ff yoonhae – Can’t You See Me ? (part 8 – End)

Gambar

******

anyeong haseyo reader…

chaa… akhirnya part terakhir sudah selesai…

ternyata untuk menjadi penulis yang baik butuh perjuangan ya…

ne, ne, ne…

aku tahu kalian udah gak sabar buat baca eo?

baiklah, ga bakal lama deh basa basinya ^^

geureom… happy reading… ^^

hana… dul… set!

—————————————————————————————————————–

Lagi lagi aku berada disini, di ruangan yang ya cukup bisa dibilang sangat tidak asing bagiku, dengan ketakutan yang sama, kecemasan yang sama pula seperti dahulu saat aku menunggu yeojaku terbangun dari tidur panjangnya dan berujung ia tidak mengenaliku.

‘jika nona Im terlalu memaksakan diri untuk mengingat masa lalunya hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi, ia akan mengingat semuanya atau akan melupakan semuanya selamanya’

 

Kembali terngiang ucapan uisa di telingaku saat yoona ku terbaring lemah di tempat tidur yang sama, andwae! Itu tidak boleh terjadi, belum cukupkah hukuman yang aku terima karena telah menyakiti dua yeoja yang mencintaiku? Tuhan, jebal lindungi yoona ku.

Yoona pingsan setelah tiba tiba ia berteriak histeris saat melihat seohyun hampir terserempet oleh mobil yang melaju kencang dari sebrang jalan ketika seohyun dan kyuhyun hendak menghampiri kami di pantai dekat vila ku di mokpo, dan disinilah (lagi) kami berada, aku tak sempat memikirkan apapun, aku langsung melarikan yoona ke rumah sakit seoul tempat dimana dulu ia dirawat.

Mata yoona masih terpejam, sudah 2 jam lamanya yoona berada di alam bawah sadarnya, tak tahukah ia bahwa disini aku mencemaskannya?

Yoongie…

chagiya… bukalah matamu jebal…

ku remas tangannya yang sedari tadi ku genggam mengingatkan ia tak sendiri,

“chagiya, jebal bukalah matamu… huh?”

Dadaku mulai terasa sesak, mataku memanas,

andwae!

Aku tidak boleh lemah!

Donghae ya bertahanlah, yoona ku pasti akan kembali padamu.

Percayalah, yoona adalah takdirmu, ia tidak mungkin melupakanmu hae ya…

“chagiya…”

Menurut pemeriksaan uisa tak ada kelainan pada tubuh yoona, kemungkinan hanya reaksi syock yang mengingatkannya pada kejadian yang pernah menimpanya. Tapi kenapa ia harus kembali terbaring tak sadarkan diri, dan kapan ia akan terbangun?

“chagiya, yoongie, kau tahu? Kau ini seperti snow white yang terus saja tertidur”

“chagiya, apakah aku harus menciummu agar kau mau membuka matamu eoh?”

“keurae, kau tidak akan memukulku bukan?”

Ku kecup bibir tipis yoona, lembut. Hanya sebuah kecupan. Ku amati yoona, tak ada erubahan, tidak ada gerakan apapun.

“aigoo yoong ah, kau bahkan lebih keras kepala daripada snow white, jebal… ireona chagiya… hiks”

Runtuh sudah pertahananku untuk tidak meneteskan air mata, aku terisak di samping tubuh yoona yang masih tenang terlelap dalam mimpinya, apakah kau memimpikanku yoongie?

Jebal… ireona…

“hyung, tenanglah, yoona pasti akan segera sadar dan mengingat semuanya lagi”

Ucap kyuhyun yang tiba tiba berada di belakangku, sejak kapan ia masuk kamar ini? Aku tak mendengarnya membuka pintu. Ku usap air mataku dan membalikan tubuh menghadap kyuhyun, seohyun bahkan sudah ada disini.

