FF YoonHae – On My Way To Love You (Part 4)

Gambar

 

==========================================================================================

Anyeong^^…

sudah lama menunggu kehadiran ku? ani, ff ku?

hehe, mianhae author terlalu lama menghilang ne?

cha, kita langsung saja ke inti okey??

 

==========================================================================================

“begitulah, semuanya terjadi begitu cepat, terkadang aku merasa ini seperti mimpi. Sepertinya baru kemarin aku melihat senyum manis sica eonnie saat ia bersama hae oppa, namun sekarang seperti yang eonnie sendiri lihat, tak ada senyum lagi di wajah urri eonnie” tutur Kristal, sesekali mata beningnya mengeluarkan bulir bulir kesedihan.

“aku mohon eonnie, jangan katakan hal ini pada donghae oppa”

“wae?”

“sica eonnie tidak mungkin kembali bersamanya, dan itu hanya akan menambah penderitaan mereka, jebal”

Entah apa yang akan aku lakukan sekarang, mengetahui kenyataan dua orang yang saling mencintai harus terpisah karena keadaan, apa itu tidak terlalu kejam untuk mereka?

Apa pantas donghae oppa mendapat penderitaan seperti ini?

Lalu sebaiknya apa yang harus aku lakukan?

 

Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutku untuk menanggapi semua pernyataan Kristal, semua pertanyaan yang muncul dalam benakku terjawab sudah.

Faktanya sekarang Jessica lebih membutuhkan namja yang bernama Ok Taecyeon daripada donghae oppa, karena namja itu memiliki sesuatu yang tak bisa donghae oppa berikan untuknya, ginjal.

Dengan alasan ini namja bernama Taecyeon itu merebut jessica dari donghae oppa, sangat picik memang, namun bagaimanapun penyakit yang diderita jessica sekarang memerlukan dengan segera ginjal yang cocok dengannya.

Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?

Haruskah aku memberitahu donghae oppa semua ini?

Apakah donghae oppa akan kembali pada jessica jika ia mengetahui hal ini dan memaafkan semua kesalahan yang tidak pernah dengan sengaja jessica lakukan?

Eottokhae?

 

=====

 

Author POV

“aku pulaang!!” teriak sooyoung saat memasuki apartemennya, namun tak ada jawaban dari Yoona yang notabene sekarang tengah duduk di depan televise. Dengan tangan memegang remote memindah mindahkan chanel tanpa gairah.

“Ya! Kenapa kau tidak menjawab salamku hah?!”

Yoona hanya menoleh dan kembali menatap layar tivi dengan tangan yang masih menggenggam remote.

“oh, kau sudah pulang” ucapnya datar

“Ya! Kau kenapa eoh?” sooyoung mendekati yoona yang masih tetap dengan wajah tanpa ekspresinya.

“bagaimana kencanmu dengan donghae oppa? Sukses? Apa dia sudah menciummu?”

Yoona menatap sooyoung datar dan kembali memandangi televise, di perlakukan seperti itu sooyoung hanya mendesis sebal.

“youngie ah”

“hm, mwo? Kau sudah sadar?”

“apa yang kau lakukan jika siwon oppa meninggalkanmu?” lagi lagi dengan tampang nonsense nya yoona bertanya pada sooyoung

“YA! Jangan bicara sembarangan pabo! Kau ingin ku bunuh?”

“jawab saja”

“shireo! Kenapa aku harus menjawab pertanyaan Pabo seperti itu?” sooyoung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil air dari kulkas.

“ini hanya perumpamaan saja young”

“apa yang akan kau lakukan jika siwon oppa meninggalkanmu demi yeoja lain”

“apa harus aku jawab?” yoona hanya mengangguk

Sooyoung kembali menempatkan dirinya disamping yoona

“jika siwon oppa meninggalkanku demi yeoja lain, tentu saja aku harus tahu kenapa dia bisa sampai meninggalkanku, karena aku tahu dia mencintaiku dan akupun mencintainya”

“apa cinta saja cukup?”

