FF Yoonhae – Be My Only One (One Shoot)

Gambar

==========================================================================

anyeong haseyo reader….

author kembali dengan ff yoonhae,

kali ini author nyoba buat bikin yang one shoot, semoga readers menyukainya ^^

happy reading^^

==========================================================================

Sore hari di saat kampus sudah sepi dari aktifitas para mahasiswanya, pertama kalinya dalam hidupku aku melihat dua orang sedang berciuman.  Dan sejak hari itu, aku selalu pergi ke tempat tersebut.

 

 

 

Perkenalkan sebelumnya, namaku Im yoona, mahasiswi tingkat pertama di universitas kyunghee. Sebelum hari itu, kehidupan perkuliahanku datar datar saja, tak ada yang menarik, meskipun aku memiliki beberapa sahabat yang menyenangkan, namun tetap saja jika mereka sudah bersama kekasih kekasihnya aku selalu menjadi nomor dua. Ya maklum saja aku sendiri tidak memiliki kekasih, dan aku tidak popular seperti sahabat sahabatku itu.

 

Sore itu sungguh sebuah kebetulan semata, saat aku hendak ke perpustakaan dan sudut mataku menangkap sosok dua orang yang tengah berciuman. Jujur, ini pertama kalinya dalam hidupku melihat dua orang secara langsung berciuman, sebelum sebelumnya aku hanya melihat adegan itu di drama drama yang sering aku tonton saja.

 

Kalau aku tidak salah namja itu bernama Lee Donghae dan yeojanya bernama Jessica, aku mengenal Donghae sunbae, dia cukup terkenal dikalangan mahasiswi karena ketampanan dan kepintarannya, dan Jessica sunbae juga cukup populer, dia cantik, tentu saja.

 

Hari inipun aku kembali lagi ke tempat ini, berani bersumpah aku tak bermaksud untuk mengintip ‘aktifitas’ mereka. Namun, saat ku perhatikan Donghae sunbae terlihat sangat lembut dalam memperlakukan Jessica sunbae. Jelas sekali terlihat, Donghae sunbae saat menyentuh jessica sunbae ia begitu halus dan tampak hati hati, seolah ia adalah pemujanya. Aku iri melihatnya.

 

“aku pergi dulu ya oppa”

“baiklah, hati hati sicca ya”

“arraso”

 

Astaga, sudah berapa lama aku mematung disini?

Gawat!

Bagaimana jika mereka melihatku sedang memperhatikan mereka? Eottokhae?

Kriiingg!!!

Omo! Ponselku!

Eottokhae, aku bisa ketahuan.

Kumatikan ponselku dan sebisa mungkin segera meninggalkan tempat ini.

 

“ya! Apa kau mengintip kami?”

Deg! Otomatis langkahku terhenti, namun aku tak berani membalikan badan untuk menatap wajah Donghae sunbae, eottokhae?

Eottokhaji?

“ya! Kau! Aku bertanya padamu, apa kau mengintip kami?”

“hm, itu…”

“menyebalkan”

Mwo? Menyebalkan katanya?

Dia marah?

Terdengar suara langkahnya menjauhiku, apa yang sebaiknya aku lakukan?

Apa aku harus minta maaf?

 

“mianhamnida! Mianhaeyo sunbaenim” ku beranikan diri untuk berbalik dan meminta maaf. Langkah donghae sunbae terhenti dan berbalik menghadap ke arahku.

“mianhaeyo sunbaenim, aku… “ ah, eottokhae?

Apa yang harus ku katakan?

“kau minta maaf karena telah mengintipku? Apa kau menyukaiku?”

“nde? Aniyo sunbaenim, hanya saja…”

“hanya saja apa yoona ssi? Itu namamu bukan?”

Bagaimana ia bisa tahu? Ku lihat donghae oppa melirik ke arah name tag yang ada di dada kananku.

“nde, hanya saja, saat aku melihat sunbaenim memperlakukan Jessica sunbae, seperti seorang pemuja yang memuja dewi, sangat lembut”

Aaaiish, pabo yoona! Apa yang kau katakan?

Donghae sunbae melangkah mendekatiku, reflek tubuhku mundur menjauhinya, menjaga jarak sebisa mungkin, sampai akhirnya aku tersudut di dinding.

Aku terpojok!

“wae? apa kau juga ingin ku cium?”

