ff yoonhae – Can’t You See Me ? (part 7)

Gambar

anyeong haseyo reader….

ada yang nunggu kelanjutan part ini???

nugu??

haha… mianhae, author sekarang selalu lama nge post kelanjutan ff ini, karena jadwal author cukup padat dan terlalu lelah untuk mendalami setiap karakter di dalamnya, 

so… jadi molor deh pembuatan ff nya…

gak kerasa ya udah part 7 aja,

yik kita langsung aja jangan kebanyakan cas cis cus…

happy reading ^^

******************************************************************************************************************

Tubuhku terasa lemas setelah mendengar penjelasa uisa tentang keadaan kekasihku, yoona.

 

 “nona Im mendapat benturan yang cukup keras di kepala, menurut hasil pemeriksaan kami nona Im mengalami symptom transient global amnesia atau bahasa awamnya disebut dengan amnesia sementara, dalam kasus ini nona im sepertinya selain mengalami benturan di kepala kondisi psikologinya juga tidak begitu baik, seperti ingin melupakan suatu memori”

“lalu apakah dia bisa mengingat semuanya lagi uisa?”

“kemungkinan selalu ada, tapi tidak bisa di paksakan, jika pasien di paksakan untuk mengingat masa lalunya ada dua kemungkinan yang akan terjadi yaitu pasien akan mengingat memorinya kembali atau tidak akan pernah mengingat masa lalu nya sama sekali”

 

Masih terngiang dengan jelas setia kata yang di ucapkan uisa padaku. Tuhan… kenapa harus yoona yang mengalami ini semua.

Amnesia sementara, melupakan kenangan buruk di masalalu, apakah kenanganku bersama yoona tidak ingin ia kenang? Sehingga yoona sama sekali tidak mengenaliku, ia hanya mengenali kyuhyun, bahkan jessica pun tak ia kenali.

 

Flashback

“dangsineun… nuguyo?” syok mendengar yoona mengucapkan kata kata itu saat ia sadar

“eodirago?”

“kenapa aku bisa disini? Aakh… appo”

“chagiya, ini aku donghae, lee donghae, apa kau tidak mengenaliku?”

Ia tidak menjawab, yoona memandangi setiap wajah yang berada di dekatnya

“kalian siapa? Kenapa menangis?”

“yoongie, kau tidak mengenaliku?” suara jessica parau bercampur isakan, jessica sama terpukulnya seperti diriku, bahkan sahabatnya sendiri yoona tidak ingat?

“eonni…” seohyun terisak, aku semakin panic, wajah yoona menunjukan jika ia bingung sekaligus takut.

Suara pintu terbuka, kyuhyun berlari kecil menghampiri kami, tapi uisa tak ikut bersamanya

“hyung uisa akan kesini sebentar lagi… yoong kau sudah siuman? Apa kau merasa sakit?”

“kyuhyun ah… kenapa aku bisa berada disini, apa yang terjadi?”

Seperti tersambar petir, air mataku meleleh, yoona tidak mengenaliku tapi ia mengenali kyuhyun. Orang yang sangat ku cintai tidak mengenaliku.

“yoong, kau kecelakaan, kau ingat?”

“lalu, siapa mereka?”

“nde?! Yoong ah jangan bercanda, kau tidak mengenali mereka? Kau tidak ingat donghae hyung?” yoona menggeleng

“jessica?” yoona kembali menggeleng

Ku raih tangan yoona, ku ciumi tangan mulusnya, tapi ia menarik tangannya! Wae?

“chagiya… ini aku, kekasihmu, jebal, tidak kah kau ingat padaku”

 

Tak ada yang bisa kami lakukan setelah itu, tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi yoona dan melakukan berbagai pemeriksaan.

 

—–

Sudah satu minggu berlalu kondisi fisik yoona sudah pulih, namun ingatannya masih belum ada perubahan, ia hanya ingat pada kyuhyun, tidak padaku, tidak juga pada jessica.

