ff yoonhae – Only And Always Love You – Part 5

Gambar

——————————————————————————————————————————————————–

anyeong haseyo reader…

park hani imnida, aku akhirnya kembali dengan kelanjutan ff yoonhae only and always love you part 5

adakah yang menunggu kelanjutan ff ini?

oke oke, cukup basa basinya

yuk kita langsung ke inti aja…

cekidot!!

——————————————————————————————————————————————————–

Ku sambut pagi ini dengan semangat menggebu, aku yakin dewa keberuntungan akan berpihak padaku, berpegang pada restu donghae oppa dari surga. Rencana ku hari ini adalah ke mokpo, mengunjungi donghae oppa omma dan donghwa oppa, kemudian aku akan berziarah ke pusara donghae oppa abeoji.

@Mokpo

Tiba juga aku di mokpo ku langkahkan kakiku menelusuri pantai. Ah, segar sekali udara disini. Kulanjutkan perjalananku ke kediaman keluarga Lee.

Cklek…

Ku buka pintu pagar depan rumah donghae oppa yang memang tidak terkunci, ku lihat ternyata ada ommonim tengah duduk dikelilingi sayuran di halaman rumah, sepertinya hari ini omma akan membuat kimchi.

Ommonim menoleh saat mendenar pintu pagar dibuka dan berhenti dari aktifitasnya yang sedang membersihkan sayuran. Ku sunggingkan senyumku pada omma.

“anyeong haseyo omma”

“ommo! Yoona ya, kenapa tidak memberi kabar dulu kalau mau kemari?”

Ku bungkukan badanku dan hanya tersenyum mendengar pertanyaan ommonim barusan.

“aigoo kau ini, selalu membuat omma terkejut, apa kau berjalan kaki dari halte?”

“ne, omma”

“aigoo, lainkali kau harus menelpon dulu, kan donghwa bisa menjemputmu”

“tidak apa apa omma, sekalian berolah raga”

Ommonim hanya tersenyum mendengar jawabannku.

Seperti biasa ommonim akan menyajikan berbagai macam hidangan yang sangat aku sukai, omma sangat tahu pasti aku bakal kelaparan setelah menempun perjalanan yang cukup panjang.

“makanlah yoong, kau tampak kurus sekali, apa di seoul kau tak pernah makan?”

Aku hanya bisa menampakkan gigiku mendengar pertanyaannya, dan ommonim juga tersenyum melihatku lahap menyantap makanan di meja.

Ommonim memperhatikan dan menemaniku makan, sesekali omonim menhela nafas berat, aku tahu apa yang sedang ommonim fikirkan, donghae oppa. Pasti ommonim juga sangat merindukan putra bungsunya itu. Sama sepertiku, aku juga sangat merindukannya.

Kini aku dan ommonim duduk di dipan yang terletak di halaman rumah.

“omma, donghwa oppa eodiga? Sepertinya dari tadi aku tidak melihatnya”

”donghwa sedang berbelanja membeli bahan untuk membuat kimchi, wae?”

“aniyo, hanya bertanya saja omma” ommonim mengangguk

“omma…” ucapku ragu, apa aku harus memberitahu ommonim bahwa aku sudah menemukan donghae oppa?

“eo?”

“omma, aku… aku sudah menemukan keberadaan donghae oppa”

Ommonim terkejut dengan pernyataanku barusan, matanya mambulat dan tampak genangan airmata di pelupuk matanya.

“jeongmalyo? Yoona ya, benarkah yang kau katakan barusan? Dimana donghae sekarang yoong? Apakah dia baik baik saja? Lalu kenapa dia tidak pulang ke rumah?”

Pening rasanya mendengar rentetan pertanyaan yang ommonim lontarkan padaku, tapi aku mengerti dan tersenyum simpul.

“ne omma, aku bertemu dengan donghae oppa, tapi belum banyak yang bisa aku ketahui sekarang ini omma, tapi aku janji akan segera membawa donghae oppa ke tengah tengah kita lagi omma”

Kini omma terisak, sakit pasti rasanya, aku sangat tahu itu aku juga merasakannya omma, tapi omma pasti lebih sakit dari apa yang ku rasakan.

