ff yoonhae – Can’t You See Me ? (part 4)

Gambar

——————————————————————————————————————————————————–

anyeong reader…

siapa yang sudah menunggu kelanjutan ff ini? ngacung!!

wah, akhirnya author bisa menyelesaikan part 4 ini meskipun dengan penuh perjuangan karena buntu inspirasi…

part ini juga udah author panjangin loh…

cha… lanjut aja yuk kita langsung ke cerita

——————————————————————————————————————————————————

“jadi kau memutuskan untuk pergi bersamanya?” kyuhyun menyeruput vanilla late panasnya

Yoona hanya mengangguk menanggapi pertanyaan kyuhyun

“aku harus mencari tahu apa yang aku inginkan”

“apa yang kau inginkan?”

“aku ingin… untuk tidak menginginkannya” yoona menghela nafas berat tertunduk lesu

“mungkin dengan cara ini aku bisa mengetahui hatiku, memahami apa ini sebenarnya dan memutuskan yang terbaik untuk semuanya” lanjut yoona

“carilah jalan terbaik untuk kalian berdua” kyuhyun menggengam lembut lengan yoona

“jalan terbaik untuk kami bertiga” ralat yoona

“ya terserah, tapi aku berada di pihakmu”

Yoona melotot ke arah kyuhyun protes atas apa yang ia ucapkan

“oke, aku bukan tidak menyayangi Jessica, tapi kau tahu sendiri yoong dia sudah terlalu dimanja olehmu, dan hasilnya kau bisa lihat sendiri”

“sudahlah kyu, jangan bahas itu bagaimanapun dia adalah sahabatku”

Keduanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing masing

“aku, aku hanya tidak ingin menjadi pilihan kedua untuk seseorang” lirihnya

Suasana kantor tidak terlalu ramai, tidak terlalu banyak klien yang datang hari ini, jadi yoona bisa sedikit bersantai menikmati waktu luang bersama kyuhyun.

“bagaimana kau dengan babyseo mu?”

“naega? Wae?”

“kau dan seohyun, bagaimana kelanjutannya?”

“tidak ada yang special, well, dia memang jadi sedikit manis belakangan ini, molla”

“kau tahu kyu, dia sangat mencintaimu sejak dulu sama seperti…” yoona menghentikan ucapannya

“sama seperti kau yang menyukai lee donghae sejak dulu”

“aiish, kau ini, kenapa tidak kau pakai pengeras suara saja saat mengucapkannya! Aiish jinjja !”

Kyuhyun hanya nyegir memamerkan giginya yang putih dan rapi

Yoona melihat jam tangannya

“ah, kyu aku harus pergi sebentar lagi aku ada janji dengan klien”

“ne geurom, sampai jumpa nanti”

“ne”

Yoona berlalu meninggalkan kyuhyun untuk menemui kliennya yang sudah membuat janji siang ini dengannya. Kyuhyun hanya bisa memandang yoona yang tampak terburu buru menuju lift.

“aku harap kau bisa sedikit egois untuk kebahagiaanmu yoong, dan kau tentu saja telah menjadi pilihan pertama seseorang, aku tak ingin terluka lagi” ucapnya lirih.

Mata sendunya memandang punggung yoona yang memasuki lift hingga pintu lift itu tertutup.

Ada istilah “persahabatan antara laki laki dan wanita tidak mungkin tidak ada rasa cinta” ya, itu berlaku untuk kyuhyun, sudah lama lelaki itu mencintai sahabatnya sendiri, im yoona. Tapi tentu saja itu rahasia, hanya tuhan dan dirinyalah yang mengetahuinya *tentu saja author juga tahu ;D

Sejak lama, mungkin semenjak mereka remaja. Dan kyuhyun juga tidak mungkin mengungkapkannya pada yoona, yoona hanya menganggap kyuhyun sebagai sahabat, tidak lebih. Sampai akhirnya ia mengetahui bahwa yoona menyukai donghae, tunangan Jessica sekarang. Dan sekarang kyuhyun memutuskan untuk menyerah dengan perasaannya dan mencoba membuka hatinya untuk seohyun yang memujanya semenjak pertemuan pertama mereka.

