FF YoonHae – My Soul ( Part 5)

Author : Lee Yoon Ri a.k.a Fietha Khuriend El Wardah
Twitter : @fita_wardah
Tittle : MY SOUL (Chapter 5)
Main Cast : Lee Donghae, Im Yoon Ah
Support casts : all member Super Generation
Length : series
Genre : romance, friendship, family, etc

annyeong pyros. aduuuuh mian ne baru bisa post sekarang, ternyata ada yang nunggu ff gaje saya. mungkin di part ini agak pendek, tapi gatau juga yah *plin plan😀
yang mau lihat uri YoonHae tunangan, kajja merapat ke sini. kekekk~
ini hasil imajinasi author sendiri, jadi kalo ada adegan yang sama kyk ff laen brrti cma kebetulan doang. yang baca jgn lupa komen ne, author nunggu saran dn kritik kalian
yaudah deh, happy reading pyro. NO BASH, NO PLAGIAT ! IF YOU DON’T LIKE YOONHAE. GO AWAY !

MY SOUL (Chapter 5)
=====================================================================================================================

“Biar saja hujan dan petir menyapa kita, karena setelah itu akan ada semburat pelangi yang tersenyum menggantikannya. Kebahagiaan menanti kita di depan sana, sayang.”
-Lee Donghae-

AUTHOR POV
Donghae segera memacu mobilnya menuju rumahnya di Mokpo. Tak disangka ia dan Yoona akan segera melangsungkan pertunangannya. Ditengoknya Yoona yang tengah melihat ke arah jendela.
“Sepertinya kau suka sekali melihat jalan. Padahal di sampingmu ada pemandangan yang tak kalah indah.” Goda Donghae pada yeojanya.
“Mwo? Issh, kau percaya diri sekali oppa.”
“Hey, itu memang benar. Kau sendiri yang pernah bilang seperti itu Nyonya Lee.” Donghae semakin semangat menggoda calon tunangannya itu.
“Yaa! Margaku masih Im Tuan Lee.” Protesnya, tak ketinggalan bibirnya dipoutkan sedemikian rupa hingga membuat wajahnya semakin imut.
“Yaa ya! Berhenti menampakkan wajah seperti itu. Kau mengganggu konsentrasiku saja Yoong.”
“Nde? Apa salahku? Apa yang kulakukan, eoh?” pekiknya tidak terima atas ucapan Donghae.
“Wajahmu itu, kau terlihat semakin imut. Membuatku ingin…. ahh sudahlah lupakan.”
Tak lama mobil Donghae sudah berada di pekarangan rumahnya. Terlihat eommanya tengah di luar menyirami bunga-bunga kesayangannya. Wanita paruh baya itu mengalihkan pandangannya ke arah mobil Donghae. Membuat senyumnya merekah seketika.
“Eommaaa…” Yoona langsung turun dan berlari memeluk Nyonya Lee. Wanita yang ia panggil eomma itu juga membalas pelukannya, membelai lembut rambut Yoona.
“Kajja kita masuk.” Ajak Nyonya Lee pada Yoona.
Saat mereka berada di ambang pintu, Nyonya Lee berbalik menatap putra bungsunya heran.
“Hae-ya, waeyo? Kau tidak masuk, eoh? Diluar dingin.”
“Eomma melupakanku, selalu saja seperti itu. Jika ada Yoona pasti eomma hanya akan ingat dia. Anakmu itu aku eomma.” Ujarnya dengan nada manja dan sedikit merajuk.
Nyonya Lee mendelik mendengar penuturan putranya. Ia tak habis pikir kenapa jiwa kekanak-kanakan masih saja melekat pada Donghae.
“Ya! Lee Donghae pabo, kau manja sekali. Kau itu namja, sudah dewasa pula. Kenapa tingkahmu masih saja seperti anak TK, eoh?”
Yoona hanya bisa menahan tawanya melihat ekspresi kesal Donghae akibat omelan eommanya.
“Sudahlah eomma, jangan pedulikan dia. Nanti juga jiwa kekanak-kanakkanya akan hilang dengan sendirinya.” Ujar Yoona sambil menjulurkan lidahnya pada Donghae.
“Yaa! Awas saja kau Nona Im.” Seru Donghae berteriak karena Yoona dan eommanya telah masuk ke dalam rumahnya.
AUTHOR POV END
~SKIP

DONGHAE POV
Kubuka sedikit mataku setelah kurasakan ada sesuatu yang menyentuh wajahku. Tangan siapa ini? Kubuka mataku sepenuhnya dan mendapati wajah cantik di sana. Kulihat ia tersenyum, omo! Senyumnya selalu mampu memompa jantungku bekerja lebih cepat.
Kuraih tangannya yang masih berada di pipiku. Kutarik tubuhnya hingga wajahnya begitu dekat dengan wajahku. Ia membulatkan matanya kaget.
“Oppa, apa yang kau lakukan?” tanyanya sedikit gugup. Hahha aku akan mengerjaimu Im Yoon Ah.
Ia mencoba menarik tubuhnya bangkit namun tangan kiriku segera meraih pinggangnya dan menahannya agar tetap berada di posisi tadi.
“Kau harus menerima pelajaran dariku Yoong.” Ucapku menyeringai.
Ia semakin membulatkan matanya saat aku membalikkan posisi kami, kini ia yang berada di bawahku.
“Ya ya! Kau mau apa? Jangan macam-macam kau oppa.”
“Lebih baik aku macam-macam dengan calon tunanganku snediri daripada dengan orang lain. Benar kan?”
Kutundukkan wajahku lebih rendah hingga keningku menyentuh keningnya yang indah. Kulihat ia menutup matanya. Hahaa kena kau Yoong.
Kudaratkan bibirku pada bibirnya yang merah jambu itu. Kukecup dan kulumat lembut bibrnya. Kurasakan ia juga membalas ciumanku dan mengalungkan tangannya pada leherku.
Sial! Mulanya aku hanya ingin mengecupnya singkat untuk mengerjainya. Tapi kini aku tak bisa mengakhirinya.
Cukup lama kami seperti ini, hingga tangannya menepuk-nepuk punggungku. Ku lepaskan pagutan bibirku, kulihat nafasnya terengah-engah.Oh, rupanya ia kehabisan nafas. Sepertinya aku juga begitu mengingat nafasku juga terengah-engah. Kekekk~
“Kau mau membunuhku oppa?” ucapnya dengan mendorong tubuhku.
Ia bangun mengganti posisinya menjadi duduk. Aku juga segera duduk di sampingnya.
“Huuh, untung saja sekarang tak ada orang di rumah. Kalau sampai mereka tau…..”
DONGHAE POV END