“aku sudah membereskan administrasi hyung, sekarang makanlah”

“gomawo, kyu ya, tapi”

“aku tahu oppa pasti tidak ingin meninggalkan eonni bukan? Karena itu aku bawakan makanannya kesini oppa”

“makanlah hyung, biar aku yang duduk disini”

“nde, sekali lagi terima kasih kyu ya, hyunie ya”

“cheonma oppa, eonnie sudah ku anggap seperti eonnie ku sendiri”

Aku tersenyum mendengar penuturan seohyun, yoona ya, lihatlah… betapa kau sangat di cintai, cepatlah bangun sayang…

Author POV

Sudah hampir sehari penuh yoona masih belum membuka matanya, donghae masih dengan setia menemani kekasihnya, sama seperti kejadian yang telah lalu dimana ia juga hampir tak pernah meninggalkan kursi yang ia duduki sekarang untuk melihat keadaan yoona, menunggu setiap detik berharap yoona segera sadar dan membuka matanya.

Tangan yoona masih dalam genggaman tangan donghae, tak pernah terlepas, dengan kelelahan yang telah memuncak mata donghae pun tertutup, mengistirahatkan sejenak otak dan tubuhnya yang setiap detiknya selalu tegang menunggu kesadaran yoona.

Kyuhyun beberasa jam yang lalu pamit untuk mengantarkan seohyun dan berjanji akan kembali besok pagi sebelum berangkat kerja.

1 jam…

2 jam…

3 jam…

Ruangan itu tampak sepi namun hangat, dengan tangan yang masih bertaut.

Tangan yoona bergerak, matanya menggeletar, perlahan ia membuka matanya, ya, hari masih pagi buta,yoona menerawang ruangan sekitar, familiar dengan menadangan yang ia lihat, benar, ini adalah kamar rumah sakit tempat ia dirawat beberapa minggu yang lalu, merasa tangannya hangat ia menoleh kea rah namja yang tertidur dengan posisi duduk dengan kepala yang bersandar ke tempat tidur yoona.

Yoona melepaskan genggaman tangan donghae dan mengusap rambut halus donghae, air matanya kini menetes di pipinya.

“oppa…”

Donghae tersadar, bangun dari posisi tidurnya, dan yoona kembali memejamkan matanya, kembali ke posisi semula saat ia tertidur tadi.

Donghae POV

Mimpi indahku bersama yoona terusin dengan sentuhan lembut di rambutku, dan samar aku dengan yoona memanggilku ‘oppa’

Ku lihat yoona masih tenang dengan posisinya yang masih sama seperti semalam, namun tampak matanya basah. Ku usap air mata di matanya yang masih rapat terpejam.

“apakah kau menangis yoong? Wae? Apa kau mimpi buruk chagi?”

Ku kecup dahinya, dan, hei! Dahinya berkerut, apakah yoonaku sudah sadar?

“yoong, yoona ya… kau bisa mendengarku?”

Bulu matanya menggeletar, perlahan matanya membuka

“oppa…”  ucapnya parau

“ne chagie, ini oppa”

Dokter datang beberapa menit setelah yoona tersadar dan menurut hasil pemeriksaan yoona di perbolehkan pulang hari ini.

Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, semenjak ia sadar beberapa menit lalu yoona cenderung lebih pendiam dibanding dengan sebelum ia pingsan, tapi aku masih bisa bernafas lega, yoona masih bisa mengenaliku, entah apa yang akan terjadi jika yoona sampai tidak mengenaliku lagi.

Kini kami dalam perjalan pulang ke mokpo, villa putih kami. Kyuhyun dan seohyun terpaksa tidak bisa menjemput kepulangan yoona karena ada kasus yang harus di sidangkan hari ini.

sampai sekarang pun tak ada kata kata keluar dari bibir yoona, sesekali ku lirik yoona yang terdiam, ia tampak tengah memandangi jalan yang kami lalui, tersenyum, apakah mataku masih normal? Yoona tersenyum, matanya berbinar, persis seperti yoona ku yang dulu.

Tak lama kemudian kami sampai di villa putih kami, ku bereskan barang bawaan kami, ku layangkan pandanganku mencari yoona, ah, ternyata ia ada di balkon, sumpah demi apapun, pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang paling indah yang pernah ku lihat, siluet tubuh yoona yang diterpa sinar matahari senja merupakan lukisan yang paling menakjubkan.

Ku dekati yoona dan berdiri disampingnya, menyadari kehadiranku yoona menoleh dan tersenyum padaku, ah, begitu indah senyumnya.

