FF YoonHae – My Soul ( Part 4)

Author : Lee Yoon Ri a.k.a Fietha Khuriend El Wardah
Twitter : @fita_wardah
Tittle : MY SOUL (Chapter 4)
Main Cast : Lee Donghae, Im Yoon Ah
Support casts : all member Super Generation
Length : series
Genre : romance *pengennya sih and friendship
=============================================================================================
 
Annyeong pyrosdeul, saya balik lagi sambil nyeret (?) yoong eonni dan donghae oppa😀
Seneng banget udah nyampek part 4, pyros mau sampek part berapa nih? Kekekk~
Tapi kayaknya next part bakal lama publish, soalnya author lagi vakum dulu. Liburan baru mulai saya lanjutin lagi
*ga nanya thor ! #yesungdahlah -_-
 
Siksa haseyo *naloh?😮😀
 
MY SOUL (Chapter 4)
 
“Tak masalah jika kita mendapatkan banyak rintangan, asalkan kau tetap bersamaku aku bisa melewatinya. Karena kau adalah sumber energiku, aku yakin Tuhan menciptakanmu hanya untukku Im Yoon Ah.”
-Lee Donghae-
“Jangan pernah menyerah untuk menggapai impian kita. Meskipun banyak hambatan yang menghadang aku yakin bahwa Tuhan tengah menyiapkan skenario indah untukku dan untukmu.”
-Im Yoon Ah-
 
@Dorm Super Junior
AUTHOR POV
“Aku pulang.” Donghae membuka pintu dormnya bersama Yoona di sampingnya.
“Eonni? Kenapa kalian bisa di sini?” Yoona dan Donghae sedikit terkejut mendapati member SNSD berkumpul di sana.
“Ne Yoong. Kami memutuskan berkunjung ke sini. Lagipula kita bosan di dorm.” ujar Sunny.
“Dan di sini juga banyak makanan.” Ucap Sooyoung sumringah dengan asyik memakan cemilan.
~PLETAK
Jessica menjitak kepala Sooyoung, ia gemas dengan dongsaengnya yang satu ini. Hanya makanan saja yang ada di otaknya.
“Kya! Dasar shikshin, apa tidak ada hal lain yang ada di pikiranmu selain makan, eoh?” sentaknya.
“Eobseo.” Jawab Sooyoung santai dan masih melanjutkan aktivitasnya.
“Isssh! Untung saja badanmu itu tak bisa gendut, kalau tidak aku yakin pasti sekarang kau sudah mirip dengan sumo.”
Semua member pun serempak tertawa mendengar komentar pedas dari Kyuhyun.
“Kyaaa! Evil, apa katamu? Kau ingin cari mati, eoh?” Sooyoung pun geram mendengar ucapan evil itu, apalagi semua member pun menertawakannya.
“Seo, kalau dia bukan namjachingumu. Dia pasti sudah menjadi menu makan siangku.”
“Aigoo! Kejam sekali kau Sooyoung-ah. Kalau kau menjadikan evil itu makan siangmu aku tidak memiliki teman bermain game lagi.” Ucap Kibum dengan tampang polos.
“Aissh! Kalian ini, hal seperti itu saja dipermasalahkan. Ohya aku hampir lupa. Kau tadi darimana Yoong?”
AUTHOR POV END
 
