FF yoonhae – Only And Always Love You – Part 8 (End)

Gambar

anyeong haseyo reader,,,

bagaimana kabar kalian?

hehe, mianhae, author terlalu lama menghilang dari peredaran.

tapi dengan mengucap rasa syukur akhirnya cerita ini telah memiliki ujungnya,

penasaran? yuk kita langsung baca aja

cekidot!!

——————————————————————————————————————————

Fix.

semuanya sudah terurus, surat rujukan sudah di tangan, kami tinggal menunggu kondisi donghae oppa pulih sepenuhnya agar bisa segera memesan tiket dan berangkat ke Negeri paman Sam, Amerika.

Semuanya berjalan lancar tanpa halangan, berkat dukungan semua orang yang ku sayang, semua usahaku seakan seringan bulu.

Donghae oppa tak membantah apapun saat ku intruksikan ia istirahat total, lucu sekali, dia sangat penurut sekarang, meski pada awalnya donghae oppa menolak untuk berangkat ke amerika, namun dengan sedikit air mata yang ku keluarkan donghae oppa tak bisa membantah sama sekali.

Perasaan ku jauh lebih tenang sekarang, Donghae oppa sudah kembali seperti Donghae oppa yang ku kenal dulu, meskipun dengan kondisi demikian. Namun, rasa sayang yang ku rasakan tak pernah berubah, tak berkurang 1% pun.

Hanya ini yang mampu ku lakukan, membawanya ke dokter terbaik yang ada, demi kesembuhan kekasihku, apapun akan ku lakukan.

Namun masih ada yang mengganjal dihatiku, perasaanku belum lega sepenuhnya. Ny. Lee dan Donghwa oppa belum mengetahui tentang kondisi Donghae oppa sama sekali. Donghae oppa melarangku memberitahukan kondisinya sekarang, itu syarat yang harus ku penuhi agar Donghae oppa mau menerima ajakanku ke amerika dan menerima pengobatan, jadi dengan terpaksa aku hanya memberitahu mereka jika aku sudah menemukan Donghae oppa saja, tidak lebih, itu juga karena aku belum bertemu lagi dan menghubungi mereka.

===

Hari ini aku ada janji dengan siwon oppa untuk bertemu di café handel and Gretel, sekalian untuk berpamitan dengan Yesung oppa dan Tiffany Eonni mewakili Donghae oppa, dan menyerahkan surat pengunduran dirinya, Tadinya Donghae oppa bersikeras untuk mengantarkannya sendiri, namun dengan sedikit paksaan dan rayuan akhirnya Donghae oppa pasrah juga. Xixi… sungguh sangat menggemaskan.

“anyeong haseyo… selamat datang di Café Handel and Grettel…” suara riang para pelayan café menyambutku begitu pintu café ku buka

“ah, yoona noona? Waseo? Kau mencari Donghae hyung? Hmm, beberapa hari ini dia tak masuk dan tidak memberi kabar”

“eoh, sehun ah, anieyo, aku ingin menemui Yesung oppa dan aku ada janji dengan seseorang disini”

“oh, ku kira noona mencari Donghae Hyung”

“ah, apa aku belum memberitahumu? Aku dan Donghae oppa sudah kembali bersama, sehun ah, terimakasih atas bantuanmu waktu itu”

“jinjja? Wah, chukhaeyo noona, kau pasti bahagia sekali”

“hm, apa Yesung oppa ada? Ah, sekalian saja aku ingin bertemu dengan Jessica, bisa kan?”

“oeh, geureom, tentu saja noona, mau bertemu dengan manager dulu langsung atau dengan Jessica noona dulu?”

“hm, sebaiknya aku bertemu dengan Yesung oppa terlebih dahulu”

“eoh, ke arah sini noona”

Author POV

Tok tok tok

“masuklah” suara khas Yesung langsung terdengar di balik pintu

“anyeong oppa”

“Yoona? Wah ada angin apa yang membawamu kesini? Apa kau ada janji dengan Tiffany?”