Sesaat yoona menunduk dan bergeser ke arahku, ia kini berada persis di hadapanku. Babo donghae! Hampir saja aku kehilangan keseimbangan akibat rasa kaget atas tindakan yoona yang tiba tiba. Ku cengkram kuat pagat pembatas balkon, masih dengan yoona di depan membelakangiku.

Masih mematung terkejut atas tindakan yoona yang begitu mendadak tangannya kini menyentuh lengan kanan ku dan menyampirkannya ke pundak dan memelukan tanganku ke pundaknya, sedangkan tangan kiriku di belitkannya ke perut langsingnya.

“oppa bogoshipeo…”

Tak ada kata yang bisa ku ucapkan, terlalu mendadak, tak ada persiapan mental,

Ku rasakan yoona menghela nafas berat dan mengeratkan lenganku untuk lebih erat memeluknya. Ia menolehkan wajahnya, tersenyum sangat sangat manis. Apakah yoona ku yang dulu sudah kembali?

“oppa?”

“eo? Ne?” aku seakan tersadar dari lamunanku sendiri

“apakah oppa tidak merindukanku?” ucapnya lembut

Mataku panas, dadaku bergemuruh, apakah ini yoona ku yang dulu? my princess?

Ku eratkan pelukanku pada tubuhnya tanpa ia minta, air mataku menetes, pertahananku runtuh, oh tuhan, aku begitu merindukannya.

“nado…manhi… manhi bogoshipeo yoongie”

Yoona POV

Bagai sebuah potongan potongan adegan film, semua kenangan yang pernah ku lalui berkelebat di fikiranku, seketika rasa sakit yang begitu kuat seakan ada ribuan jarum yang menusuk kepalaku, aku berteriak kesakitan dan semuanya gelap.

Tak berakhir hanya disitu, gambaran gambaran kejadian ketika aku dan donghae oppa saling mengungkapkan perasaan, jessica memergoki kami berpelukan hingga akhirnya aku tertabrak dan hilang ingatan seolah menamparku, kenyataannya aku telah melukai sahabatku sendiri dan dengan rela ia menyerahkan cintanya untuk kebahagiaanku, aku tersadar dam melihat pangeranku terlelap, tertidur dengan posisi yang pasti sangat tidak nyaman. Tangannya menggenggam tanganku.

Aku tahu kehangatan yang ku rasakan berasal dari genggaman namja yang ku cintai yang kini tengah terlelap, tampak raut lelah di wajah tampannya. Tuhan, bagaimana bisa aku bisa melupakan namja yang begitu berarti dalam hidupku, terasa hangat di pipiku, air mataku meleleh, ku usap rambut halusnya, ia terbangun, ku pejamkan kembali mataku.

Ku rasakan dahiku di kecupnya, aku tak bisa lagi berpura pura tertidur, perlahan ku buka mataku, matanya basah, sudah cukup oppa, jangan meneteskan air matamu yang berharga itu untukku, jebal, hatiku sakit melihatnya. Aku tahu itu adalah air mata kebahagiaan.

Aku tak tahu harus memulai dari mana, tak tahu apa yang seharusnya ku ucapkan pada namja yang kini tengah konsentrasi menyetir, aku hanya bisa diam.

Sampai juga kami di vila putih kami, ah, tak sabar aku menghirup dan memandangi pemandangan disini, meskipun selama ini aku ternyata berada disini, namun tetap saja berbeda, kini aku adalah aku, dengan ingatan yang penuh dan dengan rasa rindu yang membuncah pada namja ikan yang selalu menemaniku setiap waktu.

Ku rasakan donghae oppa berdiri disampingku, memandang lurus ke arah laut yang begitu tenang, semakin bertambah kekagumanku pada namja ikan yang berada di sampingku ini, ia tidak pernah sekalipun bersikap kurang ajar selama aku tidak mengingatnya, tidak memanfaatkan situasi yang mungkin bagi sebagian namja merupakan kesempatan emas untuk berada bersama yeoja yang ia cintai.