YOONA POOV
“Aissh! Kalian ini, hal seperti itu saja dipermasalahkan. Ohya aku hampir lupa. Kau tadi darimana Yoong?”
“Aku dari cafe Yesung oppa eonni.” Jawabku dengan tersenyum malu pada Fany eonni.
Omo! Mereka akan tahu kalau aku menyusul Donghae oppa. Aku malu jika aku ketahuan cemburu pada Eun Seo.
“Nde? Kau menyusul Donghae hyung, begitu?” giliran Ryeowook oppa yang mengintrogasiku.
“Ne oppa.” Jawabku singkat tanpa menatapnya.
“Aaahh, kau cemburu pada Eun Seo-ssi yaa?”
Mwo? Aigoo! Shindong oppa, kenapa kau mengatakannya? Aku benar-benar malu saat ini. Aku hanya menunduk tak berani menatap mereka yang tengah menertawai tingkahku, aku yakin mukaku sudah seperti tomat. Oh Tuhan!!
“Jadi benar? Kau cemburu pada Eun Seo-ssi, Yoong?”
Hyoyeon eonni!!! Kenapa mengulanginya lagi? Aku malu !
Kulirik Donghae oppa disebelahku, ia hanya tersenyum dan terlihat menahan tawanya. Aissh! Ikan menyebalkan.
“Berhenti menertawakanku oppa, eonni.”
Seketika tawa mereka pun berhenti. Kuberanikan untuk mengangkat wajahku. Issh, jijja! Mereka masih menahan tawa agar tidak meledak. Menyebalkan.
“Itu hal yang wajar bukan? Aku hanya takut kehilangan ikan peliharaanku ini.” Jelasku sambil memukul lengan Donghae oppa.
“Appo. Kenapa kau memukulku, eoh? Aku kan tidak salah apa-apa Yoong.”
“Yoongie, seharusnya kau menyadari sesuatu dari awal.”
Menyadari sesuatu? Aku tak mengerti apa yang dimaksud Leeteuk oppa. Aku hanya menatapnya bingung.
“Harusnya kau menyadari bahwa Donghae terlalu mencintaimu, bahkan untuk melirik yeoja lain pun aku yakin ia tak bisa. Apalagi mencintainya dan meninggalkanmu?”
Omona! Aku semakin malu, bahkan Leeteuk oppa pun tahu hal itu. Kenapa aku tak menyadarinya? Pabo Yoona!
“Lagipula Donghae masih waras untuk melihat bahwa yeoja-nya lebih cantik.”
Sungguh, aku begitu malu berada disini. Pujian Yesung oppa berhasil membuat pipiku kembali merona. Oh!!
“Yak, hyung. Dia yeoja-ku, jangan macam-macam.” Sergah Donghae oppa.
“Issh, oppa!” bisikku padanya.
Ia hanya tersenyum padaku dan mengusap kepalaku. Apa ia tak tau aku sungguh malu karenanya?
“Oppa, kita besok berangkat jam berapa? Aku belum mempersiapkan apapun.” Tanyaku mengingat besok kita akan mengunjungi eomma di Mokpo.
“Mungkin sekitar jam 8 Yoong.”
“Oh, begitu. Arrasseo.” Jawabku mengangguk.
YOONA POV END
 
AUTHOR POV
“Memangnya kalian akan pergi ke mana?” tanya Hyoyeon dengan raut wajah heran, tak terkecuali semua member SNSD.
“Apa aku belum memberitahu kalian eonni? Besok aku akan ke Mokpo mengunjungi rumah Hwae oppa. Eomma menyuruh kami ke sana.”
“Begitu ya. Memangnya ada acara apa sampai kau juga ikut ke sana?” tanya Sunny ingin tahu.
“Molla, eomma hanya menyuruh kita ke sana.” Jelas Donghae pada mereka.
***
Keesokan hari
@Dorm Super Junior
“Hyung, aku pergi dulu. Annyeong.” Donghae pamit pada hyungdeul-nya yang berada di ruang tamu.
“Hati-hati Hae-ya.” Pesan Leeteuk, memang sang leader ini selalu mengingatkan hal itu pada dongsaeng kesayangannya ini. Mengingat appa Donghae juga berpesan padanya untuk menjaga Donghae.
“Arrasseo hyung.” Jawab Donghae sedikit berteriak karena ia sudah berada di luar pintu.
Donghae pun melajukan mobilnya menuju dorm SNSD, menjemput Yoona. Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana.
 