AUTHOR POV
“Huuh, untung saja sekarang tak ada orang di rumah. Kalau sampai mereka tau…..”
Yoona menghentikan ucapannya saat ia merasa Donghae tengah memandanginya dengan senyuman yang errrr… menggoda?
‘Mwo? Apa yang ia pikirkan?’ batin Yoona, ia menjadi gugup dan salah tingkah.
“Jadi tak ada siapapun dirumah ini?” tanya Donghae yang tak dijawab oleh Yoona.
Donghae makin menyeringai menatap Yoona, sedangkan Yoona hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Sepertinya ini kesempatan bagus. Bagaimana kalau kita bersenang-senang?” ucap Donghae sambil mendekatkan wajahnya ke arah Yoona.
Oh ayolah, tentu saja ikan ini hanya bercanda, ia tak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak.
Refleks Yoona langsung menepuk jidat Donghae dan mendorongnya.
“Apa yang ada dipikranmu, eoh? Dasar ikan! Rasakan ini” sungut Yoona sambil memukul Donghae dengan bantal.
“Ya! Hentikan Yoong, aku hanya ingin menggodamu. Tentu saja aku tak serius.”
Yoona pun menghentikan aksinya memukul Donghae.
“Kau pikir aku namja macam apa, eoh? Aku tak mungkin melakukan itu, aku akan menjagamu Yoong. Kau tak perlu khawatir.” Ucapnya sambil mengacak-acak rambut Yoona.
“Benarkah? Kau tak berbohong kan oppa?” tanya Yoona sambil memicingkan matanya membuat Donghae semakin gemas padanya.
“Tentu saja rusaku sayaang. Percayalah pada ikanmu yang tampan ini, arra?” jawabnya sambil mencubit hidung Yoona.
“Appo, kau bisa membuat hidungku merah oppa.” Donghae terkekeh geli melihat tingkah yeojanya itu.
***

@Dorm SUJU
“Hyuuuuuung!” teriak Kibum memekakkan telinga semua penghuni dorm, matanya yang sipit membulat sempurna menatap layar televisi yang ada di depannya, mulutnya juga sedikit menganga.
“Kya! Kenapa berteriak, eoh?” sungut Heechul yang baru keluar dari kamarnya.
Semua penghuni dorm pun satu persatu berkumpul di ruang itu. Kibum masih tak mengalihkan pandangannya dari layar televisi itu. Member Suju pun mengikuti arah pandangan Kibum, sontak semuanya mengucapkan satu kata yang sama.
“MWO?” koor semua member SUJU minus Kibum.
“Kyaaa! Kalian menyuruhku tak berteriak tapi kalian sendiri berteriak sekeras itu. Membuat telingaku sakit.” Rutuknya sambil mengusap-usap telinganya.
“Sepertinya salah satu bintang korea kita tengah menjalin hubungan secara diam-diam. Baru-baru ini kita mendapatkan foto-foto Donghae SUJU dan Yoona SNSD tengah menghabiskan waktu bersama di Sungai Han. Nampaknya mereka sangat mesra dan tak bisa dikatakan jika itu hanya hubungan sebatas oppa dan dongsaeng.”
Yap! Berita tentang hubungan Donghae dan Yoona semakin menyebar dan tercium awak media.
“Rupanya paparazzi benar-benar mengintai mereka.” Komentar Eunhyuk.
Mereka terdiam sesaat, kemudian saling berpandangan satu sama lain.
“ANDWAE!” pekik mereka bersamaan.
“Apa kalian memiliki pikiran yang sama denganku?” tanya Kangin pada semua member SUJU.
“Pertunangan itu.” Jawab Siwon.
Semua member mengangguk membenarkan. Tiba-tiba ponsel Leeteuk berdering. Ia rogoh sakunya dan mendapati nama Taeyeon tertera dalam layar ponselnya.
“Oppa, apa kau sudah melihat tayangan di televisi?” tanyanya cemas.
“Ne taeng, kami melihatnya.” Jawab Leeteuk tak kalah cemas.
“Lalu? Bagaimana ini? Yoona dan Donghae oppa pasti akan menjadi incaran awak media, eottokhae?”
“Tenanglah, mungkin sebentar lagi para wartawan akan mendatangi dorm kita.”
“Benar oppa, keundae apa Donghae oppa dan Yoona sudah mengetahui hal ini?”
“Mollaseo, mungkin belum. Nanti akan kuhubungi Donghae.”
“Geurae. Bye oppa.” Ucap Taeyeon mengakhiri panggilannya lemas.
Leeteuk terdiam sesaat. Ia lalu memencet-mencet layar ponselnya mencari nama Donghae.