Dengan segenap keberanian yang ku miliki, ku dekati donghae oppa dan berdiri membelakkanginya. Meraih tangannya dan ku rengkuhkan ke tubuhku, back hug, itu adalah pelukannya pertama kali saat menginjakan kaki ku di rumah ini, ya mungkin dulu bukan pelukan seperti ini, dulu hanya sebuah sentuhan di pundak, namun apa bedanya, kini aku tahu perasaan donghae oppa dan donghae oppa pun mengetahui semua tentangku, tak perlu rasa canggung yang tidak penting.

“oppa bogoshipeo”

Ku rasakan donghae oppa kaku di belakangku, tak ada raspon darinya, ku eratkan lengannya untuk lebih erat memelukku, apakah dia tidak merasakan hatiku?

“oppa?”

“eo? Ne?” ucapnya terbata

“apakah oppa tidak merindukanku?”

Perlahan ku rasakan tubuhnya menjadi rileks, donghae oppa mengeratkan pelukannya di tubuhku. Tubuhnya bergetar.

“nado…manhi… manhi bogoshipeo yoongie”

Ku rasakan pundak ku basah, ku balikkan tubuhku, kini kami berhadapan, benar saja, mata donghae oppa basah.

Ku usap lembut pipinya, tangannya menangkap tanganku, di kecupnya lembut tanganku dan menempelkannya di pipi tirusnya.

“ini aku yoongie, kau mengenaliku?” aku mengangguk

“jeongmal yoong? Kau sudah mengingatku? Mengingat kita?” matanya berbinar meski masih ada sedikit sisa air mata di sudut matanya, kyeopta.

Apa aku perlu mengerjainya sedikit? Sepertinya ide bagus ^^

“ne, geureom, bukankah donghae oppa yang mengaku sebagai kekasihku?”

Mukanya kembali muram, binar di matanya hilang seketika. Sempah demi apapun ini sangat lucu, pegangan tangannya terlepas. Ah, andwae!

“jadi kau belum mengingatku?”

“ingat apa oppa? Apakah ada hal penting yang perlu ku ingat? Aakh!”

Ku pegangi tanganku, dan ku pasang mimic kesakitan seperti saat aku ingin mengingat sesuatu.

“andwae, jangan mengingat apapun yang membuatmu sakit yoong” ucapnya cemas

“kita duduk dulu, jangan disini, ne” aku tak membantah, donghae oppa membimbingku duduk di ayunan kayu dekat kami berdiri.

“sebentar aku ambilkan obatmu”

Donghae beranjak hendak meninggalkanku, segera ku sambar tanganya, ia menoleh seketika.

“wae? Manhi appo?” aku menggeleng

“duduklah disini oppa”

Donghae oppa menurut, dan duduk di sampingku, ku sunggingkan senym terbaikku untuknya, sedangkan donghae oppa mengernyit tak mengerti namun tetap membalas senyumku.

Ku peluk tubuhnya, menghirup aroma tubuhnya, sangat menenangkan di banding aroma terapi apapun yang pernah ku cium. *padahal haeppa belum mandi loh😀

“yoong?”

“hm?”

“gwenchana?”

“hm”

“biarkan seperti ini sebentar oppa, aku benar benar merindukanmu”

Donghae oppa malah mendorongku menjauhi tubuhnya, menatapku.

Aku tersenyum lagi, melihatnya kebingungan seperti ini sungguh menyenangkan. Ah, yoongie ya, jangan berlebihan, namja ikan ini sudah cukup menderita karenamu.

“babo oppa, ini aku, yoona, im yoona”

“nde?”

Kembali ku peluk tubuh namja ikanku

“bogoshipeoso… jeongmal neomu bogoshipeo”

“aku sudah kembali oppa, mianhae, membuatku menunggu begitu lama”

Donghae POV

Mataku panas mendengar apa yang yoona katakan, apakah itu berarti dia telah mengingat semuanya? Mengingatku?

“yoongie ya, benarkah yang kau ucapkan?”

“hm, bogoshipeo oppa, mianhae”

Seketika ku peluk tubuh yoona yang tengah memelukku, air mata bahagia kembali meleleh di pipiku, ah, aku begitu cengeng hari ini.

“eonje? Eonjebuteo?”

“sejak dari rumah sakit”

Mwo? Jadi dari tadi dia mengerjaiku? Aiish… kau harus di hukum yoong!