@Dorm SNSD
Di salah satu kamar dalam dorm itu, terlihat seorang yeoja cantik sedang berkutat di depan cermin. Dipoleskannya make up tipis ke wajah cantiknya.
“Ah, selesai.” Katanya sumringah.
Ia bergegas keluar kamar menuju ruang tamu untuk menunggu Donghae menjemputnya.
“Kau sudah siap Yoong?” tanya Jessica yang juga berada di ruang tamu bersama member yang lain.
“Ne eonni. Aku tak sabar ingin bertemu eomma.” Yoona menjawabnya dengan wajah yang sumringah.
~TING TONG
Hyoyeon hendak berdiri untuk membukakan pintu. Namun urung karena Yoona mencegahnya.
“Biar aku saja eonni, mungkin itu Donghae oppa.”
Yoona pun beranjak dari duduknya dan menuju pintu. Dan benar, itu memang Donghae.
“Eotteokhe? Sudah siap?” tanya Donghae.
“Ne, aku pamit ke eonni-eonni ku dulu oppa.”
Yoona pun kembali masuk ke dalam dan berpamitan dengan member SNSD yang lain. Tak butuh waktu lama, ia sudah menghampiri Donghae yang sudah menunggunya di mobil.
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Mokpo, rumah Donghae. Sesekali mereka tertawa bersama, entah apa yang tengah mereka bicarakan. Namun bisa dipastikan keduanya sangat bahagia, terlihat dari raut keduanya.
Selang beberapa waktu, akhirnya mereka sampai juga di rumah Donghae. Yoona yang sudah tak sabar bertemu eomma Donghae langsung saja turun setelah Donghae memberhentikan mobilnya.
Ia masuk ke rumah Donghae layaknya rumahnya sendiri. Memang ia seringkali berkunjung ke sini saat ia tak ada jadwal, tak jarang juga ia ke sini sendiri tanpa Donghae. Jadi tak heran jika ia sangat dekat dengan keluarga Donghae.
AUTHOR POV END
 
YOONA POV
Aku masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa memencet bel. Aku ingin memberi kejutan untuk eomma. Kulihat eomma tengah asyik menonton TV. Aku pun memeluknya dari belakang.
“Eomma, bogoshipo.” Kataku sambil menciup pipi eomma.
“Aigoo! Kau membuatku kaget Yoongie. Issh, dasar anak nakal.” Eomma mencubit pipiku gemas.
“Nado bogoshipo Yoongie.” Akupun beralih duduk di samping eomma.
“Apa kau tak merindukan putramu yang tampan ini eomma?” ujar Donghae oppa yang berdiri di belakang kami.
“Oh, Hae-ya. Eomma selalu merindukanmu chagi.” Kulihat eomma segera berdiri dan memeluk Donghae oppa dengan penuh sayang.
“Eomma, aku juga ingin kau peluk.” Rengekku manja. Eomma tertawa dan segera merentangkan tangannya untuk memelukku. Saat aku hendak melangkah menghampiri eomma, tiba-tiba terdengar bel pintu berbunyi.
“Biar aku saja eomma.” Donghae oppa berjalan mendekati pintu.
“Appa? Kenapa bisa ada di sini?” samar-samar kudengar perkataan Donghae oppa.
Tunggu, apa katanya? Appa? Apa mungkin…..?
Belum sempat aku menyadari sesuatu, Donghae oppa sudah kembali bersama seseorang. Omona! Appa? Kenapa appa bisa di sini?
“Appa?” aku langsung berhambur ke pelukannya.
“Bogoshipo appa.”
“Nado chagi.”
Kulepaskan pelukanku dari appa. Kita berempat kemudian duduk di sofa. Aku masih tak mengerti kenapa appa bisa ke sini. Apa eomma yang memintanya juga?
“Kau pasti bingung kenapa appa mu bisa di sini. Benar kan Yoongie?”
YOONA POV END
 