 

Ku ketuk pintu kamar rawat yoona, ini menjadi kebiasaanku semenjak ia memarahiku karena masuk kamar rawatnya tanpa mengetuk pintu dahulu, aku lupa jika ia sekarang tidak ingat padaku.

 

Yoona tengah duduk di ranjangnya, terdiam, ani, dia melamun memandang kea rah jendela, semenjak siuman ia tidak terlalu banyak bicara dan selalu tenggelam dalam dunia lamunannya, entah apa yang ia fikirkan saat ini, yoona ya… apakah di dalam ingatanmu sama sekali tak ada diriku?

 

“yoongie…”

Yoona menoleh padaku, dia tidak menjawab panggilanku,dan hanya menatapku lalu kembali melihat ke arah jendela.

“bagaimana kabarmu hari ini?” ku dekati tempat tidurnya dan duduk persis di sampingnya.

 

Yoona masih tak bergeming, apa yang sedang kau fikirkan yoong?

Ku belai rambutnya, ia kembali focus, tersadar dari lamunannya dan tidak lagi menatap ke arah jendela.

 

“kau sudah meminum obatmu chagi?”

Yoona menghela nafas panjang

“kenapa aku harus minum obat? Kenapa aku masih di rumah sakit? Dan kenapa kau terus terus memanggilku dengan sebutan ‘chagi’?” sikap yoona dingin, dia bukan yoonaku. Tuhan… kumohon kembalikan yoona ku.

 

Miris melihatnya seperti ini, seperti orang asing.

“yoona ya, kondisimu belum pulih karena itu kau belum boleh pulang dan masih harus minum obat?”

“berlama lama disini pun tidak mengembalikan ingatanku”

“Kau harus sabar chagiya, setidaknya menunggu kondisi fisikmu pulih dulu, setelah itu aku janji akan membawamu pulang”

“pulang?”

“benar, pulang”

“aakh… appo” yoona meringis kesakitan memegangi kepalanya

“chagiya, gwenchana? Aku panggilkan dokter, tunggu sebentar ne?”

“ti…tidak usah donghae ssi, sudah tidak sakit lagi” meskipun ia berkata demikian namun wajahnya masih menunjukan jika sakit itu masih terasa.

“jeongmalyo?” ia mengangguk, aku kembali duduk di samping ranjang yoona, ia sudah kembali tenang.

 

‘donghae ssi’ benar, kalian tidak salah dengar, yoona memanggilku ‘donghae ssi’ bukan ‘oppa’ seperti panggilannya dulu padaku, sakit, tentu saja hatiku sakit mendengarnya berbicara begitu formal padaku, seolah olah aku adalah orang asing di hidupnya, meskipun saat ini aku telah menjadi orang asing untuknya.

 

Author POV

2 minggu sudah yoona di rawat di seoul hospital, dan hari ini yoona sudah di perbolehkan pulang, meskipun kondisi fisik yoona sudah pulih betul, tapi tidak dengan ingatannya, ia masih belum mengingat apapun tentang masalalunya, yang ia ingat hanya kyuhyun, da ia hanya terlihat lebih santai dengan sahabatnya itu, tapi tidak untuk donghae, jika bersama donghae yoona terkesan dingin dan kaku, meskipun berkali kali donghae mengatakan bahwa ia dan donghae adalah sepasang kekasih namun yoona sama sekali tak bergeming, seolah menganggap donghae orang asing untuknya.

 

“dimana kyuhyun? Seharusnya dia yang mengantaku pulang bukan?” ucap yoona masih bernada dingin pada donghae yang tengah membereskan barang barang yoona dan memasukannya ke dalam koper.

“dia tidak bisa mengantarmu pulang yoong, jadi aku yang mengantarmu, wae? Kau tidak suka?”

“aniyo, aku hanya tidak ingin merepotkanmu donghae ssi”

Donghae menghentikan aktifitasnya, dan mendekati yoona yang kini tengah duduk di kasur pasein.