“geureom, apapun yang kau lakukan harus berdasarkan cinta, makanya, carilah kekasih, jadi kau bisa merasakan bagaimana rasanya mencintai”

Yoona hanya diam mendengar pernyataan sahabatnya itu.

 

Yoona POV

“lalu jika ternyata siwon oppa mengidap penyakit yang membuatnya harus menghianatimu, bagaimana?””

“Ya! Kenapa pertanyaanmu dari tadi menyeramkan eoh?”

“apa terjadi sesuatu antara kau dan donghae oppa?”

“apa dia mengidap penyakit yang mematikan?”

Sooyoung sangat antusias menunggu jawaban atas pertanyaan yang baru saja ia lontarkan

“ani”

“lalu? Kenapa kau bertanya seperti itu? Ya! Kau baik baik saja kan yoong? Kau tidak mengidap kanker kan? Malhaebwa!”

Kenapa malah aku yang mengidap penyakit? Dasar sooyoung pabo.

“pabo! Tentu saja bukan aku”

“lalu siapa yoong? Jangan buat aku penasaran”

 

Ku hela nafas sejenak.

Aku tahu tak mungkin menyimpan rahasia ini sendirian, aku harus berbagi dan mendengar saran yang mungkin bisa memberiku pencerahan.

“jessica”

“jessica? Nugu?”

“kekasih donghae oppa”

“mwo? Jinjja? bagaimana bisa? Ceritakan padaku semuanya!”

“dia, yeoja itu mengidap penyakit gagal ginjal akut, jika tak segera mendapat donor maka nyawanya terancam”

Sooyoung dengan serius menyimak ceritaku

“hanya ada namja yang bernama Ok Taecyeon yang ginjalnya cocok untuk jessica, namja itu bersedia mendonorkan ginjalnya dengan syarat jessica harus menikah dengannya, dan sekarang jessica dan donghae oppa berpisah”

“apa donghae oppa mengetahuinya?”

Aku menggelengkan kepala.

“apa kau akan memberitahu donghae oppa masalah ini?”

 

Deg!

Haruskah?

Apa aku harus memberitahu donghae oppa tentang hal ini?

“menurutmu?”

Sooyoung diam, sepertinya ia sedang berfikir sekarang. Baguslah, gunakan sedikit otaku untuk membantuku youngie.

“beritahu saja”

“mwo? Bagaimana caranya?”

“beritahu donghae oppa dengan cara yang halus dan pelan pelan”

“eottokhae? Aku tak tahu caranya, menurutku plan atau cepat, halus atau langsung semua itu pasti akan memberikan luka pada donghae oppa, dan”

“dank au tak ingin melukai hati dan perasaannya” aku membenarkan perkataannya.

“aku merasa donghae oppa sudah cukup tersiksa dengan penghianatan jessica, dan sekarang jika harus dihadapkan pada kenyataan bahwa jessica mengidap penyakit yang mengharuskan dirinya meninggalkan donghae oppa apalagi dengan namja lain bukankah itu sama saja dengan menabur garam di atas luka?”

“harus merelakan orang yang telah menghianati dengan secara sadar tanpa bisa menjadikannya milik kita lagi tidak kah itu terlalu kejam untuk donghae oppa?”

Sooyoung hanya diam dengan pertanyaan pertanyaan yang aku lontarkan barusan.

“tapi menurutku cepat atau lambat meskipun bukan berasal dari mulutmu donghae oppa akan mengetahuinya yoong”

“setidaknya jika ia tahu sejak awal donghae oppa akan mempersiapkan hati untuk melangkah ke step berikutnya dengan atau tanpa jessica bersamanya”

 

Benar ucapan sooyoung, cepat atau lambat meskipun bukan aku yang memberitahunya donghae oppa pasti akan mengetahui kenyataan ini.

Aakh, kepalaku pening rasanya.

 

=====

 

Sudah beberapa hari berlalu sejak aku bertemu dengan jessica dan namja itu, sesekali aku pernah bertemu dengan kristal, dan sampai sekarang aku belum memberi tahu donghae oppa yang sebenarnya.