DONGHAE POV
“Kau pasti bingung kenapa appa mu bisa di sini. Benar kan Yoongie?”
Ah benar kata eomma, kenapa appa bisa di sini? kulihat Yoona yang disampingku hanya mengangguk. Kurasa ia juga masih bingung.
“Appa di sini tentu saja untuk membicarakan pertunangan kalian Yoong, Hae.”
“MWO?” jawab kami serempak.
Pertunangan? Jinjja? Kenapa secepat ini? Bahkan eomma dan appa tak membicarakan ini sebelumnya, baik denganku ataupun Yoona.
“Waeyo? Bukankah itu bagus? Kalian juga sudah lama bersama. Pertunangan kalian akan digelar 3 hari lagi.”
“ti.. tiga hari, eomma? Oh, eomma pasti bergurau kan? Bahkan kita belum menyiapkan apapun.”
Benar kata Yoona, bahkan kita belum mempersiapkan apapun untuk itu. Hahha jinjja! Mengetahui kita akan bertunangan saja baru hari ini, dan 3 hari lagi acaranya akan di gelar. Aku tak habis fikir!
“Kau tenang saja Yoongie, appa sudah mempersiapkan semuanya.”
Aigoo! Apa boleh buat, semuanya sudah siap. Lagipula menurutku ini juga bagus. Hubunganku dan Yoona mulai lebih serius.
Chankaman, aku melupakan sesuatu. Wartawan! Bagaimana kita bisa melangsungkan acara pertunangan kalau hubunganku dan Yoona saja tak diketahui publik?
“Keundae, bagaimana dengan wartawan? Publik tak ada yang tahu jika aku bersama Yoona.”
“Kau tenang saja Hae-ya. Appa sudah mengantisipasi semuanya. Appa punya kenalan yang memiliki gedung yang bagus, kita akan melangsungkan acaranya di sana. Appa memintanya untuk menyembunyikan acara kita ini agar tak diketahui wartawan. Kita juga hanya mengundang sahabat terdekat saja.”
Syukurlah appa mengetahui posisi kami. Kulihat Yoona juga tersenyum senang mendengarnya.
“Jadi, kalian tak perlu khawatir. Eomma dan appa sudah mempersiapkannya dengan matang. Masalah gaun juga sudah eomma atur. Jadi tugas kalian hanyalah mengosongkan jadwal kalian sebelum hari itu.”
“Oh, masalah itu. Kami masih free eomma. Soo Man hyung memberikan kami libur 5 hari dimulai dari ini.”
“Baguslah kalau begitu. Aku tak sabar menanti hari itu.”
DONGHAE POV END
***
 