“aniyo, aku tak ada janjji dengan Fanny eonni, aku ingin berbicara dengan oppa”

“naega? Apa apa Yoong?”

“hm, aku kesini bermaksud untuk menyerahkan ini oppa”

Yoona mengeluarkan selembar amplop berwarna putih dan menyerahkannya pada Yesung, meski dengan tampang yang bingung Yesung menerima dan kemudian membaca surat tersebut.

“Donghae? Mengundurkan diri? Sudah kuduga cepat atau lambat surat ini ada dikantorku”

“ne, oppa benar, Donghae oppa akan berhenti bekerja disini oppa, mian jika Donghae oppa tidak bisa berpamitan secara langsung karena kondisinya saat ini yang tidak di perbolehkan untuk bepergian”

“Donghae sebenarnya dia sakit apa Yoong? Ah, aku sekalian ingin meminta maaf padamu, mungkin ini telat untuk ku katakan, mian, aku tak memberitahumu saat kau mencari Donghae waktu itu, ini karena permohonan Donghae yang tidak ingin keberadaannya kau ketahui, kau tahu Tiffany sampai memarahiku saat aku menerima permintaan bodoh si ikan asin itu”

“hm, arra, lagipula itu bukan kesalahan oppa”

“hm, bagaimana keadaannya sekarang yoong? Aku sudah menduga suatu saat pasti kau dan donghae bakal bersatu lagi, hhh… dasar donghae otak ikan, dia tau kalau dia tak bisa hidup tanpamu namun bersikeras untuk menjauhimu, tentu saja tersiksa sendiri”

Yoona POV

Aku hanya tersenyum mendengar penuturan namja yang sudah seperti kakak ku ini, wajahku pasti merah sekarang.

“bagaimana kabar eonnie oppa? Sudah bulan keberapa ya sekarang? Hm, sayang sekali aku tidak bisa menyaksikan kelahiran keponakan pertamaku lahir”

“kabar eonnie mu baik, benarkah? Padahal masih ada 3 bulan lagi sampai waktu perkiraan, apa kau akan pergi dari korea?”

“hm, aku akan ke amerika oppa, semoga sebelum eonnie melahirkan kami sudah ada di korea lagi ne”

Cklek.

“yoong ah? Kau disini? Waah, aku sangat merindukanmu”

Tiffany eonnie muncul dengan perut besarnya dan membawa banyak tas karton, sepertinya dia habis berbelanja.

“eonnie… aigoo… banyak sekali barang bawaannya” aku dan yesung oppa mengambil jinjingan jinjingan dan menaruhnya di kursi terdekat.

“hehe… yoong ah, sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?”

“hm, aku baik eonni, eonni sendiri bagaimana? Kapan calon ponakanku ini lahir?”

“kurang dari tiga bulan lagi yoong”

“chagiya, aku ingin susu, buatkan ne” ujar tiffany eonni pada yesung oppa yang berdiri tak jauh dari kami.

“arraso” yesung oppa tersenyum dan keluar dari ruangan, hm, sepertinya sangat enak menjadi wanita hamil, sangat dimanja.

“yoong? Ada apa?”

“eoh? Aniyo, hm, sepertinya yesung oppa sangat menyayangi eonni, aku juga ingin donghae oppa seperti itu”

“nde? Kalau begitu cepatlah menikah, kau sedah kembali dengannya bukan?”

“eoh, tapi, itu tak mungkin terjadi disaat seperti ini” ucapanku menjadi lirih, rasanya aku ingin menangis.

“waeyo? Ada apa yoong? Bukankah kalian sudah bersama lagi? Cepat minta haeppa melamarmu, menikah dan memiliki banyak anak”

“hiks… itu tidak mungkin eonni”

“mwo? Wae? ya, kenapa kau malah menangis seperti ini? Ya…”

Tak ingin membuat tiffany eonni khawatir, segera ku usap airmataku.