“ada apa sebenarnya dengan anak itu, kenapa ia tiba tiba menghilang tanpa memberi kabar sama sekali”

Tak ada jawaban yang bisa ku berikan atas pertanyaan ommonim barusan. Sekuat tenaga aku tahan air mataku agar tidak keluar dari tempatnya. Aku harus kuat menghadapinya.

Setelah banyak berbincang dengan donghwa oppa dan ommonim aku pamit untuk mengunjungi pusara abeoji sekalian pamit pulang ke seoul.

Kulangkahkan kakiku menuju bukit bukit kecil di padang rumput ini, hingga kaki ku terhenti di depan pusara donghae oppa abeoji, ku letakkan sebuket bunga matahari kesukaanku di depan pusaranya.

“anyeonghaseyo abeoji” ku bungkukan badanku memberi hormat

“joesonghamnida abeoji, karena aku jarang mengunjungimu”

“abeojiga balo geogie gwaenchanha?”

“abeoji, aku sudah menemukan donghae oppa”

“abeoji mendukungku dari surga bukan?”

“yoona janji abeoji, akan membawa kembali donghae oppa ke tengah tengah kita lagi, yagsok!”

Terlalu banyak yang ingin aku ceritakan pada abeoji sebenarnya, tapi waktu sudah hampir larut, aku harus segera kembali ke seoul sebelum jam kereta terakhir habis.

Author POV

Malam merambat begitu pelan mengantarkan kepulangan yoona menuju seoul, tapi yeoja itu tak lantas kembali ke rumahnya. Sebelum ia pergi ia sudah berpamitan pada ommanya bahwa ia akan pulang larut, mungkin sampai menginap di mokpo, jadi ia tidak khawatir meninggalkan omma.

Langkah kakinya menelusuri trotoar yang mungkin akan menjadi jalan favoritnya mulai dari sekarang, di liriknya arloji yang menunjukan pukul 21.30 KST.

“wah, hampir terlambat” gumamnya

Langkah kakinya semakin di percepat menuju tempat dimana kekasihnya itu bekerja. Tapi ia tidak bermaksud untuk menampakan diri malam ini, yeoja itu yakin jika ia menampakan diri ia akan mendapat penolakan seperti malam kemarin. ia akan berperan sebagai detektif malam ini dengan diam diam mengikuti donghae dan mencari tahu dimana namja itu sekarang tinggal.

Tentu saja yoona melancarkan aksinya malam ini bukan tanpa persiapan yang matang, dibukanya tas ransel dan mengambil jaket hoodie beserta topi untuk menyempurnakan misinya. Bahkan ia khusus membeli hoodeie dan topi baru karena hoodie dan topi nya pasti sudah sangat di kenal oleh donghae. Jadilah yoona sang mata mata. HAHAHA (tertawa ala antagonis) *author sinting*

30 menit berlalu yoona sudah siap dengan penyamarannya, bahkan ia berlatih cara berjalan ala namja, yoona dengan sabarnya menunggu namjachingunya keluar dari café tempat namja itu bekerja. Sampai akhirnya lampu café itu padam, yang berarti café sudah tutup. Tak lama kemudian tampak donghae keluar dari pintu café, tapi ternyata donghae tidak sendirian, ia di ikuti oleh yeoja yang kemarin dikenalkan pada yoona sebagai kekasih baru namja itu.

“aiish, kenapa harus bersama yeoja itu” yoona menggerutu melihat kebersamaan donghae dengan yeoja yang bernama Jessica itu.

Donghae dan Jessica berjalan beriringan tanpa mereka ketahui yoona tengah mengikuti dan memperhatikan mereka berdea, ya memang karena masih lumayan banyak pejaan kaki yang menggunakan jalan ini. Tampak donghae dan Jessica berbincang dengan akrab.

Yoona POV

“itu dia targetku!”

Donghae oppa keluar dari café yang sudah dipadamkan lampunya. Sebentar, kenapa yeoja itu juga keluar bersama oppa?

“aiish, kenapa harus bersama yeoja itu”

Terasa sesak nafasku melihat mereka harus berjalan beriringan, sakit!