@Mokpo
Donghae dan Yoona tengah memilih busana yang akan mereka kenakan di hari pertunangannya, tak perlu pergi ke butik karena Nyonya Lee dan Tuan Im sudah menyiapkan semuanya, yaa semuanya termasuk beberapa busana yang kini berada di ruang tamu itu.
“Kau harus mencobanya Yoongie.” Ujar Nyonya Lee.
“Ah, ne eomma.”
Yoona pun memilih salah satu gaun yang menurutnya sederhana namun tetap menampakkan kesan elegan. Ia pun berjalan ke kamar untuk mencoba gaun itu. Tak selang berapa lama ia keluar dan berdiri di depan Donghae, Nyonya Lee, Tuan Im dan juga Donghwa.
Semua yang ada disana menatap Yoona kagum, bagaimana tidak, ia menggunakan piyama tidur pun terlihat cantik apalagi sekarang?
Gaun berwarna biru safir yang panjangnya 10 senti diatas lutut dan terbuka di bagian pundaknya membalut tubuhnya yang indah, menambah kesan manis pada yeoja itu.
‘Apa Tuhan kehilangan salah satu bidadarinya? Jika iya, bidadarinya ada disini, dan besok akan menjadi tunanganku.’ Batin Donghae yang masih menatap Yoona lekat.
“Yeoppoda.” Puji Nyonya Lee. Yoona hanya tersenyum malu mendapat pujian dari wanita yang ia panggil eomma itu.
“Rupanya gadis kecil appa sudah menjadi gadis dewasa dan cantik.” Imbuh Tuan Lee.
“Yoona-ah, apa kau yakin akan bertunangan dengan ikan jelek ini?” komentar Donghwa jail karena melihat Donghae yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari Yoona.
Donghae terkesiap, ia mencerna perkataan orang yang mengaku menjadi hyungnya itu.
“Kyaaa! Apa katamu? Ikan jelek? Aku lebih tampan darimu!” pekiknya tak terima.
Mereka yang disana hanya tertawa melihat ekspresi lucu Donghae. Namun tawa mereka terhenti saat ponsel Donghae berdering.
“Yeobseo”
“Yeobseo hyung, wae geurae?”
“Apa kau tak melihat televisi?” tanya Leeteuk membuat Donghae heran.
“Ani, waeyo?”
“Media tengah membicarakanmu dan Yoona, paparazzi mengambil gambar kalian saat sedang berdua di Sungai Han.” Jelas Leeteuk pada Donghae.
“Jinjja? Bagaimana bisa? Omo, eottokajyo hyung?” tanya Donghae panik.
Semua yang berada disana pun menatap Donghae penasaran.
“Mollaseo Hae, mungkin jika perkiraanku tak salah, sebentar lagi wartawan akan memenuhi dorm kita dan juga dorm SNSD.”
“Dan mereka akan tau kami tak di sana hyung. Aigoo! Kenapa semua menjadi seperti ini?” ujar Donghae sedikit frustasi, semakin membuat orang rumah bingung.
“Tenanglah, kita akan membuat alasan untuk itu. Nanti akan kuhubungi Taeyeon juga. Kau tenanglah, kami akan mengatasinya. Pikirkan pertunanganmu besok.” Leeteuk menenangkan dongsaengnya, yaaah dia memang benar-benar seorang leader yang baik.
“Gomawo hyung, mian telah membuat kalian susah.” Sesal Donghae.
“Kau ini, kita ini keluarga. Sudah semestinya seperti ini. Istirahatlah, jangan terlalu pikirkan masalah ini.”
“Ne hyung.” Donghae mengakhiri sambungan ponselnya. Ia beralih menatap keluarganya.
“Ada apa Hae?” tanya Tuan Im.
Donghae menatap mereka satu-persatu, ditariknya napas perlahan.
“Foto kita saat sedang jalan berdua tersebar di media Yoong.” Jawab Donghae yang membuat seisi rumah kaget. Bahkan Donghwa yang tengah meneguk air pun menjadi tersedak.
“Bagaimana bisa? Lalu, kita harus bagaimana? Pasti di dorm kita akan ada banyak wartawan.” Tentu saja Yoona panik setengah mati. Ia akan melangsungkan pertunangannya esok namun masalah datang menghadangnya.
“Hyungdeul sudah menghandelnya Yoong, tenanglah.” Ujar Donghae menenangkan Yoona. Namun tentu saja hatinya berbanding terbalik dengan ucapannya.
“Tapi oppa…..”
“Sudahlah chagi, percayakan semua pada oppadeul dan eonnideulmu. Mereka akan melindungi kalian.” Nyonya Lee mengusap lengan Yoona, menenangkan yeoja itu.
Hening sejenak, hingga bunyi ponsel Yoona terdengar di ruangan itu.
“Sica eonni.” Gumamnya yang masih mampu di dengar oleh keluarganya.
“Yeobseo.” Sapa seseorang diseberang sana.
“Yeobseo, eonni…” suara Yoona bergetar. Bulir-bulir air pun turun dari mata indahnya.
“Hey, kau kenapa? Uljimayo Yoongie. Tak ada yang perlu kau cemaskan.”
“Mereka akan tahu semua eonni, lalu bagaiman dengan pertunanganku esok?”
“Omona! Sudah kubilang jangan cemas, kami akan melindungimu.”
“Bagaimana caranya? Jumlah wartawan lebih banyak daripada kalian.”
Terdengar tawa Jessica diseberang.
“Kau lupa kami pandang berakting, eoh? Tak perlu kau ragukan lagi kemampuan kami Yoongie. Aku sudah menyusun rencana untuk itu.”
“Nde? Rencana?”
“Tentu, kami akan mengalihkan perhatian wartawan itu. Mereka akan lupa sejenak akan hubunganmu.”
“Bagaimana bisa?” tanya Yoona sambil mengusap air mata yang ada di pipinya. Sedangkan mereka yang duduk disana hanya memandangi Yoona yang tengah berbicara dengan Jessica.
“Itu rahasia, sekarang kau urusi saja pertunanganmu saengi. Apa kau sudah memilih gaun, eoh?” tanya Jessica.
“Sudah eonni. Eomma dan appa sudah mempersiapkan semuanya.” Yoona membentuk lengkungan di bibirnya meski Jessica tak bisa melihatnya.
“Jinjja? Aah, kalau begitu kau beristirahatlah. Ingat jangan terlalu mencemaskan masalah disini, serahkan saja pada eonnimu ini. Semua pasti teratasi. Kau harus terlihat cantik besok, aku tak ingin melihat dongsaeng kesayanganku sakit di hari pertunangannya.” Jessica berbicara panjang lebar pada Yoona.
Jessica memang sangat menyayangi Yoona, seperti halnya ia menyayangi Krystal, adik kandungnya.
“Ne, ne. Aku akan menuruti semua perkataanmu eonni.”
“Bagus, dongsaeng pintar.” Jessica terkekeh pelan.
“Baiklah Yoong, sampai bertemu besok.”
“Eonni, changkanman.”
“Eung? Wae?”
“Eobseo, aku menyayangimu eonni. Gomawo.” Tutur Yoona tulus.
“Nado, aku juga menyayangimu Yoong. Tak perlu berterima kasih, bukankah ini kewajiban kita untuk menjaga satu sama lain?”
“Ne eonni. Kau benar. Sampai bertemu di acara pertunanganku besok.”
“Ppai-ppai Yoong.”
Yoona menatap Donghae dan tersenyum setelah pembicaraannya dengan Jessica berakhir.
“Jessica mengatakan apa Yoong?” tanya Donghae penasaran.
“Mereka akan membereskan semua, dia bilang mereka akan mengalihkan perhatian wartawan, melupakan sejenak tentang skandal kita.” Yoona menjelaskan.
“Mwo? Caranya?”
“Mollaseo, eonni tak memberitahunya oppa.”
“Baiklah, berarti masalah skandal kalian untuk sementara aman. Kita fokus untuk acara pertunangan besok. Arra?” ujar Donghwa sambil merangkul pundak Donghae.
AUTHOR POV END