AUTHOR POV
Senja mulai datang. Langit tampak indah dengan semburat jingganya. Tampak dua sejoli tengah menikmati pemandangan indah itu di balkon rumah. Mereka, Donghae dan Yoona.
“Oppa.”
“Ehm?”
“Andai saja hidup kita sehari-harinya seperti ini. Tak perlu takut ada kamera yang akan memergoki kita.”
Donghae mengacak pelan rambut yeoja-nya. Ia hanya tersenyum menanggapi harapan Yoona. Memang, dia juga berpikir seperti itu.
Mereka masih berada di rumah Donghae, mereka memutuskan untuk menginap di sana.
“Apa kau sudah memberitahu eonni-eonni mu kalau kita menginap?”
“Sudah oppa.”
Mereka masih betah di balkon ini dengan posisi Donghae memeluk Yoona dari belakang, menatap sang surya yang tengah bersiap digantikan oleh rembulan.
***
Sinar mentari mulai masuk ke sela-sela tirai di kamar itu. Tak mengusik sedikitpun ketenangan namja yang masih berkelana ke alam mimpinya. Bahkan ketukan pintu pun tak berhasil membuatnya terbangun.
“Hae-ya.” Panggil Donghwa pada dongsaengnya itu.
“Issh! Anak ini. Kyaa! Donghae-ya, ireona. Ini sudah siang.”
Donghae hanya menggeliat pelan tak menggubris teriakan hyung-nya.
Donghwa kesal karena tak berhasil membangunkan Donghae, muncul ide di benaknya untuk mengerjai dongsaengnya itu.
Donghwa segera menindih tubuh Donghae dan mengguncangya sekuat tenaga.
Donghae yang kaget spontan membuka matanya lebar.
“Kyaa hyung! Apa yang kau lakukan? Kau mau membunuhku, eoh?”
Donghwa masih tak berhenti dari aktivitasnya. Namun ia tak lagi mengguncang tubuh Donghae.
“Dasar ikan! Malas sekali kau jam segini baru bangun. Rasakan ini.”
Donghwa semakin gencar mengerjai Donghae, kini ia sudah beralih mengacak-acak rambut Donghae kasar.
“Aigoo! Rambutku, lepaskan tanganmu dari rambutku hyung atau aku akan mencekikmu. Kyaaaa! Eomma, tolong akuu!!!!!”
Donghae berteriak kencang sekali, hingga eomma-nya yang sedang di dapur bersama Yoona mendengarnya. Mereka pun segera menghampiri kamar Donghae.
“Omona! Kalian ini, apa yang kalian lakukan, eoh? Donghwa, berhenti menyiksa dongsaengmu seperti itu.”
Donghwa pun menghentikan kegiatannya dan segera berdiri.
“Lee Donghwaaaaa! Kau apakan rambutku? Mati kau!!” teriak Donghae.
Donghwa segera berlari keluar sebelum Donghae benar-benar membalasnya.
“Hae-ya. Sudah sudah! Apa kau tidak malu dengan Yoona,eoh? Kau ini sudah akan bertunangan tapi kenapa tingkahmu masih seperti anak TK?”
“Ne eomma, kau benar. Donghae oppa memang tak jauh beda dengan anak kecil. Oh, atau mungkin ada jiwa anak kecil yang bersarang di tubuh Donghae oppa?”
Ucap Yoona mengejek calon tunangannya itu.
“Nde? Apa katamu? Awas saja kau Im Yoon Ah.” Donghae hendak menghampiri Yoona namun Yoona segera bersembunyi di balik eomma Donghae.
“Donghae-ya, lebih baik kau cepat mandi lalu kita sarapan. Bukankah pagi ini kau kembali ke Seoul?”
“Arrasseo eomma.” Donghae segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
***
@Dorm SNSD
“Annyeong.” Ujar Donghae dan Yoona bersamaan.
“Yoong. Kau sudah pulang? Bagaimana di sana? Apa kau senang?” tanya Sooyoung eonni antusias.
“Tentu eonni. Aku juga ingin memberitahu kalian sesuatu. Dimana yang lain?”
“Di dalam, sebentar biar aku panggilkan.”
Sunny pun ke dalam untuk memanggil member SNSD yang lain. Tak lama ia kembali dengan segerombolan yeoja-yeoja yang cantik.