“changkaman, yoong! Kau harus kuat, ingat, kau jangan terbawa emosi dulu, ini semua demi donghae oppa. Yoongie hwaiting!”

Ku semangati diriku sendiri dan mengingatkan tujuanku malam ini. Mungkin aku sudah seperti orang bodoh yang berbicara sendiri, tapi , ah siapa yang bakal peduli.

Terus ku ikuti dan ku perhatikan dari kejauhan donghae oppa dan yeoja itu agar mereka tidak curiga bahwa aku tengah mengikuti mereka berdua.

Yeoja yang bernama Jessica itu berbelok arah menjauhi donghae oppa setelah malambaikan tangannya menuju halte bus. Ah, syukurlah mereka tidak tinggal bersama. Ku perhatikan donghae oppa melanjutkan perjalanannya seorang diri.

Jarak ku dengan donghae oppa cukup lumayan jauh, semoga saja donghae oppa tidak merasa diikuti olehku.

Sejauh ini penyamaranku masih aman, semalam aku behasil mengikuti donghae oppa sampai komplek apartemennya, tapi aku masih belum tahu letak persis kamarnya donghae oppa, karena itu akan terlalu mencurigakan jika aku harus mengikutinya sampai depan rumahnya. Tapi tenang saja, misi ku belum selesai sampai disini.

Hari ini seohyun menemaniku jalan jalan, lebih tepatnya aku yang menemani seohyun yang ingin mencari kado untuk anniversary yang ke 3 hubungan mereka. Ah, aku semakin iri pada mereka, sampai sejauh ini hubungan dua sahabatku tetap mulus tanpa hambatan, ya meskipun tetap ada pertengkaran pertengkaran kecil yang terjadi, tapi, bukankah pertengkaran kecil adalah bumbu pemanis dalam suatu hubungan? Tuhan, kapan kau akan menyatukan kembali aku dan donghae oppa.

 

Drrt.. drrt…

Ponselku bergetar untuk ke sekian kalinya di dalam tas, ku lirik sekilas layar ponselku

“nugu?” seohyun sepertinya heran melihatku yang sedari tadi tidak menjawab telefon yang sedari tadi tidak berhenti bergetar.

“ah, tidak penting, kajja”

Seohyun tidak membantah meskipun raut wajahnya tampak belum puas dengan jawabanku.

“aah, pegal sekali… tapi belum semua aku dapatkan, eotthokhae?”

Kini aku dan seohyun istirahat di foodcourt Hyundai mall.

Drrt… drrtt…

Ponselku kembali bergetar, aku tahu siapa yang sedang mencoba menelfonku, tapi sengaja ku abaikan, aku tak ingin memperdulikannya.

“eonni, nuguya? Dari tadi ponselmu tak berhenti berdering”

“ah molla, tidak penting”

“biar aku yang jawab”

Ponselku berhasil di raih seohyun sebelum aku berhasil menyembunyikannya, ah, sial. Tapi untungnya sambungan terputus sebelum seohyun menjawabnya.

“ige mwoya? Jinjja, ya eonni ige siwon oppa yang menelfonmu dari tadi?”

“eo”

“wae? Apa dia ada urusan denganmu eonni?”

“molla, akhir akhir ini dia sering mengganguku dan menanyakan hal hal yang tidak penting”

“mwo? Hem… apakah siwon oppa menyukaimu eonni?”

“mwo? Buseun…”

“apa siwon oppa tahu kita sedang disini?”

“molla” ku teguk coffee latte dinginku, tak ingin membahas masalah ini lebih jauh dengan seohyunie

Memang sedari dulu siwon oppa menyukaiku, bahkan waktu aku masih ada donghae oppa. Sampai sekarang pun siwon oppa masih memberi perhatian lebihnya padaku, tadinya aku mengira siwon oppa perhatian padaku karena dia menganggapku sebagai dongsaengnya, tapi itu hanya anggapanku saja, semakin hari semakin berlebihan. Meskipun tidak terang terangan memberi perhatian padaku tetap saja aku tidak menyukainya, apalagi sekarang donghae oppa tidak ada di sisiku, setiap hari bahkan setiap jam dan setiap kesempatan siwon oppa mencari perhatianku. Tapi tetap dihatiku hanya ada donghae oppa seorang.