“hmm, ini sama sekali tidak merepotkanku yoongie… jebal, bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan formal? Bisakah kau memanggilku oppa?” donghae kini berlutut dan menggenggam tangan yoona dan memandangnya dengan tatapan yang lembut penuh kasih sayang.

“tapi…”

“hanya panggilan saja yoong, hm?”

“ne, baiklah oppa”

Donghae tersenyum dan membereskan lagi barang barang yoona

 

*****

“apakah rumahku memang sangat jauh? Kenapa belum sampai juga dari tadi?”

“aniyo, rumahmu di seoul yoong, namun aku akan membawamu ke tempat kenangan kita, untuk sementara kau akan tinggal disana”

“kenangan?”

“nde, kenangan”

 

Mobil yang dikendarai donghae terus melaju membelah jalanan menuju kotamokpo, ia berencana untuk tinggal bersama yoona di villa nya yang berada di mokpo, mengingat bahwa villa itu adalah villa impian yoona dan disana juga terdapat kenangan tentang mereka berdua meski hanya sesaat.

 

Yoona POV

Aku kini berada di dalam sebuah mobil yang sedang melaju membelah jalan kotaseoul dan entah kemana namja ini akan membawaku, aku tidak mengenal namja yang bernama donghae ini, tapi entah kenapa aku selalu menurut dan percaya apa yang ia katakan.

 

Lee donghae menurutku namja yang cukup baik, jadi dia tidak mungkin menyakitiku bukan? Apalagi kyuhyun juga mengenalnya, hah, sepi rasanya, entah kenapa hati dan fikiranku terasa kosong semenjak aku membuka mata, tak ada satupun hal yang dapat ku ingat, dan satu satunya orang yang ku kenal hanyalah kyuhyun, aku tahu ia adalah sahabatku semenjak kami kanak kanak, dan sisanya sama sekali tak dapat ku kenali.

 

Menurut donghae oppa aku akan di bawanya ke tempat yang memiliki kenangan untukku, hmm, semoga bukan kenangan yang buruk yang bisa ku ingat. Tapi aku juga sedikit penasaran dengan tempat yang akan kami tuju itu.

 

Sepanjang perjalanan tak ada yang kami bicarakan, aku juga lebih memilih diam, tak ada topic pembicaraan yang bisa ku bahas dengannya, lagi pula entah kenapa aku selalu merasa canggung bila berada di dekat namja ini, jantungku berdebar 2x lebih cepat dari biasanya, apalagi saat dia menyebutku dengan sebutan ‘chagi’. Aku heran kenapa dia terus terusan menyebutku seperti itu, apa dia tidak risih menyebut orang asing dengan panggilan yang lumayan terdengar intim? Mungkin orang lain akan salah paham?

 

Pantai!!!

Aku bisa melihat pantai dari jendela mobil ini, ku buka kaca jendela dan serbuan angin berbau khas pantai langsung menyerangku… aaah segar sekali. Senyumku mengembang melihat pemandangan yang indah ini.

“kau suka?” donghae oppa kini tengan tersenyum memandang ke arahku, sesekali ia focus ke arah jalan.

“nde?”

“kau suka pantai kan yoongie?”

“hmm, neomu joha…”  ku tutup kembali kaca jendela mobilnya dan kembali duduk dengan tenang

“wae? Buka saja jendelanya”

“eobseoseo… anginnya sangat besar… dingin”

 

Tak lama berselang mobil ini berhenti dan terparkir di halaman sebuah rumah berwarna putih

“chaa… kita sudah sampai yoong”

Tak banyak bicara aku hanya turun mengikutinya, doghae oppa membawa semua koper ke dalam rumah putih itu dan aku mengikutinya dari belakang.

 

Ku layangkan pandanganku ke segala penjuru arah rumah ini, rumah ini seperti tak asing untukku, rasanya aku pernah berada disini sebelumnya.

Seperti ada perasaan aneh seperti merindukan sesuatu saat aku melangkah menyusuri rumah ini.