“ani, ah, mian eonni”

“gwenchana? Cerita padaku apa yang sebenarnya terjadi?”

“gwenchana eonni, jeongmalyo”

“tidak, kau menyembunyikan sesuatu dariku, benar bukan? Cerita padaku sekarang juga, atau jangan panggil aku eonni lagi”

“eonni… hah, baiklah, tapi aku hanya akan bercerita garis besarnya saja ne, aku sudah berjanji pada donghae oppa sampai kami kembali ke korea lagi tak boleh ada yang tahu hal ini”

“ne, arraso”

“dan satu lagi, jangan cerita pada yesung oppa”

“ne, ne arraso, palli, sebelum yeppa kembali”

-skip cerita-

“jadi kau dan donghae oppa akan ke amerika besok?” aku mengangguk membenarkannya.

“hah… semoga pengobatannya berjalan lancar ne, aku juga mendengar donghae oppa sakit, tapi tak pernah menyangka jika penyakitnya separah ini”

“hm, aku juga tidak menyangka donghae oppa menjauhiku gara gara hal seperti ini eonni”

“yasudah, yang penting sekarang kau harus focus dengan kesembuhan donghae oppa”

“ne, gomawo eonni”

Drrtt… drrtt…

From: Siwon Oppa

“yoong, eodieso? Aku sudah di café”

 

“nugu?”

“ah, ige, wonie oppa”

“nde? Kau berhubungan dengannya lagi?”

“ani, bukan seperti itu eonni, dia sekarang sudah tidak seperti dulu, eonni tahu dokter yang akan menangani donghae oppa ini atas rekomendasi darinya”

“jinjja? Wah, syukurlah kalau begitu”

“nde, eonni, kalau begitu aku keluar menemuinya dulu ne”

“ne”

—-

“jadi, apa oppa sudah lama tahu tentang kondisi donghae oppa?”

Kini aku duduk berhadapan dengan namja yang waktu lalu aku tinggalkan dan ternyata namja ini juga yang membawaku kembali bersama namja yang ku cintai. Sedikit agak canggung memang bertatap muka dengannya, mengingat kali lalu sikap ku sedikit kasar padanya.

“ani”

“lalu sejak kapan?”

Siwon oppa berusaha mengunyah dengan cepat makanan yang di suapkannya dan tampak berusaha menelan makanan yang ku yakin belum halus betul.

“hm, beberapa hari sebelum ku lihat kau di super marketku yoong, dan kau tak menjawab telfon dariku”

Mwo? Jadi saat itu siwon oppa berusaha memberitahukan hal ini padaku? Pabo yoona!

Pasti wajahku merah padam sekarang.

“jadi waktu itu,”

“nde, aku ingin memberitahukan ini padamu yoong, tapi kau sangat susah untuk dihubungi”

“itu…”

“aku tahu, kau pasti mengira aku masih seperti dulu bukan? Siwon yang selalu mengejarmu?”

Dia terkekeh kemudian meneguk air mineral yang ada di dalam gelasnya.

“mian…”

“tidak apa apa yoong, aku mengerti, maka dari itu aku sengaja sedikit memberikan nada ancaman dalam pesan yang ku kirim”

“lalu bagaimana oppa bisa mengetahui hal ini?”

“waktu itu aku tak sengaja mengetahuinya, saat itu aku sedang menjemput kekasihku sooyoung di rumah sakit, lalu tak sengaja bertemu dengan namja ikanmu di toilet, setelah berbasa basi donghae pergi, namun selembar kertas terjatuh dari sakunya, aku sempat membacanya sebelum donghae kembali dan membawa kertas itu lagi”

“ternyata itu kertas resep, aku sedikit mengerti tentang hal medis karena kekasihku seorang dokter”

“lalu?”