Selesai berbelanja kebutuhan seohyun kami berdua memutuskan untuk kembali pulang dan mempersiapkan surprise untuk kyuhyun, semacam suatu keharusan aku membantu sahabtku yang setia ini, karena tidak mungkin aku setegar ini jika tidak ada orang orang yang mencintaiku seperti seohyun dan juga kyuhyun. Aku bahagia bisa melakukan sesuatu untuk kebahagiaan mereka.

Setelah semua persiapan selesai aku pamit undur diri dan kembali pada misi mata mataku, bahkan kyuhyun pun tidak mengetahui aku sering menguntit donghae oppa diam diam, belum.

Donghae POV

Ah, selesai juga pekerjaanku. Hari ini banyak pelanggan yang mengunjungi café kami, tenagaku jadi sangat terporsir, meskipun Jessica membantuku tetap saja aku namja yang masih lebih kuat tenaganya. Rasanya ingin langsung merebahkan tubuhku di kasurku.

Entah kenapa malam ini aku merindukan yoona, bagaimana kabar yeojaku itu? Bahkan aku tidak berani menanyakan kabarnya pada kyuhyun. Tak apa, jika tak ada kabar berarti itu adalah baik.

“hhhhhh” ku hela nafas panjang, selalu terasa sesak jika aku mengingat yoonaku, rasa rindu mendominasi fikiranku.

Ku matikan lampu café yang memang sudah menjadi tugas rutinku sebelum meninggalkan café, bersama Jessica aku berjalan beriringan, apartemenku searah dengan halte buswaynya.

“oppa, yeojachingumu yang kemarin pingsan bagaimana kabarnya?”

“eo? Sepertinya baik baik saja, wae?”

“sepertinya? Apa kalian tidak bertemu lagi oppa?”

“ne sica, lebih baik seperti itu”

Jawabanku membungkam pertanyaan Jessica, mungkin dimatanya aku adalah namja kejam yang tega meninggalkan yeoja chingunya sendiri, ah, biarlah, semakin banyak orang yang membenciku itu semakin bagus, karena akan semakin sedikit orang yang akan menangisi kepergianku kelak.

“oppa, aku duluan, anyeong”

“ne, sampai jumpa besok”

Jessica berjalan menuju halte dan menunggu bis nya. Tinggal aku sendiri menelusuri jalan menuju apartemenku.

Bulu kuduk ku meremang, aku merasa sedang di ikuti, sejak kemarin perasaanku tidak nyaman ketika pulang bekerja. Aaah! Tidak tidak! Semoga itu bukan hantu, aku paling takut jika mendengar sesuatu tentang itu. Ku percepat langkahku menjadi setengah berlari, instingku mengatakan aku sedang diikuti oleh seseorang. Waspada! Ku balikan tubuhku, tak ada siapapun disana yang mencurigakan, kecuali seorang pejalan kaki sepertiku, namja berperawakan kurus memakai hoodie dan topi, wajahnya tersembunyi tak bisa ku lihat sedikitpun, dia juga menundukan kepalanya.

Tapi meliihat orang itu bulu kuduk ku semakin meremang, jangan jangan dia adalah hantu?

Aiish, hae ya! Jangan berpikiran yang tidak tidak ini jalan sepi, bagaimana jika ucapanmu menjadi nyata!

Author POV

Malam ini yoona lulus mengantarkan donghae ke apartemen namja itu, meskipun donghae tidak mengetahui yoona mengikutinya 2 malam ini. Tidak sia sia latihan singkatnya menirukan cara berjalan ala namja dan membeli barang barang yang biasa dipakai namja hoodie dan topi juga menjadi penyempurna penyamarannya selain sepatu kets dan celana jeans potongan namja.

Misi yoona ini sama sekali tak ada yang mengetahuinya, bahkan sahabatnya pun kyuhyun dan seohyun juga tidak mengetahui kegiatan yoona yang ini. Meskipun begitu yoona tetap menyempatkan diri untuk sekedar bertemu atau menghabiskan waktu bersama mereka agar mereka tidak terlalu curiga padanya.

