FF YoonHae – On My Way To Love You (Part 5)

on my way to love you

——————————————————————————————————————————————-

anyeong^^
mianhae posting lanjutannya kelamaan,,

yuk lanjut aja ke inti.
semoga kalian suka^^

cekidot!!
——————————————————————————————————————————————-

Aku tak akan memaksa takdir agar kau tetap untukku
Jika kau bahagia dengan pilihanmu
Maka itu juga bahagiaku
– Im Yoona –

Hari sudah menjelang senja, tapi sampai sekarang aku belum mengatakan apapun tentang jung jessica yang tengah menunggu kami dengan kondisi kritisnya, eottokhae?
Apa aku harus memberitahunya sekarang?
Bagaimana jika donghae oppa tidak ingin bertemu dengan jessica?

“yoongie? Wae? kau baik baik saja?”
“ah, nde? Kenapa oppa?”
“apa kau baik baik saja?”
“nde, tentu, kenapa oppa?”
“ani, sepertinya sejak keluar dari restoran kau seperti gelisah, benar kau baik baik saja?”
“eoh, aku baik baik saja… hanya saja…”
“hanya saja apa?”
“ah, tidak, tidak apa apa oppa”
“baiklah”

Donghae oppa focus kembali mengemudi sedangkan aku masih berperang dengan batinku sendiri.
Dengan cara bagaimana aku harus memberi tahu donghae oppa?

Tanpa ku sadari ternyata mobil yang kami kendarai sudah mulai memasuki komplek apartemenku. Aarrgghh eottokhae????

Diam.
Tak ada kata kata yang keluar dariku maupun donghae oppa, kami sudah berada di parkiran apartemen.
Aku harus mengatakannya sekarang sebelum terlambat. Harus!
“oppa / yoong” aiish, kenapa disaat aku bicara donghae oppa juga buka suara, aiish.
“oppa dulu saja / kau dulu saja yoong” lagi lagi
“kau dulu saja yoong”
“hm, oppa”
“nde, ada apa yoong?”
“emm,, seandainya…”
“seandainya?”
“ani, aku semalam mendapat cerita dari teman dan dia ingin pendapatku, tapi karena aku tak tahu jawaban apa yang harus ku berikan padanya sampai sekarang pertanyaannya belum bisa aku jawab”
“lalu?”
“aku minta bantuanmu oppa, mungkin saja oppa memiliki pandangan dari segi lainnya”
“apa tidak apa apa cerita temanmu diceritakan padaku?”
“eoh, tidak apa apa, aku sangat bingung saat ini, oppa mau mendengar ceritanya dulu?”
“geureom, malhaebwa”

“ehm, begini ceritanya oppa, temanku, yeoja, menyukai seorang namja yang telah memiliki kekasih, dan ternyata kekasih namja itu juga teman baiknya, dia berkata jika dia tahu dari awal bahwa namja itu sudah memiliki kekasih yang ternyata juga merupakan temannya, dia tak akan pernah memberikan hatinya pada namja tersebut.
Malangnya temannya itu sakit keras dan meninggalkan namja itu, dan sekarang dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.”
Donghae oppa mendengarkan ceritaku dengan tenang. Oppa, tak tahukah hatiku kini seperti habis di luluh lantahkan oleh angin putting beliung? Berantakan.
Tuhan beri aku kekuatan.
“jika oppa dalam posisinya, apa yang akan oppa lakukan?”
“hm”
Donghae oppa tampak berfikir keras.
“menurutku… ah, apa namja itu menyukai temanmu itu?”
“molla, dia tidak mengatakan jika namja itu menyukainya atau tidak”
“hm, rumit memang, tapi menuruku jika aku menjadi temanmu itu aku akan bertahan di sisi namja itu sampai ada kejelasan dari hubungan mereka, dan sampai namja itu sadar bahwa ada aku yang sesalu ada untuknya, sedikit egois memang, tapi jika kau yakin jika dia takdirmu maka pertahankanlah”
“begitukah?”
“hm, menurutku begitu”
“gomawo oppa”
“cheonma yoongie”
“ah, tadi apa yang ingin oppa katakan?”
“ah, ani, lain kali saja yoong, itu tidak terlalu mendesak”
“eoh”

Telfon ku kembali berdering, Kristal.
“oppa, aku ingin mengunjungi temanku, bisakah kau mengantarku? Please?”
“eoh, tidak jadi pulang? Kemana yoong?”
“ke Seoul Hospital”
“Rumah Sakit? Namja atau yeoja?”
“yeoja oppa, bisa?”
“kajja”

Drrt…

From: Krystal
“eonnie, jebal, datanglah”

To: Kristal
“nde, aku segera kesana, di ruangan apa jessica eonnie dirawat?”