“Aaah, kalian semua sudah berkumpul. Aku ingin memberitahu kalian hal penting mengenai kami.” Ucap Donghae memulai pembicaraan.
“Ne, cepat katakan oppa. Aku masih ingin tidur lagi.” Ujar Jessica sambil sesekali menguap.
“Baiklah, emmm.. begini, lusa kita akan melangsungkan pertunangan di Mokpo. Kalian harus datang, ne?”
“MWO????” koor member SNSD, tak terkecuali Jessica yang tadinya masih mengantuk kini sudah bisa membuka matanya lebar-lebar.
“Kau tidak bergurau kan oppa?” tanya Seohyun memastikan.
“Anni, aku serius.”
“Chukkae Yoongie, oppa.” Koor member SNSD.
“Keundae, bagaimana dengan wartawan?”
“Appa dan eomma sudah mengatur semuanya Yul. Kita akan berangkat ke Mokpo besok dan menginap di sana.” Papar Donghae.
“Yoong, aku tak menyangka kau mendahuluiku.” Gurau Tiffany eonni.
“Tenang saja, kita pasti datang. Aku penasaran bagaimana nanti penampilan dongsaeng kesayanganku ini.” Jawab Jessica dengan merangkul Yoona.
“Kalau begitu, aku pulang dulu ne. Aku juga harus memberitahukan hal ini pada member Super Junior.”
“Ne oppa, hati-hati.” Pesan Yoona.
AUTHOR POV END
***
DONGHAE POV
@Dorm Super Junior
Kulangkahkan kakiku menuju dorm, aku lelah sekali hari ini. Aku ingin tidur sepuasnya setelah memberitahu member yang lain mengenai acara pertunanganku dan Yoona yang mendadak ini.
“Hae-ya, kau sudah pulang? Kukira kau akan menginap di sana selama kita libur.”
Ah, kebetulan sekali di sini sudah ada semua member. Kuabaikan pertanyaan Hangeng hyung dan langsung duduk di antara mereka.
“Hyung. Aku ingin memberitahu kalian hal penting. Mengenai aku dan Yoona.” Ujarku memulai pembicaraan.
“Mwoya? Kalian kenapa? Semalam kalian tak melakukan apa-apa kan Hae-ya?”
Mworago? Issh, apa-apaan Shindong hyung ini.
“Jangan berpikir macam-macam hyung. Kita dengar dulu penjelasan Donghae. Cepat katakan Hae, jangan membuat kami penasaran.” Ucap Yesung hyung menatap ke arahku.
Member lain juga menatap ke arahku, meminta penjelasan.
“Besok aku dan Yoona akan kembali ke Mokpo dan menginap disana dua malam….”
“Ahhhh, kau ini. Hanya itu? Kukira hal penting apa.”
Issh, monyet jelek ini. Aku belum selesai bicara dia sudah memotongnya.
“Karena kami akan melangsungkan pertunangan di sana. Acaranya lusa.”
“M-MWO???”
“Kya! Kenapa kalian berteriak, eoh? Membuat telingaku sakit saja.”
Yang benar saja, kenapa reaksi mereka berlebihan sekali?
“Lusa? Apa kau…”
“Sudah hyung, appa Yoona dan eomma sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan soal wartawan pun mereka sudah mengantisipasinya.” Potongku, aku tahu Siwon hyung akan menanyakan hal itu.
“Kalian harus datang. Arra?”
“Tentu hyung, kita pasti datang.” Kibum tersenyum padaku. Kubalas tersenyum padanya.
“Baiklah, aku lelah. Aku ingin tidur.”
Aku pun beranjak menuju kamarku. Kurebahkan tubuhku di kasur berukuran king size ini. Nyaman sekali rasanya. Besok aku harus bersiap-siap lagi untuk kembali ke rumah.
DONGHAE POV END
***
Keesokan hari
@Dorm Super Junior
AUTHOR POV
“Kau sudah bersiap-siap?” tegur Eunhyuk yang melihat Donghae tengah mengemasi beberapa pakaiannya untuk ia pakai disana.
“Ne hyung. Kau tak ingin membantuku, eoh?”
“Anni, aku malas.”
“Issh. Menyebalkan sekali kau” cibir Donghae pada hyung yang menjadi roomate nya itu.