Tiba juga akhir pekan yang dinantikan oleh dua insan galau. Sempat terbersit di fikiran yoona bahwa dia ingin membatalkan janji ini, tapi bagaimana dengan dirinya kelak? Apakah perasaannya bisa hilang dengan menjauhi namja yang kini berstatus sebagai tunangan sahabatnya itu? Tentu saja tidak, bahkan ia sudah mencoba melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari namja itu, tentunya untuk menghindari dirinya terluka dengan melihat adegan adegan romantis yang akan di pertontonkan oleh Jessica, mengingat Jessica adalah gadis yang sangat manja.

Pada yoona saja Jessica sangat manja apalagi pada namja chingu nya.

Hati yoona lebih hancur saat mendengar bahwa mereka berdua akan melangsungkan pernikahan yang waktunya cukup dekat. Yoona seakan pasrah dengan nasibnya, apalagi di usianya sekarang adalah target dimana ia ingin memiliki pendamping, bukan hanya sekedar namjachingu, tapi seorang suami.

Drtt drtt

Yoona melihat layar ponselnya

-you’ve got 1 message-

 

From : Donghae oppa

“kau sudah siap?

5 menit lagi aku jemput”

 

Yoona menghela nafas dalam, menghilangkan rasa ragu yang berkecamuk di dalam hatinya. Memutuskan untuk ikut ajakan donghae oppa bukanlah perkara mudah baginya, pergulatan batin tak henti hentinya mendera yeoja jangkung itu. Kenapa harus ke mokpo? Apakah ia akan ke rumah keluarganya donghae oppa? Dan masih banyak pertanyaan lain yang bersarang di benak yoona.

Yoona POV

Kini aku berada di depan gedung apartemenku. Ya, aku sedang menunggu donghae oppa menjemputku, sesuai dengan janji kami, aku dan donghae oppa akan berakhir pekan di mokpo, entah kenapa donghae oppa mengajakku kesana. Tidak seperti yang kalian fikirkan, aku memenuhi permintaan donghae oppa untuk berakhir pekan bersama bukan semata mata aku ingin memiliki donghae oppa, tapi justru aku sangat ingin untuk tidak menginginkannya oleh karena itu aku harus mencari jawaban dari apa yang sebenarnya aku rasakan, kami rasakan.

Terlebih Jessica tidak ingin aku tinggalkan pada saat saat menjelang hari pentingnya, dan sangat sulit untuk mencari alasan yang tepat untuk pergi sekarang.

Mobil audy hitam yang elegan berhenti didepanku berdiri. Ya, ku mantapkan hatiku untuk tidak ragu dalam mengambil langkah ini, aku masuk ke mobil setelah memasukan koperku ke dalam bagasi.

Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan, entah kenapa semua terasa canggung. Mobil terus melaju membelah jalanan kotaseoul.

“yoong” “oppa”

Ah, kenapa jadi canggung seperti ini

“kau duluan” ucap donghae oppa melirikku sekilas

“aniyo, oppa duluan saja” aiish, kenapa malah jadi lempar lemparan kata begini

“geurae, yoong, bisakah kita hanya memikirkan kita berdua saja untuk saat ini?”

Mwo? Aku terperangah mendengar ucapan donghae oppa barusan

“t tapi oppa…”

“jebal, kumohon jangan memikirkan apapun selain kita berdua, ne?” ucapnya, tangannya kini menggenggam tanganku

Aku tak langsung menjawab permohonan donghae oppa, eottokhae?

“baiklah oppa, tapi sebaiknya oppa focus dulu pada jalan ne” aku berusaha melepaskan genggaman tangan donghae oppa, dia mengerti dan kembali focus menyetir.

Author POV

Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya audy hitam itu sampai di mokpo, donghae melirik ke arah samping, melihat yeoja yang ternyata kini tengah tertidur lelap, bibirnya tersenyum melihat yoona, tersirat tatapan sendu di matanya.

Mobil itu terparkir di depan sebuah villa pinggir pantai berwarna putih.