@Dorm SNSD
“Baiklah, mari kita lakukan aksi kita.” Ucapnya semangat dengan mengepalkan tangannya ke atas.
Semua member SNSD hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu Jessica.
“Kau sudah memberi tahu Leeteuk oppa kan eonni?” tanyanya pada Taeyeon.
“Ani, tapi Sunny sudah menghubungi Sungmin oppa.”
*FLASHBACK
Setelah Taeyeon memutuskan sambungan ponselnya dengan Leeteuk, keheningan menghiasi ruang tamu di dorm SNSD.
“Aku punya ide.” Pekik Jessica sambil tersenyum lebar memandangi member SNSD.
“Mwo?” tanya Sooyoung penasaran.
“Begini, kita akan mengalihkan perhatian wartawan-wartawan itu.”
“Caranya?” Sunny mengernyit mendengar penuturan Jessica.
“Kita akan pergi keluar bersama beberapa member oppadeul SUJU. Jadi para wartawan itu akan mengira kita akan berkencan.”
Mendengar kata kencan wajah Tiffany langsung berubah cerah. Ia baru akan membuka mulutnya namun Jessica sudah memotongnya.
“Tentu saja yang akan kencan bukan yang memiliki namjachingu member SUJU. Itu akan menambah daftar skandal kita.” Potong Jessica yang sudah bisa menebak pikiran Tiffany.
“Aisssh ! menyebalkan.” Rutuknya.
“Kau ini, besok juga kita akan berkumpul di acara pertunangan uri YoonHae. Teruskan penjelasanmu Sica.” Ucap Taeyeon.
“Nanti beberapa dari kita ada yang ke dorm mereka, lalu akan keluar bersama dalam satu mobil.”
“Aaah aku mengerti maksud eonni, jadi kita akan keluar bersama sehingga wartawan-wartawan itu akan mengikuti kita, lalu mereka lupa dengan tujuan semula.”
“Yap! Kau pintar sekali Hyunnie.” Jawab Jessica sambil menepuk-nepuk puncak kepala Seohyun.
“Geurae, itu bagus. Keundae, kita keluar kemana? Tidak mungkin kan kita hanya berputar-putar tanpa tujuan?” giliran Hyoyeon membuka suara.
“Eumm, bagaimana kalau kita ke cafe Yesung oppa saja?” usul Yuri.
“Ke cafe? Aku ikut ne? Ayolah, aku saja yang keluar eonni?” rengek Sooyoung, mendengar kata cafe sudah pasti beberapa makanan telah berputar-putar di otaknya.
“Kya! Selalu saja makanan yang ada di otakmu. Dasar shikshin.” Sunny menepuk dahi Sooyoung pelan.
“Ya eonni, appeuda.” Gerutunya.
“Aissh, sudah-sudah kalian ini. Kita kembali ke topik permasalahan kita. Jadi kita nanti berkumpul disana dan beralasan untuk urusan pekerjaan.” kata Yuri lagi yang tadi sempat terpotong oleh Sooyoung.
“Tunggu, jika kita beralasan membahas urusan pekerjaan mereka takkan begitu saja percaya, kita harus membuat alasan yang lebih meyakinkan.” Kini Tiffany berkomentar.
Mereka berpikir keras mencari alasan untuk menjawab pertanyaan wartawan nanti. Tiba-tiba Taeyeon teringat sesuatu.
“Hey itu tak buruk. Bukankah Hyoyeon dan Yuri memang mendapat tawaran perform dance dengan member SUJU, SHINEe dan juga F(x)? Kita bisa memanfaatkannya.”
“Kau benar eonni. Waah, kau semakin tua semakin pintar ternyata.” Cerocos Sooyoung dengan polosnya, sontak Taeyeon memberikan deathglarenya, seketika Sooyoung langsung menunduk takut.
“Kita juga harus meminta bantuan dengan member SHINEe dan juga F(x). Baiklah aku akan menghubungi Minho. Eonni, kau menghubungi member F(x) ne?” jawab Yuri.
“Arraseo, aku akan menghubungi Krystal.”
Yuri pun segera meraih ponselnya dan menghubungi Minho. Begitu juga dengan Jessica yang menghubungi adiknya, Krystal. Merekapun menjelaskan semua masalahnya dan juga rencana mereka untuk mengalihkan perhatian wartawan.
“Arraseo noona, nanti akan kusampaikan pada Key dan Taemin.” Jawab Minho di seberang sana.
“Ne, gomawo ne Minho-ya. Jeongmal gomawo.” Ucap Yuri tulus.
“Jangan begitu noona, sudah seharusnya memang seperti ini. Bye noona.”
“Hmm, bye.”
Yuri tersenyum lebar dan menatap member SNSD.
“SHINEe, have done.” Ujarnya sumringah, semua member pun bernafas lega.
“F(x), finished.” Ujar Jessica yang baru keluar dari kamarnya, ia menghubungi adiknya di dalam kamar karena tadi ponselnya berada di kamar.
“Key dan Taemin yang akan keluar bersama kita, lalu F(x)?” tanya Yuri.
“Luna dan Victoria.” Jawab Jessica.
“Okeey, selanjutnya oppadeul SUJU. Aku akan menghubungi Sungmin oppa.” Sunny pun segera mengambil ponsel di kamarnya dan menghubungi Sungmin. Ia pun menjelaskan semuanya.
*FLASHBACK OFF

“Baiklah, semua sudah siap. Kajja kita pergi eonni.” Ajak Yuri pada Hyoyeon.
“Ne, kajja.”
“Hati-hati eonni. Di luar banyak wartawan.” Seohyun memperingati eonninya.
“Arraseo.” Jawab Hyoyeon menampilkan senyumnya.
“Hanguneul bireoyo Yeonie, Yul.” Taeyeon sedikit berteriak karena Yuri dan Hyoyeon sudah berada di ambang pintu.
Yuri pun membuka pintu dan keluar bersama Hyoyeon, sontak semua wartawan langsung mengerubuti mereka. Berpuluh-puluh kamera membidik mereka tanpa henti.
“Yuri-ssi, Hyoyeon-ssi. Dimana Yoona? Apa dia sedang bersama Donghae?” tanya salah satu wartawan. Pertanyaan itu mereka abaikan. HyoYul mempercepat langkah menuju mobil Yuri.
“Yuri-ssi, changkanman.”
“Yuri-ssi, kau pasti tau dimana Yoona-ssi.”
“Hyoyeon-ssi, bisakah kau memberi penjelasan tentang skandal dongsaengmu ini?”
Wartawan itu semakin melontarkan banyak pertanyaan pada mereka.
“Sillyehamnida.” Ucap Yuri saat jalannya mulai tertutupi oleh beberapa wartawan.
“Jwoseonghamnida, kami sedang terburu-buru.” Lanjutnya sambil tetap memberikan senyum pada pemburu berita itu.
“Kalian akan kemana?” tanya seorang wartawan.
“Kami akan ke dorm SUJU.” Jawab Hyoyeon sebelum menutup pintu mobilnya. Segera mereka memacu mobil dan menuju dorm SUJU.
Para wartawan itu tanpa pikir panjang menyusul mereka ke dorm SUJU.
AUTHOR POV END