Ku eratkan lagi pelukanku, lebih erat, lebih erat.

“oppa!”

“hm?”

“kau ingin membunuhku eo?”

“wae? mana mungkin aku ingin membunuhmu yoongie”

“lalu kenapa kau memelukku seperti ini, sesak oppa!”

Aku terkekeh mendengarnya bersungut sungut seperti itu, benar, yoonaku telah kembali, bahkan yoona yang ku kenal saat kuliah dulu, polos dan blak blakan.

“mian, aku hanya merindukanmu”

“aku tahu”

Perlahan tapi pasti ke dekatkan wajahku dan mengecup bibir lembut yoona, matanya terpejam, tak ada nafsu di hatiku, hanya rasa sayang yang begitu besar yang ingin ku sampaikan padanya. Hanya sebuah kecupan, aku tak ingin terlalu jauh melangkah, meskipun aku sudah sangat siap untuk menikahinya tapi aku ingin melakukannya dengan cara yang benar.

Ku peluk tubuh yoona, ia menenggelamkan wajahnya di dadaku

“saranghae… saranghae my princess”

“nado… saranghae my prince”

Author POV

“oppa, kau tahu kabar jessica? Aku merindukannya”

“ah, terakhir ku dengar kabar ia kini berada di paris, kyuhyun lebih sering menghubunginya”

“jinjja?”

Yoona menyambar handphonenya dan menghubungi kyuhyun.

“”yeoboseyo? Kyuhyun ah”

“…”

“ne, aku baik baik saja, ah, kau tahu kabar dari jessica?”

“…”

“jinjja? Ne! palli kyu ya, ne…”

“…”

“ah, kapan kau mengunjungiku?”

“…”

“hm, ne, arasso”

“…”

“ne, anyeong”

Kyuhyun sudah mengetahui yoona sudah mengingat semuanya, tentu saja semua bahagia, namun jessica masih belum memberinya kabar.

“bagaimana? Sudah dapat kabar?” donghae kini menghampiri yoona dengan dua cangkir coklat panas di tangannya

“eo, dia di paris sekarang”

Drrt…drtt..

“ah, ini nomor jessica, changkaman, aku akan menelfon sica dulu ne oppa”

“eo”

Yoona POV

Tuuut…tuuut…

hallo?” suara khas jessica terdengar begittu jelas di telingaku

“yeoboseyo?”

eo? Hangugeo? nuguseyo

“sica ya, babo yeoja! Apakah kau tidak mengenali suaraku?”

yoong? Benarkan ini yoongie?”

“babo sica! Ini aku, siapa lagi?”

YOOONGIIE!!!” suara jessica melengking dan akhirnya terisak

“ya! Kau ingin membuatku tuli eo? Hiks”

hiks… yoongie, kau sudah ingat padaku?”

“eo! Ya! Bagaimana bisa kau meninggalkanku?”

“mianhe yoong, aku sangat sedih karena kau tidak mengenaliku jadi..”

“jadi kau meninggalkanku begitu? Napeun!”

“ya! Aku juga tak ingin

“seharusnya kau menamparku atau memukuliku karena aku tak mengenalimu, jangan meninggalkanku seperti ini… hiks…”

hiks… mana bisa aku memukuli saudaraku sendiri eo?”

“bogosipeo, jeongmal bogoshipeo”

“nado, yoongie, neomu neomu bogoshipeo

“kalau begitu kembalikah ke korea! Babo yeoja”

“pasti aku akan pulang yoong, tapi aku masih ada kontrak disini, mian”

“jinjja? Setidaknya kau menyempatkan diri untuk pulang dan melihatku”

ne, aku janji aku akan segera pulang yoongie

“yagsok?”

yagsok!”

“geurom, aku tutup dulu telfonnya ne? aku masih di kantor

mwo? Ini sudah malam kau masih di kantor?”

“ya! Ini paris, bukan korea

“ah, aku lupa, baiklah, jangan lupa kirim kabar padaku, ini nomorku”

“ne arasseo”

Klik.

Donghae oppa ternyata ada di belakangku.

“oppa, sejak kapan oppa disini?”