“mwo? Aniyo sunbaenim, berani bersumpah itu hanya kebetulan, aku tidak sengaja melihatnya” sedikit berdusta tidak apa apa bukan?

“kebetulan yang disengaja, setiap hari dan pada jam yang sama kau melihat kami bukan?”

 

Jgeerr!!! Bagaimana dia bisa tahu?

“naega…”

“kau menyukaiku bukan yoona ssi?”

“nde?”

“aku sudah lama melihatmu memperhatikanku, kau menyukaiku?”

“sunbae…”

“oppa, panggil aku oppa”

“nde? Oppa?”

 

Donghae oppa menarik wajah ku mendekat ke wajahnya. Untuk pertama kalinya aku bisa  merasakan nafas Donghae oppa, aku benar-benar terlarut.

Aku menutup mata ku dan dengan hitungan detik aku sudah bisa merasakan bibir

Donghae oppa yang menyentuh bibir ku. Aku sudah mulai merasakan hangatnya ciuman dari Donghae oppa, aku juga sudah bisa merasakan bibir Donghae oppa yang bermain dengan bibir ku.

Jadi beginikah rasanya ciuman itu? Sungguh memabukan.

 

Tubuhku limbung dan hampir terjatuh jika saja tangan Donghae oppa tidak segera menahanku.

“gwenchana?” aku hanya mengangguk, pasti wajahku sekarang merah seperti kepiting rebus.

“ini yang pertama buatku”

“mwo? Ini ciuman pertamamu?” lagi lagi aku mengangguk.

Wajah Donghae oppa tampak menyesal.

“mianhae, aku tidak tahu”

“gwenchana oppa”

“lagi pula salahku tidak menghindar, dan sebenarnya aku tidak keberatan”

Aigoo yoona, micheoso?

“ah, aku belum memperkenalkan diri secara benar, namaku Im Yoona, senang bertemu dengan oppa”

Jantungku sepertinya bekerja lebih berat saat ini, tapi aku tidak ingin berakhir begitu saja.

 

Donghae oppa terkekeh melihat tingkah konyolku, namun ini adalah kesempatanku satu satunya.

“aku… bisakah aku menjadi pacar kedua oppa?”

“hah? Maksudmu?”

“nde, aku mau menjadi selingkuhan oppa” hilang sudah wajahku!

“jangan bicara seperti itu”

“aku sungguh sungguh oppa, aku rela menjadi nomor 2!” ku acungkan dua jariku di hadapan wajahnya. Ah, persetan dengan harga diri.

 

“apa itu?”

“nde?” donghae oppa meraih tanganku

“apa ini?” ternyata ada tulisan note di tanganku

“ah, ige, hanya sebuah memo, aku orangnya pelupa, jadi harus nulis memo untuk mengingatkan apa yang akan ku lakukan, dengan begini aku tak akan lupa”

“neo, benarkah kau mau pacaran denganku?”

Donghae oppa meraih tanganku yang tak bertuliskan memo, ia menuliskan nomor handphone dan namanya disana.

“kurasa seperti ini juga boleh”

Jadi, apakah aku resmi jadi selingkuhannya?

 

 

sejak saat itu aku resmi menjadi yang kedua untuk Donghae oppa, tak apa, aku rela. Meskipun statusku menjadi yang kedua, namun perlakuan Donghae oppa tak menunjukan aku menjadi sampingan saat bersamanya, seperti dugaanku, Donghae oppa sangat lembut.

Kami hanya berhubungan lewat telfon, meski satu kampus namun kami bertemu hanya jika ia memanggilku, aku tahu posisiku.

 

“yoong, kenapa tanganmu di perban?” sooyoung dengan wajah cemas melihat lengan kananku yang di perban.

“aniyo, gwenchana” lenganku yang di perban ini adalah lengan yang berisikan memo yang dituliskan Donghae oppa, jadi tidak boleh terhapus kan?

“jinjja? Appo?”

“aniyoo young ah, jeongmal gwenchana”

Kami berjalan menuju ruang kuliah berikutnya, dan sekitar 10 menit lagi kuliah akan di mulai.

Deg! Itu Donghae oppa.

“ya, yoongie itu Donghae sunbae, dan lihat Jessica sunbae bersamanya”

Spontan mataku melihat ke sebelah kanan Donghae oppa, benar, mereka bersama.

