ff yoonhae – Only And Always Love You – Part 2

Image

anyeong haseyo reader….

aku kembali dengan kelanjutan ff yoonhae “only and always love you”

neomu neomu gomawoseoyo, reader udah baca ff ku

ga usah banyak basa basi yuk kita langsung aja cuss!!!

happy reading all

———————————————————————————–

Yoona  POV

“BERHENTI!!!” sontak kyu langsung ngerem mobil yang ditumpangi kami dengan tiba – tiba

“wae oenni?” seohyun berbalik dengan muka cemas, begitu juga dengan kyuhyun

“gwenchana yoong? Ada apa?” tanya nya

Aku diam sesaat, mencerna pikiranku sendiri, tanpa sadar air mata menetes di pipiku

“oppa…” bisikku, entah mereka mendengarnya atau tidak

Author POV

“oppa” gumam yoona, seohyun dan kyuhyun haya mendengar gumaman yoona

“yoong? Neo gwenchana?” “oenni, waegeurae?” tanya seohyun dan kyuhyun berbarengan khawatir akan yoeja yang sedari tadi baik baik saja menurut mereka kini kembali terisak dan meneteskan air mata.

Tiba – tiba yoona membuka pintu mobil dan berlari berlawanan arah dengan arah mereka pulang

“yoong!!” “oenni!!” kyuhyun langsung menepikan mobilnya dan segera menyusul yoona yang sudah jauh berlari menjauhi mereka bersama seohyun.

Yoona terus berlari dan mencari sesuatu, matanya terus waspada memperhatikan setiap pejalan kaki yang ia temui. Kakinya terus melangkah menyusuri jalan itu, ramai, yoona tak henti hentinya menggumamkan nama kekasihnya

“oppa… donghae oppa”

Yoona POV

Aku yakin tadi aku melihat donghae oppa, aku terus mencari melihat kiri kanan dan mencari sosok kekasihku.

“oppa… donghae oppa!!” teriakku frustasi. Donghae oppa tak kunjung ku temukan, padahal tadi jelas jelas aku melihatnya tengah berjalan ditengah kerumunan orang orang ini, donghae oppa tampak menggunakan hoodie couple kami beserta topi hitamnya, jelas sekali jika itu adalah donghae oppa.

Aku tak mungkin salah mengenali donghae oppa, kekasihku. Tapi kenapa tak ada tanda tanda donghae oppa disini, air mataku tak berhenti mengalir.

“donghae oppa!!” teriakku lagi dengan harapan dia akan muncul dihadapanku memeluk dan menghapus air mataku yang menyesakkan ini seperti dulu. Lututku terasa lemas, aku ambruk terduduk ditengah kerumunan orang orang yang berlalu lalang, mungkin mereka mengira aku sudah gila, biarlah. Mungkin aku memang sudah gila saat ini.

Donghae POV

“donghae oppa!!” teriak seseorang, suara yoeja. Aku sangat hafal suara itu

“yoong” batinku DEG! Seketika aku membeku setelah mendengar suara yang begitu ku rindukan, ku balikan badanku dan ku lihat seorang yoeja tampak frustasi ditengah keramaian. Aku melihat yoona kekasihku, ah… masih pantaskah aku menyebutnya sebagai kekasihku, pujaan hatiku setelah semua yang telah aku lakukan padanya, menyakitinya.

Im yoona, yoeja yang sangat ku rindu, dia mencariku, dia menangis, rusa ku menangis, sesak rasanya harus melihatnya begitu menderita, ingin rasanya ku rengkuh tubuhnya ke dekapanku, ku hapus airmata yang membasahi pipi cantiknya, tapi ego ku menolaknya, segera aku bersembunyi dibalik tembil lorong sempit antara dua bangunan di dekatku.

“mianhae yoong… mianhae, aku taksanggup menemuimu” batinku

Kurasakan dadaku sesak, sangat sesak. Air mataku turun tanpa komando. Ku rasakan sakit itu kembali menyerang tubuhku

“kenapa harus terasa disaat seperti ini” batinku

Tes… terasa lelehan hangat keluar dari hidungku, ku usap, darah. Darah keluar dari hidungku, lagi. Segera ku ambil sesuati dari tas punggungku, sebotol obat dan langsung ku minum obat tersebut, sakit yang tadi menyerangku sedikit lebih berkurang. Aku mengintip ke arah yoona berada tadi, kini ia yoeja yang kurindukan itu tersimpuh di tanah, menangis. Aku tak tahan melihatnya begitu menderita

“mianhae yoona-ah… mianhae” bisikku dari balik tembok

Tetap ku perhatikan yoona, kekasihku yang kini menangis, sesekali ku lihat bibirnya menggumamkan namaku. Beberapa saat kemudian aku lihat kyuhyun dan seohyun berlari menghampiri yoona, sepertinya membujuk yoona untuk berdiri dan pulang. Kini ku lihat mereka memapah yoona yang tidak berhenti mengeluarkan air mata dari mata indahnya menuju mobil. Setelah yoona memasuki mobil aku keluar dari persembunyianku, tetap memperhatikan mobil silver yang ditumpanginya saat ini.