 

Tiba tiba sekelebat bayangan muncul di otakku, aku pernah berada di rumah ini, benar, perasaanku tidak salah.

“kita berada dimana oppa? Dan ini rumah siapa?”

Donghae oppa berhenti dari aktifitasnya dan mendekat ke arahku yang tengah memandangi laut dari jendela yang mengarah ke balkon rumah ini

 

“kita berada di mokpo yoong, dan ini adalah vila kita” ujarnya, suaranya sangat lembut, ia kini berada di sampingku

“mokpo? Vila kita? Apa maksudnya oppa?”

“ne, lebih tepatnya vila ini ku buat untukmu, karena ini vila ini adalah rumah impianmu, dulu”

Aku memandangnya, melihat ke dalam matanya, mencari tahu kebohongan yang mungkin tersirat dari mata indahnya, tapi nihil, ia sepenuhnya jujur, lalu kenapa ia bisa membuat sebuah vila untukku? Apa hubungan kami sebenarnya dahulu?

 

Donghae POV

Yeojaku kini tengah berdiri menghadap pantai dan menanyakan lokasi sekarang kami berada, ah, aku sangat ingin memeluknya saat ini, seperti dahulu aku lakukan, back hug, pelukan favorit kami, tapi ku urungkan niatku, yoona ku saat ini tidak mengenaliku sebagai pangerannya.

“kenapa kau membuat vila ini untukku? Apa sebenarnya hubungan kita dahulu oppa?”

“benar kau ingin mengetahuinya yoong? Apa tidak lebih baik jika kau mengingatnya secara perlahan lahan? Aku tidak ingin kau kesakitan lagi karena ingin mengingat sesuatu”

“nde, gwenchana oppa, cepat atau lambat aku harus mengetahui kenyataan yang sebenarnya bukan?”

“tapi…”

“jebal oppa”

“baiklah… dahulu kita kekasih yoong, ani, lebih tepatnya aku adalah orang yang mencintaimu, sangat sangat mencintaimu, dan rumah ini ku bangun karena kau menyukai rumah putih di pinggir pantai”

Yoona terdiam mendengar semua jawabanku

“yoong, gwenchana?”

“ah, nde oppa”

 

Author POV

Yoona dan donghae menempati rumah putih di pinggir pantai, persis seperti kejadian sebelum yoona kecelakaan, dengan harapan yoona dapat sedikit sedikit mengingat tentang memori masa lalu bersama dirinya.

 

Yoona pun tak menolak ajakan donghae untuk tinggal bersamanya, mungkin yeoja itu merasa nyaman bersama donghae meskipun dalam ingatannya dia tak mengenal donghae sama sekali.

 

Kini tampak donghae tengah berkutat di dapur dengan menggunakan celemek dan tangannya menggenggam spatula, matanya sibuk melihat bolak baik ke arah penggorengan dan laptop, melihat panduan cara memasak resep baru. Sebenarnya bisa saja ia menelfon restoran dan memesan makanan yang ia inginkan, namun bukankah itu akan membuang moment berharga dimana yoona akan mencicipi hidangan yang dibuat olehnya? Benar, seperti beberapa minggu yang lalu, dimana donghae memasak untuk yoona dan membuat yeoja itu kagum atas kebeolehan donghae di dapur.

 

Setelah semua hidangan tersaji donghae menghampiri yoona yang kini tengah berada di balkon villa mereka, memandang laut yang gelap dalam diam. Donghae menyampirkan selimut tebal di pundak yoona yang membuat yeoja itu tersentak kaget dari lamunannya.

“disini dingin yoong… apa yang sedang kau fikirkan?”

“eo, eobseo oppa, tidak ada yang ku fikirkan”

“hm, makan malam sudah siap, kau tidak lapar?”

‘kruyuuk…’ yoona menunduk, seburat warna merah menjalar di pipinya

“sepertinya perutmu lebih cepat merespon” donghae terkekeh dan menarik lembut tangan yoona menuju meja makan yang tersedia hidangan yang membuat perut yoona lebih keras bersuara.