Mereka tampak asik berbincang, sesekali bibir Donghae oppa menyungingkan senyum yang mampu membuat yeoja seisi kampus terkapar saking terpesonanya.

 

Deg! Mata kami bertemu, apa yang harus aku lakukan, tersenyum? Menyapa mereka?

Donghae oppa dan Jessica sunbae berlalu melewati aku dan sooyoung begitu saja.

Sakit.

 

 

From: Donghae oppa

“aku di atap”

 

Tanpa banyak bicara aku meninggalkan sooyoung yang sedang berceloteh tentang hobi barunya, mianhae young ah, lain kali akan ku dengarkan ceritamu.

 

“hai” kaku, suasana begitu kaku

“hari ini ada memo apa?” ku lihat telapak tanganku, tanganku diraihnya.

“hmm, roti stroberry? Jus stroberry? Sooyoung 15000 won? Beastly? Apa ini?”

“ah, ini, aku berhutang pada sooyoung 15000 won untuk membeli roti dan jus stroberry”

“kau suka stroberry?”

“sangat, hehe”

“lalu Beastly?”

“ah, itu judul film yang ingin aku tonton, ceritanya sangat bagus”

“kau ingin menontonnya?”

“tentu saja oppa, kau mau menonton bersamaku?” Donghae oppa terdiam

“ah, tidak menonton di bioskop juga tidak apa apa, tunggu keluar DVD nya saja, jadi bisa di tonton di rumah”

Tentu saja, kami tidak bisa menonton bersama, aku hanya selingkuhannya.

Aku lupa kedudukanku.

 

 

“ini?” mataku kini pasti seperti akan keluar, melihat 2 lembar tiket nonton di bioskop.

‘beastly’ film yang ingin aku tonton? Jadi bolehkah aku nonton film ini bersamanya?

“bukankah kau ingin menonton film ini?” aku mengangguk

“besok aku tunggu di depan bioskop jam 4”

“NDE!!”

Donghae oppa tersenyum melihat tingkah konyolku ini, terserahlah, sekarang aku sedang bahagia.

 

 

Jam 15:30

Apa aku datang terlalu cepat? Tak apa asalkan bisa bersama Donghae oppa sampai jam berapapun akan ku tunggu.

 

Jam 16:00

“film Beastly akan segera diputar, penonton yang sudah memiliki tiket harap segera masuk”

Kenapa Donghae oppa belum juga datang, apa ia baik baik saja?

 

Kriing…

Incoming call

“donghae oppa”

 

“yeoboseyo? Oppa kenapa belum datang? Filmnya…”

mianhae yoona ya,hari ini aku tidak bisa pergi”

“nde? Apa karena Jessica sunbae?” tolong katakanlah tidak, meski itu berbohong. Katakanlah.

“mianhae” 

“ng? kenapa harus meminta maaf oppa, aku mengerti kok, geureom, bye”

Mataku panas, air mataku kini berhamburan berlomba untuk keluar dari peraduannya.

Sesakit inikah?

Kenapa rasanya begitu menyesakkan?

 

Dingin… ah, ternyata hujan salju, pantas saja cuaca begitu dingin.

Eottokhae, aku harus segera pulang, tapi kenapa rasanya kakiku terasa berat untuk melangkah?

Sial, kenapa pula air mata ini tak henti hentinya keluar, padahal aku harus mengerti posisi Donghae oppa, aku hanyalah nomor 2 baginya. Seharusnya aku bisa mengantisipasi kondisi seperti ini.

 

Kriing…

Incoming call

“donghae oppa”

 

Donghae oppa?

“nde, oppa?”

ye, hari ini maaf ya”

“hehe, kenapa harus minta maaf? Tidak apa apa oppa,”

“kenapa berisik sekali? Apa kau masih diluar?”

“hm, iya”

Klik.

Telfon terputus.

Selalu seperti ini.

Aku harus segera pergi, sebelum aku membeku kedinginan. Tapi, kakiku masih berat untuk melangkah, pabo yoona! Donghae oppa tidak mungkin datang.

 

Grep!!

Tanganku ditarik seseorang, nugu?

“oppa?!” nafasnya berkabut dan memburu, apakah ia habis berlari?

“pabo! Kenapa kau menungguku di udara sedingin ini? Bagaimana jika kau mati kedinginan?”

“hehe, aku hanya ingi melihat salju bersama oppa”

“pabo!”