Setiap aku bertemu dengan kristal, ia selalu menanyakan kabar donghae oppa. Aku tahu bukan kristal lah yang sebenarnya ingin mengetahui kabar donghae oppa, melainkan jessica.

Pernah sekali waktu aku meminta kristal untuk membawaku bertemu dengan eonnie nya, namun menurut kondisi, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bertemu dengan jessica, apalagi namja yang bernama taecyeon itu selalu ada disamping jessica, jadi kami harus mencari waktu yang tepat untuk menemui jessica.

  

Aku juga masih berhubungan dengan donghae oppa, meskipun hanya sebatas pesan singkat atau telefon setidaknya aku mengetahui apa yang donghae oppa tengah lakukan, dan tentu saja memastikan keadaan namja itu.

Oppa, begini saja sudah cukup untukku.

 

=====

===

==

 

From: donghae oppa

“yoong, sedang apa? Ada waktu siang ini?”

 

Selalu seperti ini, sudah beberapa kali aku menghindar untuk bertemu dengan namja yang sudah mencuri hatiku. Bukan karena kau benci padanya, namun karena tak tahu apa yang harus ku katakn padanya jika sudah bertatap muka nanti.

Aku takut salah bicara.

 

To: donghae oppa

“ada apa oppa? Aku sedang ada kelas”

 

Mian oppa, lagi lagi aku berbohong.

“yoong, gwenchana?” sooyoung sepertinya menangkap ekspresiku yang berubah seketika

“eoh, gwenchana”

“wae yoongie, ceritakan pada kami, eoh?” timpal yuri

“ah, bagaimana kisahmu sekarang dengan donghae oppa? Lancar?” taeyeon juga seperti tak ingin kalah langkah.

Tentu saja, pasti ia mendengar aku bertemu dengan donghae oppa dari leeteuk oppa yang merupakan sama sama pemilik kafe saat aku bertemu dengan kristal dulu.

Aiish,, namja suka bergosip juga ternyata.

 

“molla”

“waeyo?” tanya yuri seraya menyesap minuan di depannya.

Semuanya diam menunggu jawabanku, kecuali sooyoung yang sudah tahu sejak awal.

“akan ku ceritakan, tapi tidak disini, kaja kita pulang saja”

“yah, sekarang saja yoong, aku penasaran” ucap tiffany

“shireo, aku ingin pulang, jika kalian ingin mendengar ceritaku, kajja!”

Aku hanya tersenyum melihat tingkah para yeoja yeoja gila yang erupakan sahabat terbaikku ini, aku tahu mereka menyayangiku.

 

=====

====

 

From: donghae oppa

yoong, kau sudah selesai kuliah bukan?

Aku di tempat parkir apartemenmu sekarang”

 

Matku seketika membulat saat melihat lahar handphoneku ini.

“aah, eotthokhae?”

“mwo? Ada apa yoong?” tanya sooyoung

“donghae oppa ada di parkiran sekarang, eottokhae?”

“sebaiknya kau temui saja, mungkin dia juga merindukanmu” ucap taeyeon yang diiringi anggukan yang lainnya.

“tapi,”

“yoong, jika ka uterus menghindarinya seperti ini, kau tidak akan pernah tahu perasaannya padamu” ujar yuri

“dia hanya temanku”

“kau yakin? Tanya hatimu kalau begitu, apa kau ingin menemuinya atau tidak” giliran Tiffany angkat bicara.

 

Hati?

Dalam hatiku tentu saja ingin bertemu dengannya, bahkan jika boleh jujur aku sangat saaangaat merindukan namja itu.

 

Author POV

Tanpa banyak bicara yoona segera mengambil mantelnya dan berlari keluar apartemen, teman teman uang mengerti dirinya hanya tersenyum dan berdecak.

“hati hati yoong!”

 

Dengan nafas terengah yoona berdiri di depan pintu gedung apartemennya, mungkin gadis itu tak ingin membuat namja yang bernama lee donghae itu menunggu terlalu lama.

 

Kedatangan yoona disambut oleh senyuman manis donghae.