Donghae memandang lembut yeoja yang tengah terlelap disampingnya itu, mengulurkan tangan dan mengelus puncak kepalanya. Ternyata perlakuannya membuat yoona terbangun.

“oppa, apa kita sudah sampai?” yoona mengerjapkan matanya

“ne, apa kau lelah?”

“aniyo oppa, gwenchana”

“kajja”

Donghae melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil tersebut, kemudian mengambil barang barang mereka yang ada di mobil

“biar aku bantu oppa” ucap yoona merain handle kopernya

“jangan yoong, kau pasti lelah biar aku saja”

Yoona tidak membantahnya, matanya menjelajah pemandangan sekitarnya. Ia kini berada di depan sebuah rumah besar berwarna putih persis di pinggir pantai, sangat indah. Seperti rumah impianya selama ini.

“oppa, urineun jigeum eodiya?”

sejenak donghae menghentikan aktifitasnya, melihat yoona tengah mengeksplore pemandangan di sekitar.

“wae? Kau tidak suka? oebu chubda, deuleo oseyo” ucap donghae melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi

Yoona mengerti dan mengikuti donghae memasuki rumah besar berwarna putih itu.

“wah, jeongmal gateun, bagaimana bisa oppa tahu kesukaanku” batinnya

Donghae selesai dengan pekerjaannya memindahkan barang bawaan mereka dan melihat yoona masih memandangi ruangan sekitarnya.

“wae yoong? Kau tidak suka?”

“aniyo oppa, hanya saja…”

“ini rumah impianmu bukan?” yoona langsung berbalik memandang donghae tampak terkejut dengan ucapannya

“eolmana keun oppa alji? (bagaimana oppa bisa tahu?)”

Donghae mendekati yoona, menghela nafas panjang dan menyentuh pundak yoona

“aku tau semuanya yoong”

Yoona masih memandang donghae, mencari pertanyaan yang telalu banyak untuk diutarakan.

Yoona POV

Aku dan donghae oppa kini telah tiba di mokpo, tapi ternyata kami bukan berada di rumah keluarga donghae oppa, melainkan di sebuah rumah yang cukup besar ya bisa di bilang vila persis pinggir pantai.

Rumah seperti ini adalah rumah impianku, bagaimana donghae oppa bisa tahu aku akan menyukai rumah putih pinggir pantai? Hmm… molla, siapa pemilik vila indah ini, ah… suatu saat aku akan membuat rumah seperti ini di masa depan.

“wae yoong? Kau tidak suka?” sepertinya donghae oppa memperhatikanku sedari tadi

“aniyo oppa, hanya saja…”

“ini rumah impianmu bukan?” aku berbalik mendengar pernyataan donghae oppa, bagaimana dia bisa tahu? Dari siapa? Sejak kapan?

“eolmana keun oppa alji? (bagaimana oppa bisa tahu?)”

Donghae mendekatiku, menghela nafas dan menyentuh pundakku

“aku tau semuanya yoong”

Mwo?

Apa yang dia katakan barusan?

Dia tahu semuanya?

Tahu tentang apa?

Tak ada kata yang bisa ku ucapkan, aku masih menunggunya menjelaskan semuanya, atas apa yang donghae oppa katakan barusan.

Donghae oppa melihat mataku, tersenyum. Ah, bagaimana dia bisa terlihat begitu mengagumkan, tuhan… ingin sekali aku rengkuh wajahnya.

“cha… kita istirahat saja dulu ne? kau lapar?”

Belum sempat aku menjawab pertanyaan donghae oppa, perutku lebih cepat merespon.

Kruyuuk…. *kok jd kayak suara ayam ya?

Aiish jinjja, kenapa perutku begitu memalukan. Pasti sekarang wajahku merah seperti kepiting rebus.

Donghae oppa hanya tersenyum melihatku .

“cha… kita lihat di kulkas ada bahan apa yang bisa dimasak”

Donghae oppa melihat isi kulkas yang sepertinya kosong

“hmm, bagaimana kalau kita ke pasar beli bahan makanan? Kau bisa menahannya?”