 

Yoona POV

Donghae oppa, namja ini kini bersamaku, aku harus terbiasa berada di dekatnya, jujur aku sangat nyaman berada di dekatnya, entah apa yang aku rasakan kini padanya, aku tak mengenalnya, namun jika memandang wajahnya seakan ada rasa rindu yang besar yang membingungkan.

 

Donghae oppa menarik lembut tanganku ke dalam villa, respon yang di berikan perutku ternyata lebih cepat dibanding dengan otakku, membuatku ingin bersembunyi di tengah laut saat perutku berbunyi tanda kelaparan, aah, sungguh memalukan.

 

Ku kentikan langkahku. Ku pandangi meja makan itu, ada apa ini? Kenapa aku ada di kursi itu? Ku lihat diriku sendiri tengah duduk di kursi berhadapan dengan namja yang kini tengah menggenggam lenganku, ku perhatikan gerak gerik mereka, gerak gerik diriku dan donghae oppa, mereka tampak begitu hangat dan bahagia, saling memandang dalam diam, tersenyum satu sama lain.

Aaakh… appo!

“aakh…” suaraku lolos membuat donghae oppa berbalik dengan panic melihat keadaanku, tanganku masih di genggam olehnya.

“yoong? Gwenchana? Manhi appo?” ku lihat wajah donghae di depan wajahku dengan muka yang cemas, ku layangkan lagi pandanganku ke meja makan, namun sekarang kosong, tak ada sesiapa disana, tak ada aku dan donghae oppa yang tadi.

“yoong? Yoongie ya” donghae oppa kembali membuyarkan lamunanku.

“ah, ye oppa, sudah tidak apa apa?”

“jinjja? Duduk dulu disini yoong, sebentar, aku ambilkan air”

Donghae oppa menyuruhku duduk di kursi dan beberapa detik kemudian ia kembali dengan segelas air hangat dan memberikannya padaku.

“minumlah yoong, apa masih sakit?”

Aku menggeleng, donghae oppa kini berada di depanku, berjongkok, menyapukan tangannya ke dahi dan pipiku solah olah dokter yang memeriksa pasiennya, wajahnya, ia tampak begitu panic, tampang cemasnya masih belum hilang.

“gwenchana oppa, aku sudah tidak apa apa, geokjeongma oppa”

“jinjja? Ku mohon jangan menutupi rasa sakit sekecil apapun yoong, jebal hm?”

“ye oppa…” raut wajahnya tampak rileks sekarang, ku cegah tangannya saat ia hendak melangkah menjauhiku

“oppa”

“hm? Wae yoong? Sakit lagi?”

“aniyo oppa, hm, apa kita pernah kesini sebelumnya?”

“tentu saja yoong, waeyo? Apa ada sesuatu yang kau ingat?” aku mengangguk, meng’iya’kan, dan donghae oppa kembali berjongkok di hadapanku dengan ekspresi penasaran.

“jeongmalyo? Apa yang kau ingat yoongie?”

“aku, aku seakan melihat diriku dan oppa tengah duduk di meja ini dan menikmati makanan”

“lalu? Lalu apa lagi yang kau ingat?” ucapnya antusias

“hanya itu oppa, lalu kepalaku terasa sangat sakit” wajahnya berubah menjadi sendu, tangannya mengusap pipiku lembut menenangkan

“tidak apa apa chagi, jangan di paksakan, chaah.. kita makan dulu, aku sudah lapar”

Ucapnya mencairkan suasana”

 

-skip acara makan-

 

********

Sudah seminggu aku di villa ini, menghabiskan waktu di pantai bersama donghae oppa, namun sepertinya tak ada perkembangan di ingatanku yang masih belum bisa mengenali namja yang selama ini menemaniku, meskipun ia masih asing di fikiranku, namun perlahan aku mulai mengenalinya, aku pun ingin mengenalnya dari awal lagi, seolah kami baru pertama kali bertemu, dan berkenalan.