Donghae oppa memelukku, mungkin aku memang bodoh.

Tapi tak apa, karena Donghae oppa datang, karena Donghae oppa memelukku dengan hangat.

 

 

Kami sering bertemu, tentu saja secara diam diam, bahkan Sooyoung sahabatku pun tak mengetahui hubungan ini, meskipun mungkin ia sedikit curiga karena akhir akhir ini aku jarang bersamanya. Kadang kami bertemu di atap, ataupun di apartemen Donghae oppa.

 

From: Donghae oppa

“temui aku di Lab Kimia”

 

Nde? Tumben sekali Donghae oppa mengajak bertemu di Lab. Ah, tapi tak apa. Dimanapun asalkan itu Donghae oppa akan ku temui.

 

Suasana kampus sudah sepi, begitu pula dengan Lab Kimia ini, namun pintunya sama sekali tak di kunci. Ku buka kenop pintunya, tak ada suara, tak ada seorangpun dalam ruangan ini, ku lihat ada sebuah pintu lagi di dalam ruangan ini, ah, mungkin oppa ada di dalam.

Pintu itu memiliki kaca di sebelah atasnya, jadi aku bisa melihat ke dalam ruangan terlebih dulu sebelum memasuki ruangan tersebut.

Aiish, apa yang ku lihat, lagi lagi aku harus menyaksikan dua orang tengah berciuman. Tapi tunggu. Bukankah itu Jessica sunbae? Dengan Donghae oppa? Andwae!

 

Aku langsung berlari meninggalkan Lab itu menuju atap. Tempat yang akhir akhir ini menjadi favoritku, karena disini aku dan Donghae oppa selalu bersama. Dadaku sesak, tak kuasa lagi mataku membendung bulir bulir bening yang menerobos dnding pertahanan.

 

Aku terisak, sakit rasanya melihat mereka berdua bersama. Apa maksudnya Donghae oppa mengirimkan pesan untuk aku datang menemuinya tapi yang ku lihat dia tengah bercumbu dengan kekasihnya. Meskipun aku adalah selingkuhannya tapi apa perlu ia menyakitiku sedemikian rupa?

 

“kenapa menangis?”

Deg! Spontan wajahku menatap namja yang kini berdiri di hadapanku.

“wae? apa perlu seperti ini oppa?”

“mworago? Bukankah itu hakku? Bukan urusanmu untuk campur urusanku dengan kekasihku bukan?”

“nde? Kenapa tiba tiba oppa menjadi seperti ini?”

“kau menjadi beban buatku”

“nde?”

“aku menerimamu menjadi kekasihku karena kau bersedia untuk menjadi yang kedua, itu bukan yang kau katakan dulu? tapi kenapa kau terus menungguku dan menangis seperti ini dibelakangku?”

“oppa, aku”

“maaf, tapi sebaiknya kita putus saja”

Seolah tersihir dengan kata kata yang Donghae oppa katakan tak ada yang bisa ku ucapkan sampai akhirnya aku tersadar saat Donghae oppa berjalan meninggalkanku.

 

Kakiku seakan tak memiliki tulang, tubuhku ambruk, tangis yang tadi hanya isakan ini lebih lantang dan semakin sesak rasanya dada ini, kenapa harus sesakit ini, seharusnya aku tahu konsekuensi menjadi selingan, aku hanya menjadi cadangan untuknya, dan seharusnya aku harus siap kapan saja untuk ia tinggalkan. Tapi kenapa rasanya begitu menyakitkan?

 

 

Sudah seminggu berlalu, sejk saat itu aku menghindari tempat tempat yang memungkinkan aku melihat Donghae oppa di kampus, datang cepat pulangpun cepat, begitulah kehidupanku semingu ini.

Sebisa mungkin aku juga tak melupakan hal hal kecil yang biasa aku lupakan, tak ada lagi memo memo yang tertulis di telapak tanganku.

“yoongie ya, neo gwenchanayo?”

“nde, wae young ah?”

“sepertinya ada yang aneh padamu akhir akhir ini, kau baik baik saja bukan?”

“tentu saja, memangnya aku kenapa?”

“entahlah, aku merasa kau berubah seminggu ini”

“mungkin”

Maafkan aku young ah, sampai saat ini aku masih belum bisa bercerita yang sebenarnya padamu, terlalu memalukan dan menyakitkan.