Kyuhyun melihatku, tampak wajahnya terkejut saat melihatku. Aku hanya menganggukan kepala dan berbisik “kkha”. Namja itu mengerti dan membalas anggukan kepalaku. Mobil audy silver itupun melaju pergi membawa serta kekasihku.

akhirnya aku bisa bernafas lega, lega bukan karena yoona akhirnya pergi, tapi lega karena aku tak harus melihat langsung betapa menderitanya dia tanpaku disisinya. Tentu saja aku juga menderita harus menjauhi dan berpisah dari satu satunya yoeja yang sangat ku cintai, sangat. Tapi apa dayaku, aku terlalu pengecut untuk menghadapi takdirku sendiri.

Kini aku tinggal di sebuah apartemen kecil meninggalkan keluarga yang sangat aku cintai, omma dan hyungku juga tak mengetahui keadaanku yang sebenarnya, sama seperti ketika aku meninggalkan yoona, aku hanya meninggalkan sepucuk surat yang mengatakan bahwa aku pergi dari rumah itu, mungkin untuk selamanya.

Kalian benar, aku terlalu pengecut, aku tak pantas berada di samping yoeja sesempurna yoona, apalagi setelah aku mengetahui fakta bahwa hidupku mungkin tidak memiliki waktu yang cukup panjang untuk bisa mambahagiakannya.

Beberapa bulan yang lalu sebelum aku memutuskan untuk pergi dari orang orang yang sangat ku cintai, aku di vonis mengidap kanker hati stadium III. Mungkin memang masih ada kesempatan untukku menjalani pengobatan atau transplantasi hati, tapi semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Aku tak mungkin terus membebani keluargaku dengan memberitahukan kondisiku, meskipun aku tahu mereka akan melakukan apapun demi kesembuhanku. Aku sudah cukup menjadi beban mereka.

Dan yoona kekasihku, dia berasal dari keluarga yang berkecukupan, keluarganya memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar di korea, ajaib sekali yoona bisa mencintaiku yang notabene tak mungkin dilirik oleh yoeja kalangan atas. Goddess, panggilan untuk yoejaku, begitu sempurna, terlalu sempurna untukku.

Yoona sudah sangat dekat dengan keluargaku, dia sering berkunjung ke rumahku yang berada di mokpo, bahakan aku sudah mebawanya ke pusara ayahku, aku mengenalkannya pada ayahku

 

Flashback

“oppa senenarnya kita mau kemana?”

“tenang saja yoongie, aku tidak akan menculikmu”

Kami tiba di sebuah pusara

“oppa, kenapa kau tak bilang jika kita akan mengunjugi abeoji, changkaman…”

Yoona menghilang, di balik gundukan gundukan pusara

Beberapa saat kemudian dia kembali dengan seikat bunga, yoona meletakkankya di depan pusara ayahku

“setidaknya disini banyak bunga yang indah” ucapnya.

Aku menuntunnya mendekat dengan pusara ayahku

“abeoji, bagaimana kabar abeoji disana? Baik bukan? Ah, aku sangat merindukanmu”

“abeoji, aku ingin memperkenalkan seseorang padamu” ku genggam tangan yoona

“dia yoejachinguku abeoji… noemu yippeo… aku ingin menjadikannya istriku, apa abeoji setuju?” yoona menoleh padaku, tersirat diwajahnya bahwa dia terkejut sekaligus terharu, tampak butiran butiran air mata mengalir dengan indah di pipi yang melukiskan seburat rona merah, neomu yippeo.

“perkenalkan dirimu chagi” ku usap air matanya

“ne… anyeonghaseyo im yoona imnida” ucap yoona membungkukan tubuhnya

“nae… naeneun yeojachingu nya donghae oppa abeoji” sambungnya

Flashback end

Ah… aku sangat bahagia saat itu. Bisa saja aku memberitahukan kondisiku saat ini pada yoona,tapi aku tak ingin merepotkannya. Jika yoona tahu tentang kondisiku saat ini, dia pasti akan memaksaku untuk melakukan segala cara untuk kesembuhanku, tapi aku tak ingin dia mengeluarkan uangnya untukku.

Bahkan saat ini aku bekerja di sebuah café sebagai pelayan. Walau tak banyak uang yang bisa di hasilkan, setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan keseharianku dan membeli obat obat yang harus konsumsi.