“tentu saja oppa”

Kemudian yoona dan donghae berbelanja bahan makanan kemudian memasaknya

-skip-

Author POV

“cha… makanannya sudah siap, meogja…” raut wajah yoona berbinar melihat hidangan yang tersedia di meja makan.

Ternyata namja yang ada di depannya ini begitu sempurna, bahkan dia piawai menggunakan pisau, pendamping hidup yang ia idamkan.

“wah, sepertinya enak oppa” yoona mencicipi salah satu hidangan di depannya

“mashita…”

Donghae tersenyum melihat yeoja di depannya yang menatap makanan dengan mata berbinar, ia tahu bahwa yoona sangat suka makan dan yeoja itu menyandang gelar shikshin. Tapi entah kenapa tubuh yoona sama sekali tidak bertambah gemuk meskipun porsi makannya lebih besar daripada donghae, sepertinya yoona memiliki hormone anti gemuk, ah, entahlah.

“manhi meogeo” yoona mengangguk mendengar ucapan donghae dan langsung melahap masakan yang ada di depannya.

-skip-

Donghae POV

Kini aku dan yoona berada di ayunan yang terbuat dari kayu di halaman villa ini.

“oppa, kau mau coklat panas?” aku mengangguk dan yoona menghilang di balik pintu untuk membuat coklat panas untuk kami berdua.

Tak lama kemudian yoona kembali dengan dua gelas coklat panas dan selimut yang menyampir di pundaknya, ku ambil selimut itu dan meutupi tubuh yoona agar tidak masuk angina nantinya. Udara malam ini begitu dingin, tapi hatiku sangat hangat karena yoona berada di sisiku saat ini.

“oppa, kenapa kau diam saja dari tadi?”

“em? Benarkah?”

“eo! Oppa, kau belum menjawab pertanyaanku tadi”

“hmm? Yang mana yoong?”

“bagaimana oppa bisa tahu aku suka rumah di pinggir pantai seperti ini? Hmm, Ngomong ngomong ini rumah siapa oppa? Aku sangat nyaman disini, kalau bisa aku ingin kesini setiap akhir pekan” ujar yoona antusias

Bagaimana aku tidak mengetahui apa yang menjadi kesukaanmu yoong, semuanya aku tahu.

“benarkah? Kau nyaman disini?” yoona menggangguk antusias

“kau boleh datang kesini kapanpun kau mau”

“jeongmal? Aaish bagaimana bisa oppa”

“ini rumahku yoongie”

“mwo? Sejak kapan oppa punya villa indah seperti ini?”

“sejak lulus kuliah aku mulai membangunnya”

“oh, jika ini rumah oppa, tentunya aku tidak mungkin bisa kesini sesuka hatiku oppa, rumah ini jelas sudah memiliki nyonya rumahnya”

“tak ada yang mengetahui aku memiliki rumah disini yoong, kecuali omma dan donghwa hyung, dan kau tamu pertama di villa ini”

“lalu, apakah jessica juga belum tahu tentang villa ini?”

“belum”

Hening, tak ada lagi kata yang bisa ku ucapkan, bukan, tapi karena terlalu banyak pernyataan dan pertanyaan yang ingin ku ucapkan membuat pikiranku kosong. Ah, biarlah, aku tak ingin merusak moment langka ku bersama yoona.

Author POV

Malam begitu cepat datang mengampiri mereka dan untuk malam ini mereka memutuskan untuk istirahat setelah lelah seharian menempuh perjalanan. Tentu saja mereka tidur di kamar masing masing, untuk hal ini mereka masih sangat mengerti batasan batasan yang tidak boleh di langgar.

Malam berganti pagi, sinar mentari pun hangat menerobos jendela kamar yang di tempati yoona, dengan senyum menggembang ia bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.

Setelah selesai dengan aktifitas pagi rutinnya ia menuju dapur dan menyiapkan sarapan yang cukup sederhana, roti bakar dan segelas susu segar.

Tok tok tok

Yoona mengetuk pintu kamar donghae, tak ada jawaban.