“lalu, saat ku tanyakan pada sooyoung tentang tulisan dalam resep itu sooyoung terkejut dengan apa yang ku tanyakan, menurutnya itu obat keras, dan hanya orang orang berpenyakit tertentu saja yang mengkonsumsinya”

“dan aku langsung teringat padamu, ku minta pada sooyoung untuk mencari tahu keadaan pasien yang bernama donghae sebenarnya, dan hasilnya seperti yang kau ketahui sekarang”

“menurut sooyoung sebuah keajaiban donghae bisa bertahan hanya dengan obat penghilang rasa sakit saja, karena menurutnya dalam kondisi seperti itu biasanya pasien sudah tak kuat menahan rasa sakit, bahkan obat penahan sakit sekuat apapun tak mempan jika rasa sakit itu kambuh”

Ya tuhan, begitu menderitanya kekasihku selama ini. Bagaimana bisa donghae oppa menyimpan hal ini sendiri, pasti sangat tersiksa saat rasa sakit itu terasa.

Air mataku mengalir begitu saja mendengar penuturan siwon oppa.

“mianhae yoong, aku seharusnya tak menceritakan detailnya”

“ah, gwenchana oppa, gomawo oppa sudah menceritakan semuanya padaku, jeongmal gomawo”

“ne, cheonma yoong, jadi kapan donghae akan mulai menjalani pengobatan?”

“ah, rencananya kami akan ke amerika besok”

“amerika?”

“ne, dokter yang oppa rekomendasikan dulu sedang berada di amerika sekarang”

“jinjja? Ah, mian aku tidak tahu kalau wookie sedang tidak berada di korea”

“tidak apa apa oppa, dimanapun dokter itu berada tak jadi masalah buatku, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan donghae oppa”

“hm, beruntung sekali donghae memiliki yeoja chingu seperti dirimu yoong, andai saja aku tidak memiliki kekasih sekarang pasti aku akan kembali mengejarmu”

“ya! Jangan seperti itu oppa, bagaimanapun oppa harus mencintai orang orang yang mencintai oppa sekarang ini, jangan sampai oppa menyesal dikemudian hari karena telah menyianyiakan cinta yang mereka berikan”

“arra, hm, kau jadi dewasa sekarang”

“hahaha, banyak pelajaran yang ku ambil dari pengalaman ini oppa”

“arraso”

===

Hari ini hari keberangkatan kami ke Negri paman Sam.

“yoong ah, hae ya, hati hati disana ne, jika sudah sampai jangan lupa beri kabar pada eomma ne… hiks…”

“eomma, jangan menangis, doakan saja agar donghae oppa cepat sembuh dan kami bisa segera kembali ke korea”

“jeoseonghamnida eommonim, aku janji akan menjaga yoona selama disana”

“ya, bukan oppa yang harus menjagaku, tapi aku yang merawat oppa agar cepat sembuh”

“ya, kenapa kalian malah bertengkar?” kyuhyun datang mendatangi kami beserta seohyunie.

“hyung, cepat sembuh dan cepatlah kembali ke korea”

“eoh, gomawo kyu ya, seohyunie, jaga diri kalian juga disini ne”

“ne oppa, jaga yoona eonni juga oppa”

“eoh,”

“sering sering kirim email ne eonni, ah, aku pasti akan sangat kesepian”

“ya, bukannya masih ada aku? Pabo!”

“ya, kenapa oppa mengataiku pabo? Huh”

“ya, kyu, jangan bertengkar dengar seohyun jika aku tak ada, awas kau”

Semua tergelak melihat tingkah laku konyol kami, tapi syukurlah tak terlalu banyak air mata yang tertumpah saat mengantai kami pergi.

Namun aku masih melihat kesedihan di mata donghae oppa, ya aku tahu, itu karena Ny lee dan donghwa oppa tidak ikut mengantar kepergian kami ke bandara.

“wae hae ya?”

“nde eommonim?”