Drrt… drrt…

Ponsel yoona berdering, kini ia sedang dalam perjalanan pulang. Diliriknya layar ponselnya tersebut.

 

Calling…

Siwon oppa

Yoona hanya menghela nafas dan memasukan kembali ponselnya ke saku hoodie yang ia kenakan.

“kenapa siwon oppa selalu menggangguku aiish…” gerutunya

Drrt… drrt…

“aiish jinjja, apa lagi?” gerutunya

Di keluarkan lagi ponsel yang tadi ia masukkan ke saku hoodie

You’ve got 1 message

 

From : siwon oppa

“yoong, kenapa telfonku selalu kau abaikan? Angkatlah… jebal”

 

“aiish, tidak penting sama sekali”

Dimasukan lagi ponselnya ke dalam saku

Drrrt… drrt…

Yoona POV

Aiish, kanapa namja in tak berhenti menggangguku, ini sudah yang ke 30 kali dia menelfon hari ini dan sms yang ke berapa entahlah, aku tidak menghitungnya.

Ku tatap layanr telfon, panggilan dari siwoon oppa menungguku untuk menjawabnya.

“ya! Aku tidak ingin berbicara denganmu! Yang ku harapakan menelfonku adalah donghae oppa, bukan kau!”

Aku berteriak pada ponsel di genggamanku yang terus bergetar karena belum ku jawab panggilannya.

Tapi saat aku akan memijit tombol hijau getarannya berhenti, sambungan terputus.

Syukurlah, aku tidak perlu repot repot mematikannya. Ku lanjutkan lagi perjalananku pulang ke rumah dan ponselku kembali bergetar, sms dari siwon oppa.

From : siwon oppa

 

“yoong, kalau kau memang sibuk hari ini sampai tidak bisa mengangkat telfon dariku, tidak apa apa,

tapi jika kau ada waktu besok datanglah ke café handel and Gretel,

ada gal penting yang ingin ku sampaikan.

Aku yakin jika kau tidak datang kau akan menyesal”

Ige mwoya? Dia mengancamku? Hah, benar benar.

Tapi tunggu, café handel and Gretel katanya?

Bukankah itu adalah café yesung oppa?

Tempat dimana donghae oppa sekarang bekerja?

Sebenarnya apa yang ingin siwon oppa sampaikan padaku?

Ku rebahkan tubuhku di atas ranjang queen size empuk milikku setelah bertemu dengan omma dan pamit tidur. ah, nyaman sekali.

ku raih handphoneku dank u baca sekali lagi pesan dari siwon oppa.

Baiklah, aku akan menelfonnya.

 

Tuut… tuut…

 

“yeoboseyo?”

“ah, yoona ya, akhirnya kau menelfonku juga, aapa aku harus mengancammu setiap ingin bicara denganmu?”

“ah, mian oppa, aku hanya sedikit sibuk”

 

“eo, bagaimana? Kau sudah baca pesanku?”

“ne, apa yang ingin kau sampaikan oppa?”

 

“bimil, kalau kau ingin tahu datanglah besok ke tempat yang aku sebutkan tadi”

“keundae wae? Hal penting apa yang ingin kau sampaikan? Sampaikan saja sekarang”

 

“shireo! Besok, di tempat yang aku sebutkan tadi, jika kau tidak datang, ku pastikan kau akan menyesal”

“mwo? Apa maksudnya ini? Kau mengancamku oppa?”

 

“ani, hanya memperingatkan, ok? Akan aku beritahu jam nya besok ne?”

Klik

Sambungan terputus

Memang tak ada nada mengancam dari intonasi berbicara siwon oppa, itu yang semakin membuatku penasaran, tapi, apa perlu aku menemuinya?

Bagaimana jika donghae oppa melihatku sedang bersama namja lain yang notabene adalah saingannya dulu?

“aah, eottokhae?” 

——————————————————————————————————————————————————–

tbc…

otte?

mian kalo masih gaje…

please leave message *bow

9 thoughts on “ff yoonhae – Only And Always Love You – Part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s