EUNHYUK POV
Di sini aku dan para member SUJU lainnya menunggu kedatangan Hyoyeon dan Yuri dengan cemas. Bagaimana jika mereka dihadang wartawan? Aissh! Jangan berpikiran yang tidak-tidak Hyukjae.
Tiba-tiba bel dorm kami berbunyi. Hangeng hyung segera menuju arah pintu dan membukanya. Ternyata Hyoyeon dan Yuri. Aku menarik napas lega melihat mereka sudah sampai, kurasa member lain juga menghela napas lega.
“Kenapa wajah kalian begitu tegang, eoh?” tanya Yuri heran.
Mwo? Dia masih bertanya kenapa kami tegang? Yak! Yeoja ini… aiish!
“Kya! Tentu saja kami menghawatirkan kalian.” Sungutku padanya.
Kulihat ia hanya menatapku heran, begitu juga yeojachinguku ini. Aiiih, jinjja!
“Buahahhaa….”
“Yak yak! Kenapa kalian tertawa, eoh?” tanya Shindong hyung.
“Kalian benar-benar lucu oppa.. hahhahaa” kata Yuri sambil terus tertawa.
“Kalian berlebihan.” Hyoyeonie juga menimpali, tentu dengan setengah tertawa.
Semua member SUJU pun menatap dua yeoja ini tajam. Seketika tawa mereka mereda.
“Aa, mianhae oppadeul. Mian.”
“Menurutku kalian sungguh berlebihan, menanti kedatangan kami dengan raut wajah seperti itu. Apa kalian kira kami akan melewati para prajurit perang, eoh?” sambung Yuri.
“Kau tak lihat berapa banyak wartawan di luar sana? Dan kalian hanya berdua saja, jelas kami cemas.” Siwon ikut berbicara.
“Kalian meremehkan kami, eoh? Issh sudahlah sekarang kita ke cafe Yesung oppa. Kajja!”
Benar juga kata Hyoyeon, kami harus bergegas ke sana. Aku, Sungmin dan juga dua yeoja ini bergegas menuju cafe Yesung hyung. Sebenarnya dari member SUJU yang akan menerima job ini adalah aku, Sungmin hyung dan juga Donghae, tapi sekarang ia sedang mengurus pertunangannya di Mokpo. Oh tunggu, apa namja berkepala besar itu tak ikut? *digorok Clouds😀
“Hyung, kau tak ikut?” tanyaku padanya.
“Nae? Ehmm, arra.”
Kami berlima segera keluar setelah sebelumnya member SUJU yang lain memberi semangat untuk kami. Kupikir-pikir ini memang berlebihan, kita kan hanya menghadapi wartawan, tapi kenapa mereka bertingkah seolah-olah kita akan menghadapi peperangan? Yeaah mungkin tadi aku juga berlebihan. Kekke~
Sudah kuduga wartawan itu semakin banyak, benar saja wartawan yang semula berada di dorm SNSD pun berpindah kesini. Kami sedikt mempercepat langkah kami menuju mobil Yuri.
EUNHYUK POV END
~SKIP

@Mouse and Rabbit cafe
AUTHOR POV
Setelah mereka –YulHyoYeEunMin- *susah banget :D* sampai di cafe Yesung, wartawan yang semula berada di dorm SNSD dan SUJU pun mengikuti mereka di sana, dan disinilah mereka. Agak terkejut memang, dugaan mereka yaitu member SNSD dan SUJU tadi akan pergi berkencan (?) namun di cafe itu mereka malah mendapati Key, Taemin, Luna dan juga Victoria. Yuri, Hyoyeon, Eunhyuk, Sungmin dan Yesung pun segera menghampiri meja mereka.
“Misi kalian berhasil rupanya eonni.” Bisik Luna pada Yuri namun masih bisa didengar oleh yang lain. Sontak saja mereka tertawa puas. Sedangkan para pemburu berita itu memilih menunggu mereka di luar.
“Biar saja mereka menunggu, kita akan lebih lama di sini.” ucap Yesung sambil melirik ke arah wartawan.
“Ya! Apa kau tak bersiap-siap untuk ke Mokpo besok, eoh? Kau lupa hyung?” ucap Sungmin menatap Yesung.
“Omo! Benar juga.”
“Yaa mungkin 15 menit cukup untuk membuat mereka menunggu, bukan begitu hyung, noona?” ujar Key. Yang lain pun hanya mengangguk.
“Geurae, apa kita benar-benar akan membahas job kita?” tanya Victoria.
“Tentu saja tidak Vic, kita bahas itu di kantor SM saja.” Jawab Eunhyuk yang sedari tadi hanya diam.
“Ohh, syukurlah. Jadi kita hanya bersantai kan disini?” jawabnya sumringah. Eunhyuk mengangguk.
“Kalian besok akan datang kan? Ke Mokpo?” tanya Hyoyeon pada member SHINEe dan F(x) itu.
“Tentu eonni, kita pasti datang. Keundae, sepertinya Sulli tak ikut, masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.” Jawab Victoria.
“Kami juga akan datang noona, aku senang sekali mereka bertunangan. Mereka sangat serasi dan terlihat selalu harmonis, aku jadi iri pada Donghae hyung dan Yoona noona.” Taemin menggerutu sambil mempoutkan bibirnya.
Semua yang duduk di meja itu pun terkikik geli melihat raut wajah Taemin yang menggemaskan itu.
“Belum waktunya Taeminie, kelak juga kau akan menemukan yeoja yang tepat.” Ujar Sungmin sambil merangkul dongsaengnya itu.
“Ne hyung, aku ingin yeojaku kelak bisa beraegyo seperti Sunny noona. Itu menggemaskan sekali hyung.” Ucapnya dengan menampakkan wajah polos. Ia berniat sekali menggoda hyungnya itu.
“Ya! Sunny milikku.” Seru Sungmin sambil melepaskan rangkulannya pada pundak Taemin. Membuat tawa mereka yang ada di meja itu tertawa geli.
Cukup lama mereka mengobrol bersama, menceritakan tentang kesibukan mereka masing-masing. Tak jarang juga mereka tertawa bersama. Tak terasa hari mulai sore, matahari pun sudah condong ke arah barat.
“Sepertinya kita sudah cukup lama di sini, lebih baik kita pulang sekarang.” Ucap Yuri.
“Ne, kajja.”
Mereka pun melangkah keluar dari cafe itu. Wartawan yang semula terlihat tenang segera mengerumuni mereka, bersiap untuk melontarkan banyak pertanyaan.
“Eunhyuk-ssi kenapa kalian bisa kesini? Kenapa ada member SHINEe dan juga F(x)? Bisakah kau menjelaskannya?” tanya seorang warta berita itu.
“Oh, kami tengah membicarakan job yang akan kami ambil nanti. Kita semua akan mengisi suatu acara.”
“Job apa Eunhyuk-ssi?” tanyanya lagi.
“Kita akan dance bersama.” Key yang menjawab pertanyaan wartawan itu.
“Sudah ne, kami harus pulang. Annyeong.” Ucap Yesung sambil membungkuk ke arah mereka, yang lain pun ikut membungkuk ke arah para wartawan itu.
***