From: Krystal
“jinjja? gomawoyo eonnie, uri eonnei ada di Eidelweise bhang”

To: Krystal
“arraseo, tapi aku ingin mempertemukan dulu donghae oppa dengan jessica tanpa aku bersamanya, bisa kau menemuiku di taman di rumah sakit nanti?”

From: Krystal
“nde, geureomyeon eonnie, sekali lagi terimakasih”

Author POV
Yoona menggenggam erat ponselnya, tersenyum yakin.
Donghae sepintas melihat tingkah laku yeoja di sebelahnya di sela konsentrasinya pada jalan yang mereka lalui.
“sepertinya ada yang menarik dalam ponselmu yoong, sejak tadi kau tersenyum seperti itu, boleh aku tahu kenapa?”
“eoh? Tersenyum? Ani, aku hanya telah mengirimkan pesan pada temanku yang aku ceritakan pada oppa tadi, dan aku kirimkan jawaban seperti apa yang oppa katakan”
“benarkah? Lalu apa katanya?”
“dia hanya berterimakasih, kata kata yang oppa katakan tadi membuka hatinya”
“benarkah? Syukurlah kalau begitu”

Donghae POV
Yeoja yang tengah duduk manis di kursi sebelahku tersenyum manis menatap ponselnya, sepertinya jawaban yang aku berikan tadi sangat berpengaruh padanya.
Tidak salah, dan tentu saja jawaban itu tepat, jika kau yakin jika dia adalah takdirmu maka pertahankanlah.
Dan aku yakin akan takdirku… im Yoona

Yoona POV
Kami sudah berada di Seoul Hospital, aku segera mengajak donghae oppa untuk masuk bersama, meskipun donghae oppa sempat menolaknya.

Kami sudah di lantai dimana Jung jessica di rawat, hanya tinggal melewati lorong ini maka kami sudah sampai di depan kamar jessica.
“ah! Aku lupa”
“ada apa yoong?”
“aku lupa membeli pesanannya oppa, tadi temanku meminta sesuatu untuk dibelikan, aku ke cafeteria dulu oppa, kau masuk dulu saja ne, nanti aku menyusul”
“shiero, aku tidak mengenalnya yoong, bagaimana jika dia bertanya siapa aku?”
“tidak apa apa oppa, aku sudah bicara padanya kalau aku datang bersama dengan teman”
“tapi yoong”
“jebal oppa, aku hanya sebentar, setelah aku membeli pesanannya aku segera kembali, nde, jebal” ku keluarkan jurus aegyeoku
“aiish, jangan gunakan aegyeomu yoong! baiklah, dimana ruangannya?”
“hehe, gomawo oppa. Di lorong depan, kamar Eidelweise”
“eoh, araso, kau harus segera kembali”
“arraseo, aku pergi dulu oppa”
“eoh”

Ku jauhi donghae oppa yang kini mulai melangkah mendekati kamar dimana jung jessica dirawat. Donghae oppa memasuki kamar tersebut.
Ku sembunyikan tubuhku dibalik dinding, aku yakin ini adalah langkah yang tepat untuk mereka. Donghae oppa harus mengetahui ini, dan aku yakin mereka masih bisa bersama.

Perlahan ku langkahkan kakiku ke temapat dimana kristal menungguku, taman.

===

Ku langkahkan kakiku menyusuri pelatar Rumah Sakit ini, sepertinya aku membutukan kopi.
“eonnie”
Crystal melambaikan tangannya memanggilku untuk mendekatinya, ku pasangkan lagi senyumku di depannya.
“sudah menunggu lama?”
“ani, tidak terlalu lama eonnie, eonnie mau pesan sesuatu?”
“aku ingin membeli kopi”
“eoh, biar aku pesankan”

Aku dan crystal sudah berada di taman dekat dengan Rumah Sakit dimana Jessica jung dirawat, dan beserta donghae oppa disana.
Sakit ternyata, sangat.
Aku kira jika belum memiliki status tidak akan sesakit ini untuk melepas kenyataan bahwa orang yang kau cintai tengah berada dengan orang yang dia cintai.
“mianhae eonnie”
“eh?”
“mian, aku mewakili kakak untuk meminta maaf pada eonnie, aku tahu pasti eonnie sakit hati melihat namjachingu eonnie kini bersama dengan mantannya”
“ani, tidak apa apa kristal ah, sebenarnya aku bukan kekasih donghae oppa”
“nde?”
“mian, aku sudah berbohong padamu dan pada kakakmu”
“…”

“aku dan donghae oppa bukan pasangan kekasih, dan donghae oppa tidak mencintaiku seperti yang dia katakan pada kakakmu”
“lalu kemarin eonnie bilang…”
“mian, aku berbohong, aku kecewa pada kakakmu yang berputus asa dan melepaskan cintanya”
“pada awalnya aku hanya ingin membantu donghae oppa dan berpura pura menjadi yeoja chingunya”
“eonnie mencintai donghae oppa” itu bukan pertanyaan, miris mendengar penyataan seperti itu. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya
“bohong jika aku berkata aku tidak mencintainya, tapi hanya aku, tidak dengan donghae oppa, dia hanya mencintai jessica sampai sekarang”
“tapi sica eonnie tak mungkin bisa bersama donghae oppa”
“setidaknya dengan aku mempertemukan mereka hari ini, aku tidak lagi bertindak bodoh dengan membohongi hatiku sendiri. Aku yakin donghae oppa akan mendapatkan jessica kembali dengan cinta mereka.”