“oppa, apa kau tidak ingin sarapan? Ini sudah cukup siang”

Tetap tak ada jawaban, yoona memutuskan untuk masuk dan membanggunkan donghae, tapi melihat donghae begitu terlelap di alam mimpinya ia tak tega untuk membangunkan namja itu.

Yoona memutuskan keluar dari kamar itu sebelum ia membangunkan donghae. Yeoja itu melangkahkan kakinya ke arah balkon dan merentangkan tangannya, udara sejuk pantai dipagi hari begitu terasa lembut menyapa kulitnya.

Yoona POV

“ah, segar sekali” ku rentangkan tanganku menyambut angin segar berbau khas pantai, ah, aku sangat menyukai ini.

“aku jadi ingin main ombak” ku putuskan untuk menyusuri pantai, tapi donghae oppa belum bangun, bagaimana jika ia mencariku?

Ku tulis pesan di secarik kertas dan menempelkannya di gelas susu yang sudah ku siapkan untuk sarapan donghae oppa.

“aaaaaahh……” ku lontarkan teriakkanku di pantai sepi ini, rasanya nyaman sekali. Angin dingin yang menerpa kulitku terasa begitu menyenangkan, ku hirup udara segar yang tak bisa ku dapatkan di seoul sebanyak banyaknya.

Seperti anak kecil yang mendapat mainan baru aku berlari kesana kemari mengejar mahluk mahluk kecil yang merayap di pasir, menyenangkan. Andai saja setiap hari aku bisa menikmati moment seperti ini, ah, pasti hari hariku tak akan membosankan lagi.

Donghae POV

Matahari yang masuk melalui jendela kamarku membuatku terusik dari alam mimpiku. Aku tak ingin tergesa gesa hari ini, ingin ku nikmati setiap moment setiap menit yang bisa kulalui bersama yeoja yang sudah lama mengisi hatiku. Hari ini aku harus mengatakan semuanya, mengungkapkan apa yang aku pendam selama ini.

Ku langkahkan kakiku keluar kamar setelah membersihkan tubuhku, ku lirik arloji di tanganku yang menunjukan pukul 07.00 KST, sudah lumayan siang ternyata, tapi kenapa tidak ada suara yang ingin ku dengar pagi ini, kenapa rumah ini begitu sepi?

“yoong?” panggilku, suaraku menggema di penjuru rumah

Tak ada jawaban dari si empunya nama, ku cari di kamarnya. Tak ada, kamarnya kosong. Apa mungkin yoona meninggalkanku pulang ke seoul sendiri?

Ani, ku tepis prasangka buruk yang ku pikir tidak penting. Ku langkahkan kakiku ke arah dapur, ternyata sudah tersedia sajian untuk sarapan, pasti yoona yang membuatnya. Tapi kenapa ia tidak membangunkanku, ku lihat ternyata ada post it yang tertempel di gelas susu ku

Oppa, kau sudah bangun?

Mian aku tidak membangunkanmu karena sepertinya kau sangat lelah,

aku pergi ke pantai dulu oppa

Sarapan sudah aku siapkan

                                                                  J yoona

Dasar yeoja itu, hampir saja membuatku jantungan. ku habiskan sarapanku dan segera menyusul yoona ke pantai seperti yang ia sebutkan. Benar saja aku mendapati ia tengah berlarian mengejar sesuatu entah apa, sepertinya bahagia sekali ia sekarang, tertawa lepas seperti saat kuliah dulu. Yoona yang dulu ku rindukan kini hadir kembali

——————————————————————————————————————————————————–

to be continued…..

otte reader?

mian kalo ceritanya jadi ngelantur…

please leave comment ya…

gomawo….

18 thoughts on “ff yoonhae – Can’t You See Me ? (part 4)

  1. keren, mkn penasaran ama ceritanya. Trnyata kyu pnya perasaan lbh ke yoona, yg yoona ga tau. Kyu ama seo aja, donghae ama yoona. Kl jessica cariin pacar br aja heechul or taec🙂 Endingnya Yoonhae ya thor, next part jgn lama2 #maksa# gomawo😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s