Tanpa terasa aku sudah berada di depan pintu apartemenku, ku buka pintu apartemenku, sepi. Kosong. Tak banyak barang yang aku bawa saat aku pergi meninggalkan rumah, hanya beberapa stel baju dan 2 bingkai foto. Yang satu bingkai berwarna merah potret omma dan hyungku yang satu bingkai berwarna biru, potret kekasihku, yoona.

Ku rebahkan badanku diatas kasur tipi situ, kuambil bingkai foto kekasihku,

“yoona-ya… kau harus bisa melupakanku”

“yoong… saranghae” bisikku memeluk bingkai foto itu, kupejamkan mataku disusul keluar air mata dari sudut mataku. Kudekap foto itu, akupun terlelap jauh kea lam mimpi.

Author POV

-di lain tempat-

Mobil berwarna silver melaju kencang membelah jalanan kotaseoul

“oenni, bicaralah… jebal” ucap seohyun memecah keheningan yang terjadi semenjak mobil itu dijalankan, yoona tak menjawab… dia sibuk dengan fikirannya sendiri

“ eonni…” ucap sehyun

Kyuhyun mengusap pundak seohyun, menenangkan kekasihnya itu

“biarkan dia tenang sejenak hyunie”

Terpancar rasa khawatir di wajah kedua orang itu, terlebih seohyun. Yoeja itu takut jika kejadian itu terulan kembali, kejadian dimana yoona terpuruk. Seohyun tak ingin hal itu kembali terjadi pada oenni kesangayangannya itu.

Yoona hanya berdiam diri semenjak dia memasuki mobil, mata indahnya hanya memandang ke luar jendela, menerawang, menenangkan dirinya atas apa yang ia lihat beberapa saat lalu.

Kyuhyun dan seohyun mengantarkan yoona ke rumahnya, tapi sampai rumah pun yeoja itu masih berdiam diri,tak satu katapun yang keluar dari mulutnya. Omma yoona yang menyambut kedatangan merekapun terkejut dengan sikap yoona, sama seperti seohyun, omma yoona mengkhawatirkan keadaan anaknya, ia takut anaknya kembali terpuruk seperti dulu.

Yoona langsung menuju kamar diikuti tatapan khawatir oleh ketiga oang yang memperhatikannya.

“omma, omma jangan terlalu khawatir, biarkan yoona istirahat dulu” ucap kyuhyun menenangkan nyonya im

“apa yang sebenarnya terjadi hyunie-ya” tanya nyonya im

“kami tidak mengetahui yang terjadi sebenarnya omma, oenni tiba tiba keluar dari mobil dan menangisi donghae oppa” ucap seohyun

“donghae? Lee donghae kenapa dia begitu tega menyiksa anakku seperti ini?” isak nyonya in meratapi nasib anak semata wayangnya itu

Meskipun ada rasa kesal pada donghae, nyonya im adalah wanita yang berhati lembut, dia tidak ingin menaruh rasa benci pada donghae, karena nyonya im tahu anaknya sangat mencintainya, begitu memujanya. Nyonya im sudah menganggap donghae sebagai anak menantunya sendiri, begitupun pada sahabat yoona, kyuhyun dan seohyun, mereka sudah seperti anak kandung karena yoona memang tidak memiliki saudara.

Meskipun keluarga im termasuk kalangan berada, tapi keluarga itu sama sekali tidak sombong, tidak pandang bulu untuk berteman.

Setelah seohyun dan kyuhyun yakin nyonya im sudah tenang, mereka pamit pulang.

@ kyu’s car

“oppa, aku takut eonni akan kembali seperti dulu”

“tenanglah chagi, kita berdoa saja semoga itu tidak terjadi”

“ne oppa… tapi… kenapa tiba tiba eonni bisa seperti ini, bukankah sebelumnya eonni baik baik saja?”

Tak ada jawaban dari kyuhyun, seohyun juga hanya bisa menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi

“chagi…”

“hmm?”

“aku tadi melihat donghae hyung”

“mwo?? Jinja? Dimana oppa?

“di tempat tadi, tak jauh dari tempat yoona terjatuh”

“jadi benar eonni melihatnya, aku kira hanya halusinasi eonni saja”

“tapi sepertinya hyung benar benar tidak ingin yoona melihatnya”

Keduanya terdiam tak tahu apa yang harus mereka ucapkan, tak ada jawaban pasti dari pernyataan tersebut.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya

To : fish hae hyung

“hyung eodiseo? Bisakah kita bertemu? Jebal”

 

-pesan terkirim-

Tapi setelah menunggu lama tak ada balasan dari donghae, kyuhyun hanya mendesah dan tetap melajukan mobilnya mengantarkan seohyun

Yoona POV

@yoona’s home

Lemas terasa ku rebahkan tubuhku di ranjang empuk, ku gapai bingkai berwarna biru yang membingkai foto kekasihku, donghae oppa juga memiliki bingkai yang sama, frame couple.

