jalan, dan menghebohkan seisi rumah dan kampus, yoona tidak pulang dan tidak memberi kabar dalam waktu 3 hari. Semenjak itu aku dan seohyun sepakat untuk menjaga dan menemani yoona kemana pun yang ia mau. Sesibuk apapun kegiatan kami aku atau seohyun bergantian menjaga yoona, meskipun dia berjanji untuk tidak melakukan hal hal yang ceroboh, tetap saja aku dan seohyun khawatir. Dan aku juga sudah berjanji pada seseorang untuk menjaganya.

 

Flashback

Drrt..drrt..drrt…*suara handphone

“yeoboseyo?”

“yeoboseo? Kyuhyun? Kau bersama seohyun? Ini yoona ommonim” seorang ahjuma

“ah, ne ommonim, changkaman”

“hyunni ada telfon untukmu”

“eo? Untukku?” “yeoboseyo? Ommonim?

“…”

“ne? aniyo omonim, seharian aku tak bertemu yoona waeyo ommonim?

“…”

“mwo? Ah, ne… aku akan aku akan mencarinya sekarang”

“…”

“ne ommonim, jangan khawatir, pasti kami akan menemukan yoona oenni, ne”

 

“oppa kita harus mencari yoona oenni sekarang, dia belum kembali sejak kemarin sore” aku mengangguk dan melajukan mobil mencari yoona, kami mencari ke bebrapa tempat yang biasa dia kunjungi. Tapi sepertinya tak ada tanda tanda yoona penah mengunjugi tempat itu.

“oppa, apa perlu kita menghubunginya? Mungkin dia lebih tahu tempat yang biasa dikunjungi oenni”

“ah kau benar chagi, changkaman.” Aku mengambil handphoneku

“yeoboseyo, hyung? Apa kau tahu yoona dimana? Dia belum pulang sejak kemarin sore”

aku sudah menduga, ini pasti akan terjadi, kyu, carilah di daerah sungai han, icheon, dan bukit bintang, aku akan mencari di lain tempat” jawab suara namja si telfon

“ne, aku akan kesana”

ne, kabari aku jika sudah menemukannya

“ne”

Klik. Telfon pun terputus

“bagaimana oppa? Apakah donghae oppa tau dimana keberadaan oenni?”

“ani chagi, donghae hyung jyga sedang mencarinya sekarang”

Setelah kami mencari ke daerah yang di sebutkan donghae hyung dengan tidak membuahkan hasil, aku dan seo memutuska untuk melanjutkan pencarian yoona besok.

Bonnamana bonnamana bonnamana…

Hp ku berbunyi, ternyata telfon dari donghae hyung

“ne hyung? Apa kau sudah menemukannya?”

ne, aku sudah menemukannya”

“jinja? Oediseo? Apa kau bersama dengannya sekarang hyung?” cerocosku

ani, aku hanya mengawasinya, dia ada di laut timur “

“ah, arasso, kami akan menjemputnya sekarang”

johda, biarkan dia disini dulu, besok saja menjemputnya, kalian istirahatlah dulu, jangan lupa kasih kabar ke ahjuma kalau yoona sudah ditemukan”

“oh, ne… arra…”

Klik telfon terputus

Besoknya aku menjemput yoona di tempat yang disebutkan donghae kemarin, tentu saja yoona heran bagaimana kami bisa menemukannya.

Flashback end

 

aku membalas semua pesan yang belum sempat aku buka, dan menunggu yoona focus dengan kenangan dan hanyut didalamnya

from : fish hae hyung

“kyu, oediseo? Apakah dia baik baik saja?”

 

To : fish hae hyung

From: me

“kami di daerah bucheon hyung, kau dimana?”

 

From : fish hae hyung

“oh arraseo”

 

To : fish hae hyung

From : me

“ne, ah, kenapa kau tak menemuinya saja hyung? Dia sudah cukup menderita, dan akupun tau kau juga pasti menderita melihatnya seperti ini”

 

 

tak ada balasan dari donghae.

Aiish jinja namja ini memang menebalkan, selalu saja menutup telfon dan tidak pernah membalas pesan jika sudah ditanya keberadaan atau kabar tentang dirinya. Ya, aku tahu keberadaan lee donghae, meskipun tidak tahu persis dimana dia berada sekarang,tapi setidaknya dia masih menghubungiku, sekedar untuk menanyakan kabar kekasihnya, hanya aku dan keluarganya saja yang mengetahui nomor barunya, lee donghae memang menitipkan yoona kepadaku, tentu saja atas persetujuan seohyun yoejachingu ku, aku tak mengerti jalan pikirannya dan entah apa yang terjadi padanya, tapi sepertinya sesuatu yang serius tengah melandanya.

Yoona POV

“oppa, aku tahu kau masih berada disekitarku, masih menjaga dan melindungiku dari kejauhan… oppa, aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu” batinku

Aku menikmati suasana di daerah ini, banyak kenangan kami disini, karena ini adalah salah satu tempat favorit kami untuk menghabiskan waktu.

Aku lirik kyu sesaat, dia sedang sibuk dengan handphonenya “ah, dia pasti sedang asik berkirim pesan dengan babyseonya, aku iri dengan mereka yang selalu bersama” batinku

Author POV

Malam begitu datang dengan cepat dan seohyun sesuai janjinya, dia menjemput yoona dan namja chingunya. Sepanjang perjalanan yoona hanya diam dan sesekali melihat kearah jalan

“BERHENTI!!!” teriak yoona mengagetkan kyuhyun dan seohyun, sontak kyu langsung ngerem mobil yang ditumpanginya, alhasil mereka mendapat klaksonan(?) dari pengendara lain karena ngerem mendadak

“wae oenni?” seohyun berbalik dan menanyai yoona dengan muka cemas, begitu juga dengan kyuhyun “wae yoong?” tanya nya

“oppa…” ucap yoona samar air mata terjatuh ke pipi mulus yoona

_____________

to be continued….

otte? bagus ga? gaje ya?

jangan lupa comment ya…. gomawo *bow ()

16 thoughts on “ff yoonhae – only and always love you – part 1

  1. Daebak author ayo lanjut🙂
    Yg asap ya wkwkwk
    Aku penasaran kenapa donghae oppa ninggalin yoong eonni. Semoga itu bukan hal yang buruk
    Pokoknya ditunggu next part nya😉
    Keep writing!
    Fighting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s