 

 

Menjadi aktifitas baruku akhir akhir ini, pulang dengan tergesa gesa, hampir setengah berlari aku menjauhi kampus, sampai akhirnya sebuah suara yang khas menghentikan langkahku.

“oppa… heechul oppa, bogoshipeo…”

Jessica sunbae? Siapa namja itu?

“aku senang kau datang oppa” suara manja Jessica terdengar memekakan telinga

“tentu saja” namja berperawakan kurus itu terkekeh kemudian merangkul tubuh Jessica sunbae dengan mesra

“kajja” mereka berdua beranjak dan hendak pergi meninggalkan gerbang kampus.

 

“Jessica sunbae!”

Mereka berdua berhenti saat aku memanggil namanya dan berbalik melihatku.

“jessica sunbae, siapa namja itu?”

“nugu?” namja yang tengah merangkul bahu Jessica tampak bingung dengan pertanyaanku

“molla, aku tak mengenalnya, biarkan saja oppa, ayo kita pergi dari sini”

Andwae! Mereka tak boleh pergi bersama!

 

“kajima!” kini aku memegangi lengan jaket yang dikenakan oleh Jessica sunbae

“jangan pergi dengan namja lain selain Donghae oppa!”

“ya! Apa yang kau katakan? Micheoso?”

“kajja sicca ya”

 

Andwae! Maldoandwae! Aku harus menghentikan mereka, bagaimana jika Donghae oppa melihatnya, dia pasti akan terluka.

 

Bugh!!

Ku lemparkan tas yang ku bawa, tepat mengenai kepala namja itu.

“YAK! Kau ingin mati?!”

Namja itu mengepalkan lengannya hendak memukulku, ku pejamkan mataku menerima pukulannya, tak apa, yang penting Donghae oppa tak tersakiti.

Bugh!

“Argh!” suara yang begitu ku kenal mengerang kesakitan. Ku buka mataku yang sedari tadi terpejam. Donghae oppa?!

Pipinya lebam, sudut bibirnya mengaluarkan darah.

“oppa!”

“donghae oppa?”

Jessica sunbae menghampiri Donghae oppa, wajahnya datar tanpa ekspresi sama sekali. Mengerikan.

 

“aakh, tak apa sica ya, pergilah, heechul hyung menunggumu”

“gwenchana?”

“hm”

“geureom”

Jessica sunbae pergi begitu saja tanpa menghiraukan luka yang dialami Donghae oppa. Dan aku hanya terdiam melihat itu semua.

 

 

“apa maksudnya ini?”

“kau sudah melihatnya, inilah kenyataannya, namja itu adalah namjachingunya.  Dengan kata lain aku hanyalah selingkuhannya saja”

Apa telingaku rusak? Aku tidak salah dengar bukan?

“awalnya aku tak keberatan, hanya dengan berada disamping Jessica aku sudah bahagia, tapi Jessica datang padaku jika ia sedang ada masalah dengan heechul hyung, kekasihnya. Aku juga mengenal heechul hyung, dia sunbaeku”

“aku hanya sebagai hiburan bagi Jessica. Menyedihkan, benar benar menyedihkan bukan?”

“dan aku tak ingin kondisi seperti ini juga terjadi padamu, aku tak akan bisa memaafkan diriku yang selalu memperalatmu. Aku hanya bisa menyakitimu yoong”

Benarkah yang aku dengar ini? Sadarkanlah jika ini hanya sebuah mimpi!

 

“jadi, jangan berhubungan lagi denganku, masih banyak namja lain yang jauh lebih baik dariku yang bisa membahagiakanmu”

Donghae oppa berjalan pergi menjauh dan meninggalkanku. Andwae! Jangan lagi!

 

“kalau begitu bahagiakan aku!”

Langkah Donghae oppa terhenti.

“buatlah aku bahagia bersamamu oppa, aku tak ingin orang lain!”

“sakiti aku jika oppa menginginkannya, peralat saja aku semau oppa, tapi ku mohon, jangan tingalkan aku, jebal” aku terisak, air mata kini membasahi pipiku.

“tak bisa, aku tak bisa melupakan oppa, eottokhae?”

 

Grep!!

Tubuhku terhuyung dalam dekapan hangat Donghae oppa, tangisku tak bisa berhenti, dan bisa kurasakan bahuku basah, apakah Donghae oppa juga menangis?

“kenapa kau begitu keras kepala yoong?”