@Mokpo, Donghae’s home
Sore itu, Yoona melangkahkan kakinya ke arah balkon di kamarnya. Mata indahnya terpejam mersakan angin yang membelai wajah cantiknya, menerbangkan rambutnya yang panjang dan tergerai. Hingga tiba-tiba sebuah ketukan pintu dari luar kamarnya menghentikan aktivitasnya bermain (?) dengan angin.
Segera ia langkahkan kakinya menuju pintu, memutar kenop pintu tersebut. Didapatinya Donghae tengah berdiri di sana dengan senyuman yang selalu membuat Yoona tak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah itu.
“Mau sampai kapan kau memandangiku, eoh?” ucap Donghae membuat Yoona tersadar, ia pun megerjapkan matanya beberapa kali. Membuat Donghae terkekeh geli melihatnya.
“Kau ini..” lanjutnya sambil mengacak-acak rambut Yoona.
“Aissh oppa.” Gerutu Yoona.
Donghae pun melangkah masuk ke kamar Yoona, melangkahkan kakinya ke arah balkon. Kedua tangannya memegang pada pagar kayu di depannya. Ia memejamkan matanya menikamti angin yang menyapa dirinya. Sama seperti yang dilakukan Yoona tadi.
Yoona yang masih berada di dekat pintu pun melangkah mendekati Donghae, tanpa menutup pintu itu terlebih dulu. Dilingkarkan tangan kecilnya ke arah pinggang Donghae. Memeluknya dari belakang. Menyandarkan kepalanya ke punggung Donghae, ia juga turut memejamkan matanya.
Tak ada kata yang mereka ucapkan, cukup dengan begini saja mereka akan merasakan cinta mereka satu sama lain. Menyalurkan sebuah rasa dan asa mereka yang tak pernah memudar, sebuah rasa dan asa yang menjadikan mereka satu.
Sementara dari balik pintu yang terbuka itu berdiri sosok namja yang umurnya lebih tua beberapa tahun dari Donghae, ia tersenyum melihat adiknya bersama calon tunangannya.
‘Semoga Tuhan selalu memberikanmu kebahagiaan dalam setiap detak jantungmu Hae-ya.’ Doanya dalam hati, ia pun beranjak dari sana dengan senyum mengembang di wajahnya.
~DDRRRT
Getaran ponsel Donghae berbunyi, membuat ia dan Yoona menghentikan kegiatannya. Yoona pun menarik tangannya dari tubuh Donghae.
“Yeobseyo.”
“Yeobseyo, Hae-ya. Masalah di sini sudah beres.” Ujar suara diberang sana. Donghae membulatkan matanya tak percaya. Namun senyuman juga tercetak di wajah tampannya. Yoona yang sedari tadi memperhatikannya pun dibuatnya bingung.
“Nde? Kau tidak bercanda kan Hyukie?” ucapnya tak percaya.
“Kya! Untuk apa aku bercanda? Sudahlah, tenang saja. Kau harus banyak istirahat. Besok hari yang penting bagimu.” Rupanya orang di seberang sana adalah Eunhyuk.
“Arraseo, gomawo Hyukie. Jeongmal gomawoyo.” Ujar Donghae tulus pada sahabatnya itu.
“Ne ne, cheonmaneyo. Sudah kau istirahat sana. Bye.”
“Hyukie.” Panggil Donghae sebelum Eunhyuk menutup sambungan ponselnya.
“Nde?”
“Aku menyayangimu Hyuki-ah.” Ujar Donghae dengan sedikit menahan tawa.
“Kya! Kau menjijikkan sekali. Apa kau tak takut jika di media akan heboh bahwa Yoona SNSD cemburu kepada Eunhyuk Super Junior? Itu menakutkan Hae-ya, kau jangan cari masalah ne?” oh, berlebihan sekali monyet tampan ini.
“Kau berlebihan Hyukjae. Sudahlah, bye.”
“Bye, aku juga menyayangimu Hae.” Ujarnya dengan sedikit tertawa.
Donghae memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Ia menatap Yoona dengan senyum lebar.
“Wae?” tanya Yoona heran.
“Masalah disana sudah teratasi.”
“Jinjja? Ooh, syukurlah, aku lega mendengarnya oppa.”
***

Akhirnya hari ini tiba, hari yang penting bagi kedua insan yang hatinya sudah terikat satu sama lain ini, Yoona dan Donghae.
Terlihat di ruang tamu rumah Donghae telah berkumpul Nyonya Lee, Tuan Im dan juga Donghwa. Mereka tengah menunggu Donghae dan Yoona. Donghwa yang merasa bosan berniat untuk menghampiri Donghae yang masih berkutat di kamarnya.
“Kau mau kemana?” tanya Nyonya Lee.
“Ke kamar Donghae eomma.”
Donghwa pun melangkah ke atas menuju kamar Donghae. Dibukanya pintu coklat yang tertutup itu. Ia mendapati sosok Donghae yang tengah berdiri di depan cermin. Donghwa pun masuk dan mendekati Donghae.
“Hyung?” Donghae tersentak kaget melihat Donghwa dari pantulan cermin didepannya.
“Kau lama sekali, apa yang kau lakukan, eoh? Kau sudah tampan adikku sayaang.” goda Donghwa sembari duduk di tepi ranjang Donghae.
Donghae menundukkan kepalanya, tak ada satu katapun terucap dari bibirnya.
“Aku merindukan appa hyung.” Gumamnya pelan, sepertinya ia menahan air matanya agar tidak turun membasahi pipinya.
Donghwa pun bangkit dari duduknya dan mendekat pada Donghae. Dirangkulnya pundak dongsaeng satu-satunya itu.
“Aku juga merindukannya Hae.” Ujar Donghwa tak kalah pelan dari suara Donghae tadi.
“Seharusnya sekarang appa berada di tengah-tengah kita, merasakan kebahagiaan yang kita rasa.” Air matanya mulai keluar dari mata coklatnya.
“Appa pasti melihat kita Hae, aku yakin dia tersenyum melihat kita, dia pasti merasakan kebahagiaan kita juga.” Donghwa menepuk-nepuk punggung Donghae pelan. Memberikan kekuatan pada adiknya.
“Sudahlah jangan menangis, ini hari bahagiamu. Appa juga pasti tak ingin melihat anaknya menangis. Tersenyumlah.”
Donghae mengusap air matanya cepat, ia mendongak menatap wajah Donghwa yang tengah tersenyum padanya. Donghae pun tersenyum padanya.
“Jangan cengeng ikan, kau sudah dewasa.”
Donghae pun segera memeluk hyungnya itu.
“Kajja ke bawah, eomma dan ahjussi Im sudah menunggu.”
Mereka pun turun menuju ruang tamu, Yoona belum ada di sana. Donghae dan Donghwa segera duduk untuk menunggu Yoona.
“Ohya Hae, nanti teman-teman kalian langsung menuju resort atau menuju rumah ini terlebih dulu?” tanya Nyonya Lee.
“Mereka akan ke resort eomma.”
“Oh, begitu.”
‘Kenapa lama sekali? Apa yang ia lakukan di dalam sana?’ batin Donghae.
“Aku akan menyusul Yoona eomma, appa.”
Donghae bangkit dari duduknya untuk menuju lantai 2 ke kamar Yoona. Namun langkahnya terhenti saat mata teduhnya menangkap sosok yeoja yang tengah berjalan dengan anggunnya menuruni anak tangga. Donghae terpaku di tempatnya, matanya tak bisa sedetikpun beralih dari ciptaan Tuhan yang sempurna itu. Begitu juga Nyonya Lee, Tuan Im dan Donghwa, mereka juga memandang Yoona tanpa berkedip.
Satu kata yang sama bersarang(?) dibenak mereka “Yeppeoda”. Yoona tersenyum manis ke arah Donghae, baju yang ia coba kemarin-berwarna biru safir- sudah melekat manis di tubuhnya, rambutnya ia ikat sedemikian rupa hingga menyisakan beberapa helai anak rambut yang menjuntai, menambah kesan cantik dan manis pada dirinya.
Simple namun tetap elegan, kurang lebih seperti itulah penampilan Yoona hari ini.
“Oppa, gwaenchana?” tanya Yoona sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Donghae. Donghae terkesiap, mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia pun mulai tersadar dari keterpukauannya.
“Ne, gwaenchana.” Jawabnya singkat, ia memandangi Yoona dari atas hingga bawah.
‘Kenapa Tuhan menciptakan makhluk sesempurna ini? Apa ia bidadari yang diturunkan Tuhan ke bumi?’ batin Donghae.
“Waeyo? Apa penampilanku buruk?” tanya Yoona cemas sambil melihat tubuhnya sendiri.
“Aniyo, kau cantik Yoong. Sempurna.” Ucap Donghae sambil membelai lengan Yoona.
“Kau benar-benar cantik Im Yoona, ternyata adikku pintar sekali memilih yeoja.” Timpal Donghwa.
“Baiklah, kita berangkat sekarang. Kajja.” Ajak Tuan Im.
Mereka pun segera menuju ke resort tempat acara tersebut akan berlangsung. Donghae menggunakan mobil sport birunya bersama Yoona, sedangkan Nyonya Lee, Tuan Im dan Donghwa menggunakan mobil sedan merah milik Donghwa.
***