“sejak kau menangis” di usapnya air mata yang masih berada di pipiku

“jinjja? Aku tidak menyadarinya”

“gwenchana”

Ku peluk donghae oppa erat, dan donghae oppa membalas pelukanku

“oppa”

“hm?”

“kau tahu? Aku merupakan yeoja yang paling bahagia di dunia”

“hm? Wae?”

“karena aku memiliki sahabat seperti kyuhyun yang selalu mendukungku, saudara yang menyayangiku seperti jessica”

“lalu aku?”

“dan aku sangat beuntung karena meiliki namja ikan seperti oppa yang selalu mencintaiku”

“saranghae oppa, saranghae nae prince, saranghae jeongmal saranghae”

“nado yoong, saranghae my princess, nado saranghae nae deer”

“saranghae”

See, setelah begitu banyak ujian yang ku lalui untuk mendapatkan takdirku akhirnya tuhan berbaik hati memberikan cinta yang begitu indah padaku. Aku yakin takdirku hanyalah bersama namja ikan yang selalu mencintaiku, jadi yakinlah pada hatimu maka kau akan melihat cinta yang tulus. Dan ingatlah satu hal, bahwa satu hati tengah menunggumu untuk menemukannya dan yakin akan cintanya. ^^

Yoona     : cant you see me oppa?

donghae : i see you princess, only you who i can see ^^========================================================================

END.

eottae reader?

bagus kah? gaje kah?

ah, mian jika ff nya mengecewkan, tapi tetep leave comment ya…

oia, dalam waktu dekat kalo ga ada halangan author pengen buat versi sica & seokyu nya,

ada yang setuju?

please leave comment ne?!

gomawo chingudeul udah baca ff ini + mantengin blog ku buat nunggu kelanjutannya.

sekali lagi terimakasih, dan jebal jangan lupa untuk leave comment^^

kamsahamnida ^^

26 thoughts on “ff yoonhae – Can’t You See Me ? (part 8 – End)

  1. Akhirnya selesai juga!! Tapi kata2 dalam penulisannya masih banyak yg aneh dan kaku..
    Terus masih banyak typo.. Ăqű seharian baru baca ff ini.. Ehhee jadi baru coment d’part akhir aja.. Em,, klo boleh.. Bikinin versi HyoHyuk aja deh please😀 finally keseluruhan cerita ini bagus thor!!! YoonHae jjang!!! \(´▽`)/

  2. hwahaha…
    gomawo chingudeul udah baca + leave comment…
    mian kalo emang dalam penulisan banyak typo & ceritanya gaje
    namanya jg masih pemula…
    hehe
    justru itu author butuh saran / kritik yang membangun dari chingudeul semua…
    sekali lagi terima kasih *bow

  3. hhhh,,, akhirnya happyending jg buat Yoonhae. Akhirnya yoona sadar jg dr amnesianya dan bs ngenalin namja ikannya (donghae) yg setia di smpgnya nggu yoona sdr dr amnesianya🙂 thor bikinin sequelnya dg😉 ditggu ff Yoonhae terbaru dr author dan kelanjutan ff YH yg ‘Only and Always Love You part 7’ jgn bosen2 bkn ff YH and keep writing thor, Gomawo🙂 😉

  4. Yeaa.. endnya keren banget..
    jalan ceritanya, suka..
    tambah suka karena YoonHae..😀
    Daebak, Daebak..
    Rasanya nih cerita bikin aku hanyut kedalamnya..
    dapet banget feelnya..
    Pokoknya keren lah..🙂

  5. sumpah ini ff menguras bak mandi *eh salah* menguras emosi aku banget maksudnya.

    Author yang buat ff ini sangat amat terlalu luar biasa keren banget.

  6. mian baru komen di part ini.. asli beneran sumpah serius(?) ini FF keren banget!! ahh aku sukaa!!! so sweet~ aku kira Donghae beneran bakal nikah sm Sica tapi takdir berkata lain kkk~ Keep Writing!!😀

  7. maaf baru baca🙂 bagus sih ceritanya,tapi agak sadis dan menyakitkan apalagi buat sica.ada beberapa kalimat dalam bahasa korea yg aku gak ngerti artinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s