—===—

Aku terduduk sendiri di salah satu kursi yang menjadi penghias di pinggir sungai Han.
Hanya tempat ini yang bisa menjernihkan kepalaku saat ini, aku tak mungkin pulang ke apartemen dengan kondisi yang menyedihkan. Sudah cukup menjadi drama queen hari ini.
Ku sesap lagi kopi dari gelas yang ku genggam. Kopi dengan gelas yang sama saat aku bersama kristal tadi. Bahkan sekarang sudah dingin, tidak panas lagi.
Aku meninggalkan donghae oppa setelah berpamitan pada crystal, aku rasa aku tidak perlu menemui jessica, karena memang tak ada porsi untukku diantara mereka.

Sooyoung calling…

“ne, youngie”
“yoong, gwenchana? Kenapa kau belum pulang? Jam berapa ini?”
“ah, mian, aku lupa waktu, aku baik baik saja youngie, hanya ingin menjernihkan fikiranku saja”
“jeongmal? Perlu aku temani? Dimana kau sekarang? Perlu aku jemput?”
“nde, tenanglah, setelah hatiku tenang aku akan segera pulang, tidak usah youngi, biar aku naik bus saja”
“baiklah, hati hati jangan terlalu lama diluar sangat dingin”
“arraso”
“jika ada apa apa segera telfon aku”
“nde”

===

Author POV
Yoona bangkit dari kursi yang didudukinya, melangkah mendekati tepi sungai Han. Masih menggenggam gelas yang berisikan kopi yang telah dingin yang kemudian ia lemparkan ke tempat sampah yang tak terlalu jauh jaraknya dari tempat ia berdiri.

Yoona merentangkan tangannya seolah tak merasakan hawa dingin yang menusuk kulitnya.
“HAH!!”
Ia menghembuskan nafasnya kasar.

Yoona POV
Ku rentangkan tanganku menantang angin yang ingin menggoyahkanku dengan rasa dinginnya yang menusuk kulitku seolah ribuan jarum yang tak berwujud.
“aaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!” tak bisa masih tak mempan.
Dadaku masih terasa sesak.
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
“OPPPPAAAAAAAAAAAAAAA !!!”
“kenapa rasanya sakit sekali”
“OPPPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MIAN!!!”
“OPPAAA!! MIAN AKU MEMBOHONGIMU”
“mian…”
“berbahagialah oppa”

Ku langkahkan kakiku menyusuri jalanju menuju halte bus.
Aku ingin tidur, tidur yang panjang.

=======================================================================================================================================

TBC.

ottae?
kalian suka?
please RCL ^^

29 thoughts on “FF YoonHae – On My Way To Love You (Part 5)

  1. Wah sdh ada lanjutan ny yah,,

    mkin seru ajja ff ny,,
    ending ny yoonhae yah thor!!
    lanjutkan,jgn lma2!!hee,,

  2. aku bygin kl aku yg jd Yoona pst nyesek bgt ngelepas org yg kt cinta buat org lain,,
    cinta mmg ga hrs memiliki tp di sini Yoona kan blm tau perasaan Donghae yg sbnrnya, mgkn aja kan Donghae jg cinta ama Yoona…
    Kl Donghae tau Yoona bhg ama dia kira2 Donghae mrh ga yah😦

    Buat YoonHae bersama ya thor, next partnya jgn lama2 dan lbh panjang. Gomawo🙂

  3. kurang panjang,,,perbanyak yoonhae moment’y donk,tetep keren ceritanya,lanjut jgn lama2 y,semangat buat nulis lanjutanya fighting-_()

  4. Yoong unnie semangat. Hae oppa ayo katakan kalau kau juga mencintai yongg unnie:(
    lanjut ya thor, oiya tpi klo bikin part jgn panjang2 soalnya aku gereget klo bacanya gaabis2 dab itu bikin penasaran bgt::) hehe

  5. eottoke ff.xa bgus bget. . .
    Next part,
    ksian yoong eonni,
    pdhal donghae oppa mw nytain perasaan.xa. . .
    Lnjut trus

  6. Wah daebak thor.
    Yoona eonnie pengen tidur yg panjang?? Andwae!!!
    Ntar kasihan Donghae oppa.

    Next jangan lama” ne.
    Fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s