@Resort
Donghae segera turun dari mobilnya dan tak lupa membukakan pintu untuk Yoona. Tak lama mobil Donghwa menyusul di belakang mereka.
“Nampaknya teman-temanmu sudah sampai.” Ujar Nyonya Lee pada Donghae dan Yoona.
Mereka hanya mengangguk mengiyakan, memang member SUJU dan SNSD sudah lebih dulu datang karena saat Donghae di tengah perjalanan, Kibum menghubunginya bahwa mereka sudah sampai.
Donghae, Yoona dan keluarga mereka pun masuk ke dalam ruangan di mana acara ini akan dilangsungkan. Sesaat semua berhenti dari aktivitasnya saat Donghae, Yoona dan keluarganya memasuki ruangan itu.
“Yoong, aku merindukanmu.” Teriak Yuri dan langsung berlari memeluk Yoona.
“Nado eonni.” Jawab Yoona.
“Kau cantik sekali Yoona-ah.” Puji Kangin pada Yoona.
“Kau juga sangat tampan hyung.” Puji Luhan yang berada di dekat Donghae.
Donghae hari ini sangat tampan dengan kemeja berwarna putih dan dipadukan dengan jas berwarna biru safir-senada dengan dress Yoona-walau setiap haripun ia memang tampan tanpa polesan make up. Keduanya memang sangat natural. Hari ini pun keduanya terlihat lebih tampan dan cantik, entahlah mungkin karena mereka sangat bahagia.
Yoona hanya tersenyum malu atas pujian Kangin. Donghae juga hanya menepuk lengan Luhan pelan. Yaa mereka yang hadir di sana pasti akan mengatakan hal itu pada YoonHae.
“Hae-ya, tadi Soo Man hyung dan juga Young Min hyung menitipkan ucapan selamat dan juga maaf untuk kalian, mereka tak bisa hadir hari ini karena masih ada pekerjaan.” Ujar sang leader SUJU.
“Ne hyung, gwaenchana.”
Di sana memang tak terlalu ramai, karena mereka hanya mengundang artis SM dan juga kerabat terdekat saja, mengingat YoonHae memang bintang hallyu dan juga hubungan mereka yang tak diketahui publik.
Tuan Im memang benar-benar sudah mempersiapkan semuanya, termasuk kerahasiaannya(?) acara ini. Teman baiknya yang memiliki resort ini pun dengan senang hati membantunya, ia sudah berjanji akan merahasiakan ini, termasuk para karyawan yang bekerja di resortnya.
Acara pun dimulai, Donghae dan Yoona ke depan dan bersiap untuk memasangkan cincin di jemari mereka. Nyonya Lee pun segera mengambilkan kotak berwarna putih perak itu dan membukanya. Terdapat 2 cincin bertuliskan Donghae dan Yoona di dalamnya.
Donghae pun mengambil cincin yang bertuliskan namanya lalu ia sematkan di jemari lentik Yoona, begitupun sebaliknya. Yoona menyematkan cincin yang bertuliskan namanya pada jemari Donghae. Semua yang hadir pun bertepuk tangan bahagia.
“Saranghaeyo.” Ujar Donghae, senyum terlukis di wajah tampannya.
“Nado saranghaeyo oppa.” Balas Yoona yang juga telah menampakkan senyum manisnya.
Donghae pun mencium kening indah Yoona. Acara pun dilanjutkan dengan bernyanyi bersama, maklum saja mereka yang hadir adalah penyanyi papan atas. Yuri dan Hyoyeon tak ketinggalan untuk menampilkan aksi dance mereka yang sangat memukau. Ditambah lagi Yesung yang berduet dengan Luna menyanyikan lagu mereka yang berjudul And I Love You. Dan juga penampilan yang sangat memukau dari Donghae, Eunhyuk, U-Know, Minho, Taemin, Kay dan Lay yang menyanyikan lagu Spectrum dan aksi dance yang sangat bagus. Menunjukkan bahwa kemampuan mereka tak diragukan lagi. Dan juga masih banyak lagi artis SM yang menampilkan keahlian mereka.
Semua nampak sangat menikmati acara ini, tanpa ada bidikan kamera wartawan sama sekali. Hanya ada blitz kamera dari beberapa photographer yang memang ditugaskan untuk mengabadikan momen ini, dan tentunya photographer itu akan merahasiakan ini.
“Ya! Shikshin, apa kau tak lelah sedari tadi makan terus?” tanya Kyuhyun yang mengagetkan Sooyoung hingga ia tersedak makanannya.
“Kyaaa! Evil sialan. Kau mengganggu acara makanku.” Sungut Sooyoung tak terima.
“Oppa, jangan mengganggu Sooyoung eonni.”
“Hyunnie, apa kau tak risih melihat eonnimu ini makan terus, eoh?” tanya Kyuhyun pada Seohyun.
“Ani, aku sudah terbiasa melihatnya.” Jawab Seohyun polos. Sooyoung tersenyum puas sambil menjulurkan lidahnya ke arah Kyuhyun.
“Aisssh…” desis Kyuhyun sebal.
“Eonni, apa kau tak melihat Sica eonni?” Krystal menghampiri SeoKyuSoo.
“Eung? Itu disana, sedang bersama Yoona.” Jawab Sooyoung.
“Ah, ne. Gomawo eonni.” Krystal menghampiri eonninya itu.
“Eonni.” Rengeknya manja.
“Omo! Kau mengagetkanku saja Soojung-ah.” Sica mengelus dadanya. Pasalnya Jessica dan Yoona tengah melihat penampilan Yesung dan Luna.
“Wae geurae?” tanya Sica.
“Eummm, aku ingin pulang ke rumah eomma dan appa. Setelah ini kita pulang ne?” katanya sambil sedikit merajuk.
“Eonni masih ada pekerjaan, kau pulang sendiri tak apa?” Sica memandang adiknya lekat, ia tahu adiknya akan kecewa.
“Ya! Kau lupa besok kita masih harus bekerja, eoh?” tiba-tiba Victoria muncul ditengah-tengah mereka.
“Aisssh, arraseo. Aku pulang lain kali saja.” Kata Krystal menyerah.
Jessica hanya membelai rambut adiknya penuh sayang.
“Jangan sedih, eonni janji jika ada waktu luang kita akan pulang.”
Seketika wajah Krystal berubah menjadi cerah.
“Jinjja? Gomawo eonni.” Katanya sambil mencium pipi Jessica.
Yoona dan Victoria pun hanya tersenyum melihat kedekatan kakak-beradik itu. Hingga dering ponsel Victoria mengalihkan perhatian mereka.
“Yeobseyo.”
“Yeobseyo, eonni aku ingin bicara pada Yoona eonni dan Donghae oppa. Apa kau bisa memberikan ponselmu pada mereka?” rupanya yang menelpon tadi Sulli. Ia tak bisa hadir karena urusan pekerjaan.
Victoria pun memberikan ponselnya kepada Yoona.
“Dari Sulli, ia ingin berbicara pada eonni.” Yoona pun segera meraih ponsel Victoria.
“Sulli-ah. Waeyo?”
“Eonni, mian ne aku tak bisa datang ke acara pertunanganmu. Ini gara-gara pekerjaanku yang belum selesai ini. Aisssh, padahal aku ingin sekali ke Mokpo dan melihat kalian saling memasangkan cincin.” Sulli berbicara tanpa jeda membuat Yoona tersenyum geli mendengarnya.
“Ne, gwaenchanayo. Kami tau.”
“Chukkae ne eonni, aku turut bahagia. Semoga kalian bisa bersama sampi di kehidupan mendatang.” Ucapnya senang.
“Ne Sulli, gomawoyo sudah mendoakan kami. Lalu kapan kau menyusul?” goda Yoona.
“Mwo? Nae? Aaah itu masih lama, sudah ne eonni masih ada yang harus ku selesaikan. Ppai ppai.”
AUTHOR POV END