 

Namun hari ini donghae oppa harus kembali ke seoul, urusan pekerjaan, mungkin memang sudah terlalu lama ia menelantarkan pekerjaan pekerjaannya demi mengurusiku, dan aku baru mengetahui bahwa donghae oppa ternyata adalah seorang jaksa. Perlahan aku mulai mengenalinya.

 

Kini aku berada di balkon vila, seperti kebiasaan baruku yang selalu menatap laut, dengan menatap laut perasaanku lebih tenang, ketika hatiku mulai risau karena tak dapat mengenali masa laluku, laut selalu bisa menenangkanku, mendengar deburan ombak seperti terapi yang membuat otot syarafku rileks.

 

Perhatianku teralihkan saat seseorang seperti tengah membuka pintu utama vila ini, apakah donghae oppa? Ku langkahkan kakiku menuju ruang tengah vila ini, dan tampak seorang ahjuma memasuki ruangan ini, mulutnya menggumamkan sesuatu yang tak bisa ku dengar, dan akhirnya ia melihatku, ahjuma itu tampak sedikit terkejut dengan kehadiranku.

 

“ommo, kau mengagetkanku, aigoo kenapa kau diam tak bersuara seperti itu yoona ya, mengagetkanku saja, aigooo”

Nde? Aku tidak salah dengar bukan? Ahjuma ini menyebut namaku, apakah dia juga mengenaliku?

“chogiyo… nuguseyo? Apa ahjuma mengenaliku?”

“nde? Aigoo, kau tidak mengenaliku yoona ya?”

“joesonghamnida, saya tidak mengingatnya”

“jeongmalyo? Mari duduk dulu disini yoongie”

 

Author POV

Yoona kini duduk bersama wanita paruh baya yang ternyata adalah donghae eomeonim, namun yoona tidak mengenali ahjuma itu.

“aku dengar kau kecelakaan yoong, dan apa kau tidak mengenaliku?”

Yoona menggelengkan kepalanya

“aigoo, bagaimana bisa anak nakal itu meninggalkan yeoja seorang diri di tempat seperti ini, seharusnya ia memberitahu ku”

Yoona hanya terdiam memandangi ahjuma yang menggerutu kesal, meskipun ia tidak mengerti apa yang ahjuma itu bicarakan.

“nae, lee donghae eomeoni yoong, apa kau juga tidak ingat pada anakku donghae?”

“nde? Ah, joesonghamnida ahjuma, joesonghaeyo”

“ne, gwenchana, apa donghae tidak menceritakan keluarganya padamu?”

“aniyo ahjuma, donghae oppa tidak menceritakan apapun jika tidak aku minta, karena kepalaku akan terasa sakit jika berusaha mengingat sesuatu”

“ah, benarkah?”

“ne, apakah kita sebelumnya pernah saling kenal ahjuma?”

“eo, geureom, kau sangat sering mengunjungiku dulu, saat kau masih kuliah bersama donghae”

“benarkah… aakh…” yoona tampak kesakitan dan memegangi kepalanya

“yoona ya… gwaenchanha? “

“gwaenchan… aakh…”

“sudah jangan di paksakan yoong? Apa kau minum obat? Dimana obatnya?” nyonya lee tampak panic mendapati yoona tengah kesakitan

“ani ahjuma, gwaenchanha…” yoona menarik nafas panjang

“sekarang sudah tidak apa apa ahjuma”

“jinjja? Aigoo kau kesakitan seperti itu, apa kita perlu ke dokter?”

“aniyo, tidak usah ahjuma” satu lagi pelajaran baru yang yoona dapat, ternyata semua perhatian dan sifat cepat paniknya donghae menurun dari eomeonim nya.

 

Matahari sudah tinggi, dan ahjuma pun sudah pulang ke kediaman keluarga lee yang berarti adalah rumah lee donghae yang jaraknya ternyata tidak jauh dari villa ini.