“kau, kenapa terlihat murung seperti itu?”

“aniyo, tidak apa apa eommonim”

“eoh, jalanilah pengobatan dengan tenang disana, jangan terlalu banyak memikirkan hal hal yang tidak penting, eomma yakin, Ny lee pasti mendukung apapun demi kesembuhan anaknya”

“nde, kamsahamnida eommonim”

“juga donghwa oppa dan abeoji di surga” bisikku, donghae oppa mengeratkan genggamannya.

Suara resepsionis mengingatkan kami untuk segera menuju pesawat, setelah kembali berpelukan dan berpamitan kami akhirnya berangkat ke amerika.

___===___

Donghae POV

Sinar pagi mengusik mimpi indahku, tak malu untuk menampakan diri menerobos dari celah tirai yang sedikit terbuka, seolah mereka iri dengan apa yang ku lakukan sekarang.

Tubuh yang selalu harum di indera penciumanku pun menggeliat, mendongkakan wajahnya, selalu dengan senyuman favoritku, tentu saja ku balas dengan senyuman yang termanis yang kumiliki.

“pagi oppa, kau sudah bangun?”

“hm”

Aku masih betah berlama lama memeluk tubuh indahnya, tak akan pernah lelah mungkin untuk memandang wajahnya.

“apa di mataku ada kotoran?” ucapnya, ia membersihkan sela sela matanya yang menurutnya ada kotoran.

“ani”

“lalu? Kenapa oppa melihatku seperti itu?”

“apa tidak boleh?”

“ani geunyang… aish, ya sudahlah aku mau mandi”

“mau mandi bersama?”

“shireo!”

“hahaha…”

—===—

“appa!” seorang malaikat kecil muncul di balik pintu, membuatku berhenti menertawakan yoona yang kini tengah bersenandung di dalam kamar mandi.

Malaikat kecilku melangkah masuk, menaiki ranjang karena aku masih belum beranjak dari tempat tidurku, dengan manja gadis kecilku bergelayut manja.

“appa, kita hali ini jadi ke lumah haelmeoni?” malaikat kecilku berceloteh dengan bahasa cadelnya (?)

“eo, geureom, wae?”

“apa kita juga akan beltemu halabeoji?”

“tentu saja chagi, wae?”

“ani, aku boleh membawa bada? Dia pasti sedih jika ditinggal sendilian di lumah”

“tentu saja boleh”

“yeay!!”

“cha, uri princess apakah sudah mandi?” ku peluk malaikat kecilku dan mendudukannya di pangkuanku

“belum appa, hehe”

“haena chagi, kau sudah bangun? Ayo kita mandi” yoona muncul dari balik pintu kamar mandi, masih dengan handuk kimononya menghampiri kami.

“ne eomma” haena turun dari pangkuanku kemudian berlari kecil kearah yoona.

“oppa, kau juga mandi ne”

“hm, arra”

Kalian benar, ini kehidupan yang diberikan padaku, begitu indah bukan?

Siapa yang bakal menyangka aku akan bertahan hidup dengan kondisi penyakit yang hampir merenggut nyawaku, tapi berkat doa dari orang orang mencintaiku juga seorang malaikat yang senantiasa menemaniku semua rasa sakit dan siksaan saat aku menjalani pengobatan kini seakan menjadi bayangan.

Tak terasa enam tahun tela berlalu, sejak enam tahun itu yoona selalu menemaniku, tak ada satupun keluhan yang keluar dari mulut indahnya. Dengan telaten Yoona selalu merawatku dengan kasihnya, tak pernah sekalipun ia mengeluh lelah, bahkan saat aku hampir putus asa dengan penyakit ini, saat aku ingin menyerah dengan keadaan, Yoona selalu memberikan semangat yang seolah tak pernah putus.