“oppa, aku yakin itu adalah kau” bisikku pada bingkai itu

Ku dekap potret kekasihku, ah… sikapku mungkin keterlaluan tadi, tidak mengucapkan salam pada omma.

“yoong, kau jangan seperti itu lagi pada omma, ne?” ucapnya pada diri sendiri

“ne, aku berjanji tak akan membuat omma khawatir lagi” menjawab pertanyaannya sendiri

Aku pererat dekapanku pada foto donghae oppa

“oppa, aku yakin akan menemukanmu… segera”

Author POV

“oppa, aku yakin akan menemukanmu… segera” bisik yoona pada bingkai berwarna biru itu.

Rasa lelah yang sedari tadi tak dihiraukannya kini mulai terasa, gadis itu kini terlelap dengan masih mendekap bingkai foto kekasihnya, pujaan hatinya lee donghae.

Tok tok tok… “yoona-ah, turunlah omma sudah siapkan makan malam kesukaanmu”

Sepi. Tak ada jawaban dari putrinya

“yoong, omma masuk ne?” dibukanya pintu kamar yoona. Nyonya im mendapati putrinya tangeh terlelap, diselutinya tubuh mungil anak kesayangannya itu.

Nyonya im hanya tersenyum sendu mendapati yoona tengah mendekap erat bingkai berwarna biru, ia tahu itu adalah foto kekasih anaknya

“kau sangat mencintainya eo?” dikecup lembut puncak kepala yoona dan keluar dari kamar anaknya.

-hari berikutnya-

“pagi omma!!” yoona mengecup pipi omma nya

“aigo… putri cantikku sudah bangun ternyata”

“tentu saja omma, omma tahu? Aku terbangun karena mencium aroma lezat yang membuat perutku tak berhenti berbunyi”

“haha… bisa saja kau ini “

“omma”

“hmm?”

“ani, hanya ingin memanggil saja”

Nyonya im hanya terkekeh melihat kelakuan putrinya, “syukurlah ia sudah seperti biasa lagi” batinnya

“omma”

“ne?”

“appa kapan kembali ke korea? Apa appa tidak merindukan putri cantiknya?”

“sepertinya bulan depan yoong, wae? Kau merindukan appa?”

“apa omma tidak merindukan appa? Tentu saja aku merindukan appa, neomu”

“kkeurom, omma juga merindukan appa mu”

Dengan lahap yoona menyantap masakan omma nya.

“huuahh… perutku kenyang sekali”

Lagi lagi nyonya im terkekeh melihat tingkah putrinya, terang saja yoona kekenyangan, pagi ini dia sarapan sampai nambah 5 mangkuk nasi. Wah… dasar shikshin yoona.

“omma aku berangkat dulu”

“ne hati hati dijalan”

Yoona berjalan menuju halte, dia lebih suka menggunakan kendaraan umum disbanding mobil pribadinya, banyak fasilitas yang diberikan orang tuanya, tapi jarang sekali yoona menggunakannya.

Rencananya hari ini dia akan ke kampus, mengurus beberapa berkas sekalian melihat keadaan kampus, tentu saja sekalian mencari informasi terbaru tentang donghae, siapa tahu ia bisa mendapat kabar baik. Setelah selesai dari kampus dia berencana untuk melanjutkan “petualangan” nya.

-di lain tempat-

Donghae POV

Ku buka mataku menangkap sinar matahari yang menerobos melalui celah jendela kamarku, posisiku ternyata masih seperti semalam saat aku terlelap, mendekap bingkai foto berwarna biru. Ku kecup potret kekasihku

“morning kiss yoong” aku tersenyum memandang potret kekasihku.

Lekas aku bersiap untuk memulai aktifitas hari ini, bekerja.

Ku lirik handphoneku

you’ve got 1 message

Tampak tulisan dilayar ponselku,

From: evil kyu

“hyung eodiseo? Bisakah kita bertemu? Jebal”

 

Ku abaikan pesan itu, tak tahu harus membalas apa dan kumasukan ponsel ke saku jaketku. Kyuhyun melihatku semalam, tapi aku belum berniat untuk menemuinya dalam waktu dekat ini.

Ku langkahkan kakiku keluar apartement, ah segar sekali udara pagi ini. Andai saja yoona bisa menikmati suasana seperti ini bersamaku. aku hampir sampai di tempat kerjaku ketika tiba tiba seseorang menepuk pundakku.

_______________________________________________________________________________

to be continued…

siapa yang menepuk pundak donghae?

nantikan kisah selanjutnya ya…

anyeoong…. ^^

gomawo *bow sampe nyungsep

16 thoughts on “ff yoonhae – Only And Always Love You – Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s