 

Donghae POV

Sudah hampir 15 menit semenjak aku mengirim pesan pada yoona namun tak ada balasan darinya, apakah dia tidak ingin menemuiku? Entah kenapa ada rasa sedikit kecewa jika ternyata itu kenyataan yang harus aku hadapi.

 

Yoona, yeoja dengan wajah yang selalu menyunggingkan senyum, entah kenapa pula aku selalu ingin bertemu dengannya. Selama ini, semenjak terakhir kali dia meninggalkanku karena ada janji dengan sooyoung sahabatnya, kami tidak pernah bertemu lagi, hanya sebatas pesan singkat atau telfon saja, itu juga selalu tidak tepat pada waktunya, telfonku selalu pada saat yoona sibuk.

Ah, secepat inikah aku terpikat pada yeoja cantik itu?

 

Ternyata dugaanku salah, aku melihat yoona setengah berlari dari gedung apartemennya menuju tempat dimana aku parkir. Akhirnya dia datang juga, yoonaku.

Eh, taka pa bukan aku menyebutnya begitu? YoonaKu?

Haha, konyol memang, tapi yeoja ini benar benar sudah berebut sebagian perhatianku.

 

Yoona POV

Di masih disana, syukurlah, aku kira donghae oppa sudah lelah menungguku.

Donghae oppa bangkit dari duduk bersendernya dari mobil, ia tersenyum manis, sangat manis, mungkin jika setiap hari aku melihatnya seperti ini aku tak memerlukan gula lagi di rumah. Haha… pabo yoona.

 

“oppa, mian… hosh… hosh”

“wae? kau berlari?”

“eum, aku kira oppa sudah pergi, jadi aku sedikit berlari tadi”

“aku akan tetap disini sampai kau datang yoong”

Kyaa!! Oksigen oksigen!!

 

====

 

“jadi kita mau kemana oppa?”

Aku dan donghae oppa sekarang sudah berada di dalam mobilnya, entah mau kemana dongahae oppa membawaku.

“hm, pantai? Ottae?”

“wah pantai?” donghae oppa mengangguk

“mauu!! Kajja!!”

 

=====

====

===

 

Donghae POV

“kya!! Pantai!!”

Yoona tampak girang dan terus berlarian di pantai, sepertinya yeoja ini sangat menyukai pantai.

Aku harus mengajaknya ke mokpo kapan kapan, dia pasti akan menyukainya.

“oppa! Kemarilah, ini sangat menyenangkan! Kyaa!!”

Aku terkekeh melihat tingkahnya, sangat lucu dan… sangat cantik.

Di udara sedingin ini dia bisa begitu semangat bermain dengan ombak, dasar yoona.

 

Aku duduk di tepi pantai, menikmati angin yang dingin pada musim ini. Yoona berlari kecil menuju ke arahku, senyman itu masih terukir jelas di bibir manisnya, ah, untuk itu aku hanya menduganya, ya tentu saja karena aku belum pernah mencicipinya.

Haha… kenapa pikiranku jadi kearah sana.

Yang jelas senyumnya membuat jantungku bekerja lebih keras dari biasanya.

“oppa kau tidak main ombak? Itu sangat menyenangkan oppa” nafasnya memburu, aku tahu dia sangat semangat.

“apa kau tidak merasa dingin yoong?”

“dingin oppa, sangat dingin, tapi menyenangkan”

Aku terkekeh, rambutnya yang tergerai seketika berantakan saat angina menerpanya. Reflek aku rapihkan rambutnya dengan tanganku.

 

Author POV

Donghae merapihkan rambut yona yang berantakan diterpa angina pantai, seketika suasana jadi canggung.

“a a itu, ayo kita main ombak oppa” dengan tampang canggungnya yoona menarik tangan donghae untuk berdiri.

 

Namja dan yeoja itu tampak begitu bahagia, padahal angin di pantai ini sangat dingin. Namun sepertinya tak menghalangi dua orang ini untuk menikmati suasana.

 

Yoona POV

“kya!! Ampun oppa! Hahahaa..”