Saat aku menjalani pengobatan di amerika, aku mendapat donor beberapa bulan kemudian, dan setiap harinya rasa itu sakit menderaku, mungkin karena perubahan cuaca rasanya sakit yang dulu jarang terasa, saat kami berada di negri paman sam itu lebih sering kambuh.

Yoona pun selalu berjuang setiap harinya mencari informasi pendonor yang mau mendonorkan hatinya untukku, saat itu aku sudah dirawat di rumah sakit dimana terdapat dokter yang direkomendasikan oleh Siwon. Sampai akhirnya kami mendapatkan donor yang cocok dengan tubuhku, namun perjalanan penyesuaian organ baru dalam tubuhku tak semulus bayangan kami, masih banyak hambatan sampai akhirnya aku divonis sembuh total.

Saat itu aku langsung melamar Yoona untuk yang kedua kalinya, satu tahun setengah waktu yang ku habiskan untuk menyembuhkan penyakitku ini. Kami kembali ke korea tepat 2 tahun semenjak keberangkatan kami dahulu.

Selama dua tahun berada jauh dari korea, Yoona tetap membujukku agar selalu menghubungi eomma dan donghwa hyung. Berkat Yoona aku bisa dengan mudah kembali kedalam keluargaku, Berkat Yoona aku tak perlu kehilangan orang orang yang ku sayangi, sungguh sebuah anugerah yang tak ternilai harganya aku memiliki yeoja seperti malaikat.

Seorang yeoja yang telah melahirkan seorang malaikat kecil yang kini menghiasi hari hari kami, Lee Haena. Seolah tak pernah mengucap rasa syukur atas nikmat dan anugerah yang telah diberikan tuhan padaku, pada keluargaku.

—===—

Yoona POV

Kini kami tengah dalam perjalanan menuju mokpo, bersama dengan keluarga kecil ku yang sangat ku cintai. Aku tahu hal ini akan terjadi, aku tahu takdirku, takdirku bersama donghae oppa.

“eomma”

“ne, wae chagi?”

“mm, kenapa aku tidak punya adik?”

“nde?” donghae oppa hanya tersenyum mendengar pertanyaan polos yang dilontarkan oleh Haena

“Young lae bilang ia akan segela punya adik, eomma, kenapa aku tidak punya adik?”

“chagi, kai ingin punya aegi?”

“mm!, geu;eom appa, kata young lae aegi itu lucu, oemma, aku juga ingin punya aegi”

“it itu… ya, oppa, eottokhae?” aku kebingungan sendiri mencari jawabannya

“chagi, kau benar ingin punya adik?”

“eo, ne appa”

“geureom, nanti appa buatkan aegy untuk Haena, ottae eomma?” Donghae oppa mengerlingkan sebelah matanya padaku, membuat bulu kudukku merinding.

“em, keugeo”

“eomma, jebal… buatkan aegi untuk haena, ne”

“sebaiknya kau focus menyetir oppa” Donghae oppa hanya terkekeh mendengar jawabanku

“eomma” rengek Haena

“apa chagi?”

“aegi…”

—————————————————————————————————————————-

.END.

eottae?

mian kalo endingnya gaje, author udah mentok sih,

hehe…

tapi tetap sebagai pembaca yang baik, author mohon leave comment nya ya,,

author tunggu,

gomawo *kiss *hug

21 thoughts on “FF yoonhae – Only And Always Love You – Part 8 (End)

  1. akhirnya happyending,, Haena lucu bgt sih bikin gemes ayoo appa Donghae eomma Yoona buatin aegi buat Haena dg ha3x,,, gomawo thor di tggu ff Yoonhae lainnya🙂

  2. Daebak seru seru dan seru banget !!!!!!!
    Seru thor ada saat menangis ada tawanya semua campur aduk !!!!
    I like it !!!!!
    Hwaiting author !!!!!!!

  3. Akhir.a happy ending🙂
    awal baca cerita.a sedih😦
    tpi syukur deh happy ending🙂
    mian baru komen d.part ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s