SOMEONE POV
Rupanya ini tempat Sulli F(x) syuting, tapi dimana dia? Aku mencari sosok Sulli dan kutemukan ia tengah sendiri, sedikit menjauh dari yang lain. Segera kulangkahkan kakiku menuju tempat ia berdiri, sepertinya ia sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
“Yeobseyo, eonni aku ingin bicara pada Yoona eonni dan Donghae oppa. Apa kau bisa memberikan ponselmu pada mereka?”
Mwo? Yoona? Donghae? Apa maksudnya? Kutajamkan pendengaranku agar bisa lebih jelas mengetahui apa yang sedang ia bicarakan.
“Eonni, mian ne aku tak bisa datang ke acara pertunanganmu. Ini gara-gara pekerjaanku yang belum selesai ini. Aisssh, padahal aku ingin sekali ke Mokpo dan melihat kalian saling memasangkan cincin.”
Ooh, rupanya Donghae dan Yoona benar-benar memiliki hubungan spesial. Dan sekarang mereka tengah bertunangan? Hahahh aku mendapatkannya. Mokpo. Aku akan kesana. Ini akan menjadi berita terheboh. Dan aku pasti akan mendapat bonus karena telah menemukan ini.
SOMEONE POV END
==================================================================================================================
To Be Continued……………………

eotthe? sesuai harapan kaliankah?
tu wrtawan kok nemuuu aja berita yg secret* . dasar !
tinggalkan jejak ne pyro. annyeong🙂

26 thoughts on “FF YoonHae – My Soul ( Part 5)

  1. Ah thor hmpr lumutan nunggu klnjt’n ff d blog ini lama bnget tpi wah. .
    Daebak. .
    Seru banget thor. .
    Ayo lanjut jangan lama” pngen tauk tik brita apa lg yg k sbr apa bkal ktahuan yoonhae tunangan a a a
    x sbr. .

  2. wah thor akhir’a d’post jga klnjtn’a dah lumutan nih nngu’a……
    wah prtngan yoonhae bakal kthuan mediaa…. beuuh seru nihhh >< d'tggu next part'a thorr… fightinggg🙂

    YH IS REAL😀

  3. knp sih wartwan tu sll tau…!? gmn nie biza2 p’tunngan yoonhae kthuan….!? smga wartwn ntu ga tau tmpt acra’y dsLnggarakn…!! next part dtnggu

  4. Ahh daebak thor… Itu gimana yah kalo pertunangan yoonhae ketahuan ama media?? Penasaran thor sama kelanjutannya.. Next part ditunggu thor..😀

  5. tu wartawan nyebelin buangettttttt!!!!ih pngen q tipuk aj usil sech*bkne pekerjaannya emg ngusik y
    next part thor

  6. Wah daebak thor ffnya.
    Siapa itu? Aish, gawat nih kalau sampai ketahuan.
    Penasaran pake banget.

    Ditunggu nextnya.
    Fighting.

  7. kyaaa gregetan sama diakhirnya😮
    gimana kalog mereka ketauan ya ?
    Reaksi para fansnya gmana tuh ntar ?
    #gue sbg pyro senang pakek banged
    hahaha

  8. aduh ngapain sih tuh pake ada paparazi yg denger obrolan sulli sama yoona eonni, ngeganggu aja.. semoga pas dia ke mokpo acaranya udah selesai trus gak jadi dapet berita deh hehehe >:)

    next partnya ditunggu secepatnya ^^

  9. Aishh.. Apa itu wartawan?
    Waduh bisa gawat nih nanti kalo sampe ketauan..
    Alasan apalagi yang akan yoonhae berikan nanti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s