Aku dan donghae oppa bermain kejar kejaran setelah sebelumnya bermain air.

Dan donghae oppa sekarang tengah menggelitik pinggangku, geli.

“ampun eoh?”

“ampun oppa, hhaahaa”

Akhirnya donghae oppa melepaskanku. Hah, bebas juga.

“hosh hosh… kau jahat sekali oppa”

“hahahaa, mian, tapi itu menyenangkan”

“menyenangkan untukmu, dan menggelikan untukku, huh”

Tawa donghae oppa kembali pecah.

 

Kini kami berada di kedai pinggir pantai setelah puas bermain pasir dan ombak. Dengan tidak tahu malu erutku berbunyi, sungguh memalukan.

“ah, akhirnya aku bisa melihatmu makan dengan lahap lagi” lagi lagi donghae oppa menertawakanku

“ya! Aku tidak makan sebanyak itu oppa”

“memang tidak banyak, hanya satu setengah porsi namja hahaha”

“aiish, jinjja, berhenti membuatku malu oppa, dan berhenti tertawa, kau membuatku kehilangan nafsu makan”

“haha, geurae, geurae, aku berhenti” sepertinya donghae oppa berusaha keras menghentikan rasa ingin tertawanya, aku hanya bisa mempoutkan bibirku.

 

====

 

“masshita!!” aku melahap semua makanan yang di pesan donghae oppa untuk kami berdua. Dan semua makanan itu merupakan menu favoritku, aigo oppa, menu favorit kita sama, apakah itu artinya kita berjodoh?

Haha… pabo yoona!

Aku tersenyum senyum sendiri dengan pemikiran konyolku ini dan sepertinya donghae oppa menyadarinya.

“wae yoong? Kau suka makanannya?” aku menganggu semangat

“sangat oppa! Gomawo”

“eum, makanlah yang banyak” aku mengangguk lagi, dan menyantap semua makanan yang tersaji, tentu saja berdua dengan donghae oppa.

 

Drrt…Drrtt…

Ku rasakan ponsel dalam saku ku bergetar.

Ah, aku belum mengecek handphoneku dari tadi.

 

10 missed call & 3 messages

Ng? nugu? Ku buka riwayat calling di handphoneku

Jung Kristal Missed call

Ada apa ini? Tidak biasanya kristal menghubungiku.

Ku baca pesan yang dikirimkan olehnya

 

From: Jung Kristal

“eonnie, eodiseo?

Uri eonnie kritis, dan harus segera di operasi, tapi dia ingin bertemu dengan eonnie dan donghae oppa, ettokhae?”

 

Ige mwoya? Jessica kritis? Eottokhae?

Ku lihat donghae oppa masih asik makan makanan yang tersaji

Ku baca lagi pesan kedua dari kristal, dan yang ke tiga.

 

From: Jung Kristal

“eonnie, eottokhae?

Balas pesanku jebal”

 

From: Jung Kristal

“eonnie, bisakah kau kesini dengan donghae oppa?

Jebal, urri eonnie tidak ingin di operasi sebelum bertemu kalian

Jika kau sedah baca pesanku segera telfon aku eonnie,

Aku menunggu”

 

Ah, eottokhae? Aku bahkan belum berbicara apapun tentang Jung Jessica padanya.

Apa yang harus aku lakukan?

 

Eottokhae?

 

========================================================================================

TBC.

 

Please RCL

gomawo^^

21 thoughts on “FF YoonHae – On My Way To Love You (Part 4)

  1. lanjut3x thor,,, kyknya donghae udah mulai tertarik ama yoona…

    Yoona blh aja ngasih tau Donghae alasan knp sica mnta putus,, tp YH hrs ttp bersatu pokoknya ga blh pisa torh, jgn lama2 ngepost next partnya, Kamsa🙂

  2. Kyaa tbc di bgian yg genting *eh
    Waah smoga ntar yoona jlasin ke donghae n jenguk jesica , biar msalah cepet kelarr😮
    Biar yoonhae bersatu ^^’/

    Lanjut author …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s