Eomonim berjanji akan lebih sering mengunjungi yoona dan memasak untuknya seperti saat mereka kenal dulu.

 

Beberapa menit kemudian donghae kembali dengan banyak barang yang ia bawa. Wajahnya cemas memikirkan bahwa ia telah meninggalkan yoona begitu lama, namun rautnya berubah seketika saat melihat yoona nya tengah tertidur di sofa dengan tivi yang masih menyala.

 

Donghae menyelimuti tubuh yoona dan mengusap lembut rambut halusnya, ah, sangat terlihat ia begitu memuja yeoja itu.

“saranghae yoong”

 

^^^^^^

 

Donghae POV

Aku kini tengah mengamati yoona yang sedang berlari lari kecil mengejar mahluk pasir, wajah polosnya tampak seperti malaikat, tepat sekali ia bernama yoona, ia memang seperti anak kecil yang polos dan tak berdosa, yeojaku.

 

Yoona berlari ke arahku dengan tangan yang menangkup mengurung sesuatu,

“oppa, aku berhasil menangkapnya, lihatlah”

Tangannya terbuka dan menampakkan mahluk kecil berkaki banak seperti sebuah kepiting dalam ukuran sangat mini.

“neomu kwiyeobta”

Aku tersenyum membenarkan, namun jauh imut yeojaku tentu saja.

 

“oppa, kemarin ahjuma mengunjungiku” ucapnya yang kini terduduk di sampingku

“nugu?”

“neo eommeonim oppa, kenapa kau tidak bercerita kau memiliki keluarga disini?”

“jinjja? Ah, mian, aku tidak sempat memikirkan kearah sana”

“huh, untung saja ahjuma mengenaliku”

“mianhae, lain kali aku akan membawamu mengunjungi eomma”

 

Yoona kembali berlari lari mengejar mahluk kecil yang selalu berhasil masuk ke dalam lubang persembunyiannya, dan membuat yoona mempout kan bibirnya, ah, tuhan… aku tidak ingin apa apalagi, cukup seperti ini tidak apa apa, tanpa ku duga yoona menerima kehadiranku di ingatannya yang kosong tanpa perlawanan, itu merupakan suatu anugerah untukku.

 

“YOONG!! YOONGIE!!” sepertinya aku tidak asing dengan suara itu, benar saja itu adalah cho kyuhyun, dia memanggil nama yoona dari seberang jalan. Aku bangkit dari dudukku dan menghampiri yoona yang hendak mendekat kea rah kyuhyun yang sudah turun dari mobilnya bersama seohyun tentu saja.

“kyu ya!!” yoona melambai lambaikan tangannya, berbalik ke araku dan tersenyum, aku tahu ia ingin mendekat kea rah kyuhyun.

“tunggu aku kesana kyu” teriaknya

Ku dampingi yoona menuju kyuhyun, ia tersenyum.

Tinggal beberapa meter lagi kami keluar dari pasir menuju jalan beraspal.

Kyuhyun  hendak mendekati kea rah kami dengan seohyun di depan kyuhyun, namun tiba tiba ada mobil melaju kencang hampir menabrak seohyun jika ia tidak segera di sambar oleh kyuhyun di belakangnya.

 

“AAAKH!!!” yoona berteriak kesakitan lebih keras dari biasanya, tubuh yoona ambruk hampir menyentuh pasir jika tidak segera ku rengkuh.

“yoong, yoongie ya… ireona!! Yoong!!”

Yoona  pun tak sadarkan diri.

——————————————————————————————————————

TBC.

gimana reader? 

tambah gaje kah?

please leave comment ya… buat masukan di ff selanjutnya ^^

gomawo^^

19 thoughts on “ff yoonhae – Can’t You See Me ? (part 7)

  1. lanjut thor,,, mudah2an stlh jatuh pingsan yoona bs inget ama donghae, dan mrk bisa cpt bersatu🙂 next part-nya jgn lama2 yah😉 di tgg jg kelanjutan ff yoonhae yg lain thor, gomawo ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s