Sejenak tak ada pembicaraan diantara mereka. Donghae yang sibuk dengan persiapannya untuk kembali ke Mokpo dan Eunhyuk yang sedang asyik mengotak-atik ponselnya.
“Ohh, akhirnya selesai juga.”
“Sudah selesai? Jadi kau berangkat sekarang Hae?” tanya Eunhyuk.
“Geureom hyung. Baiklah, aku ke dorm SNSD dulu. Aku pergi hyung.” Pamit Donghae pada Eunhyuk.
“Ne, hati-hati Hae-ya.”
Donghae keluar dari kamar dan mendapati hyung dan dongsaengnya di ruang tamu. Ia juga berpamitan pada mereka. Donghae pun bergegas menjemput Yoona di dorm SNSD.
***
@Dorm SNSD
~TING TONG
Terdengar bel dorm SNSD berdering. Terlihat 3 yeoja cantik tengah duduk di ruang tamu. Mereka Yuri, Seohyun dan Taeyeon.
Taeyeon pun beranjak menuju pintu untuk membukakan pintu.
“Oh, Donghae oppa. Kau sudah kesini? Kajja masuk, Yoona masih di kamarnya.”
“Ne Taeng, gomawo.”
Donghae pun masuk ke dalam dorm SNSD duduk bersama TaeYulSeo. Terlihat tiffany juga baru bergabung dengan mereka.
“Oppa, aku iri padamu.” Ujar Yuri yang membuat mereka terkejut.
“Nde? Waeyo?” Donghae juga tak mengerti apa yang dimaksud Yuri.
“Kau dan Yoona hebat oppa. Selama ini hubungan kalian tak diketahui publik meskipun mereka curiga akan itu. Bahkan hubungan kalian juga tak selalu mulus, tapi cinta kalian begitu kuat hingga membuat kalian selalu bisa bersama. Aku ingin seperti kalian.” Jelas Yuri panjang lebar.
“Omona! Aku kira hal yang penting Yul.” Cibir Tiffany.
“Kya! Ini penting eonni, ini menyangkut kisah cintaku.”
“Bagaimana kau bisa seperti kami kalau kau saja tak punya namjachingu eonni.” Sahut Yoona yang baru keluar dri kamarnya. Ia tersenyum pada Donghae lalu duduk di sampingnya.
“Benar kata Yoona, kau saja tak punya namjachingu.” Taeyeon membenarkan perkataan Yoona.
Yuri hanya bisa mempoutkan bibirnya mendengar ucapan eonni dan dongsaennya itu.
“Eonni, bagaimana kalau kau dengan Yesung oppa saja. Sepertinya kalian cocok.” Usul Seohyun yang membuat semua yang ada di situ tersenyum menggoda Yuri.
“Shirreo! Aku tak mau dengannya.”
“Sudahlah Yul, lagipula Yesung hyung juga masih sendiri. Dia juga tampan.” Donghae juga ikut menggoda Yuri.
“Isssh, jinjja. Kalian ini! Sudahlah jangan menggodaku, ini sudah siang. Apa kalian tak berangkat Yoong, oppa?” ujar Yuri mengalihkan pembicaraan.
“Arraseo, kita berangkat sekarang. Kajja Yoong.”
“Aku berangkat eonni, Hyunnie.” Pamit Yoona pada member SNSD.
===================================================================================================
 
To Be Continued……….
 
 
Agak sedih ga bisa cepet* ngelanjutin ini ff L
tapi ya mau gimana lagi. Okke dah, author pamit pulang duluu . ppai ppai

27 thoughts on “FF YoonHae – My Soul ( Part 4)

  1. wah,akhr’y d post jg…!? mkin seru ja gMn ya nNti acara pRtunNgan’y yoonhae…!? ah,pnzran…!? d tnggu part sLnjut’y ne😉

  2. Wah daebak ffnya thor.
    Yoonhae tunangan?! Yeee…. Ayo pyros, kita datang ke Mokpo.

    Ditunggu nextnya.
    Fighting.

  3. Waahhh,,
    akhir ny klnjutaan ny dipost nih,,

    ayoo dilanjutkan thor,gak sbar gmn acara prtunngn ny yoonhae??
    ditunggu,,

  4. YoonHae mo tunangan pst seru tuh acara tunangannya YoonHae, ga sabar nunggu kelanjutannya🙂

    Ttp semangat ne thor and gomawo😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s