“Kenapa kau seperti ini? Padahal aku selalu menyakitimu?”

“aku tak ingin kau menyesal karena telah memilihku”

“rasanya seakan mau mati saat aku menyakitimu, juga ketika aku harus meninggalkanmu”

“aku sangat tersiksa ketika tak bisa mendekapmu seperti ini yoong”

“saranghae… aku mencintaimu yoongie”

 

Ini mimpi?

Benarkah apa yang ku dengar ini?

Donghae oppa benar benar menyatakan cintanya padaku?

Donghae oppa mencintaiku?

 

“benarkah itu oppa? Benarkah kau mencintaiku?”

Ku rasakan dekapan Donghae oppa semakin erat di tubuhku, seakan ingin meyakinkan ini semua adalah nyata.

“tentu yoona ya, saranghae yoona ya”

Air mataku semakin deras mendengar ungkapan cintanya.

Bisa kurasakan ini semua tulus dari hatinya, tak ada lagi kepura puraan.

Tak ada lagi nomor 2.

Hanya ada nomor 1.

 

Donghae oppa hanya satu satunya untukku.

Dan aku hanya satu satunya untuk Donghae oppa.

 

“saranghae, saranghae nae princess”

“nado, nado saranghae nae prince”

 

Kini yang tertulis di telapak tanganku adalah takdirku satu satunya.

“Im Yoona Kekasih Lee Donghae”

 

END.

==========================================================================

otte?

mian kalo ceritanya gaje & ga seru

tapi author minta apresiasinya dengan leave comment.

bisa kan? bisa dong… ya ya ya…

hehe…

thanks buat chingudeul yang udah baca ff ini…

thanks juga buat para chingudeul yang udah ninggalin jejaknya di comment,

kiss & hug…

gomawo^^

35 thoughts on “FF Yoonhae – Be My Only One (One Shoot)

  1. yaaaa seru.seru
    sequelnya dong chingu …
    Nanti dstu jessica jadi suka sma haepa . Dan haepa dsuruh milih tuuuhhh dan tentu milihnya yoong unie😀 hahahah khayalan tingkat dewa .

  2. gomawo chingudeul buat yang udah ninggalin jejak…
    author buat ff ini super duper kilat loh, hhaa
    ga nyangka bakal jadi satu cerita,

    sekali lagi terimakasih udah baca ff ini ^^

  3. Awalnya baca ff ini sebel sama yoong eonni, mau aja jd yang ke2. Aturan secinta2nya sama org jangan begitu ish, eh tapi akhirannya ternyata hae oppa juga jd yg ke2. dan YH bersatu krn sama jd yg kedua itu hahahahah. Aku suka, lanjut ff YH lainnya😀 maaf komenku kepanjangan (‾▿‾)♉

  4. ff nya keren thor,,tdnya ngenes baca yoona jd pacar ke 2nya donghae, tp lsg sng deh pas tau donghae nerima yoona jd kekasih satu2nya buat dia ^^
    Bs bikin sequelnya ga thor, mau tau aja apa donghae bnr2 tulus cinta ama yoona apa ga, di tggu ff Yoonhae yg lain sama kelanjutan ff ‘only and always love you’ part 8, gomawo thor🙂

  5. seruuu thor
    tapi tapi tapiiii gak suka ada adegan jessica ciuman ma donghae oppa huaaahh
    donghae cuma milik yoona hahaha #evillaugh

  6. jadi yg ke2… astrid mode on… hehheh
    seru juga… kasian yaa… ga rela bgt klo jadi yg ke2.. kekkek…
    tl untunglah berakhir bahagia…

  7. jadi yg ke2… astrid mode on… hehheh
    seru juga… kasian yaa… ga rela bgt klo jadi yg ke2.. kekkek…
    tp untunglah berakhir bahagia…

  8. yoong terang2an bgt, ga malu apa ya? #plak
    ok gpp demi cinta hehe
    kirain tdnya hae mau berantem ma heechul krn udah ngerebut sica, eh tau2 nya haeppa juga senasib ama yoong eon…
    Daebak nih… Tp rada gimana gt pas haesica nya ciuman berkali2 kk
    fighting author ! ^_^

  9. ceritanya sih bagus….
    tapi bakalan lebih bagus lagi kalo ceritanya tuh dibikin real disesuaikan dengan kehidupan asli mereka sebagai entertain….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s