FF YoonHae – My Soul ( Part 6)

Author : Lee Yoon Ri a.k.a Fietha Khuriend El Wardah

Twitter : @fita_wardah

Tittle : MY SOUL (Chapter 6)

Main Cast : Lee Donghae, Im Yoon Ah

Support casts : all member Super Generation

Length : series

Genre : romance, friendship, family, etc

annyeong pyros🙂
di part 6 ini kayaknya lebih panjang dari part* sebelumnya soalnya klimaksnya disini, mian ne kalo ngebosenin.
yang udah penasaran sama nasib pertunangan YoonHae, baca aja . di part ini full author pov, mian lagi kalo si typo berkelebat (?) dimana*. ga bisa diem sih typo nya😀
udah ah author ga mau banyak koar*😀
harap kalian ninggalin komen, NO BASH NO PLAGIAT !

========================================================================

MY SOUL (Chapter 6)

 

 

“Aku mencintaimu tanpa jeda. Tanpa ada batas ruang, jarak maupun masa. Tak peduli mereka yang menentang hatiku. Ini hatiku sendiri, kehidupanku, kebahagiaanku.”

-Im Yoon Ah-

 

 

 

“Kau dan mereka adalah kebahagiaanku. Bagian dari hidupku yang tak mungkin bisa ku pilih salah satu. Mereka memang oksigenku, namun kau. Kau adalah jiwaku. Aku takkan berarti apa-apa tanpa kalian. Kalianlah kehidupanku.”

-Lee Donghae-

 

 ****

AUTHOR POV

 

@Dorm SUJU

Pagi ini dorm yang dihuni oleh 13 namja tampan itu masih terlihat sepi, belum ada tanda-tanda kehidupan (?) disana. Maklum saja, mungkin mereka lelah karena kemarin baru pulang dari Mokpo tengah malam. Di salah satu kamar, terlihat dua namja masih terbaring di ranjangnya. Namun salah satu namja nampaknya sudah bangun. Matanya menatap langit-langit kamarnya. Kemudian tangannya terulur untuk meraih ponselnya di meja samping ranjangnya. Jemarinya bergerak-gerak menyentuh ponsel touchscreen-nya itu. Senyuman tercetak jelas di wajah tampannya, entah apa yang tengah ia pikirkan atau yang ia baca di layar ponsel itu.

 

“Hae. Kau kenapa, eoh? Mengapa senyum-senyum sendiri? Apa kau gila?” suara namja disampingnya mengagetkan Donghae. Dengan cepat ia tolehkan kepalanya ke arah kanan. Ia mendapati Eunhyuk tengah menatapnya heran.

 

“Ya! Kau mengagetkanku saja. Sejak kapan kau bangun, eoh?”

“Sejak kau menjadi gila.” Jawabnya santai, masih dengan menatap Donghae.

“MWORAGO? Aku tidak gila, bodoh!” sungut Donghae, ia mengganti posisinya yang semula berbaring di ranjang menjadi duduk.

“Kau senyum-senyum sendiri dari tadi. Apa itu tak gila?” rupanya monyet tampan ini sengaja memancing amarah sahabatnya.

“Kau ingin mati, hah?” Donghae menatap Eunhyuk tajam. Omo! Rupanya sebentar lagi perang antara ikan dan monyet akan dimulai. Eunhyuk yang menyadari itu segera beranjak dari tidurnya dan berniat berlari keluar. Namun tangan Donghae telah mencekal lehernya.

 

“Ya! Ikan amis, lepaskan tanganmu dari leher indahku!” teriaknya.

“Apa kau bilang? Ikan amis? Kyaa! Kau monyet jelek! Takkan ku beri ampun.”

Dan seperti inilah, rupanya di dalam kamar itu ada dua namja-yang seperti anak TK- tengah bergulat (?). Yaah, memang seperti bergulat, melihat posisi mereka kini, Eunhyuk berada di bawah Donghae dengan cekalan lengannya yang masih berada di leher Eunhyuk.

 

“Kau membuatku kehabisan napas bodoh! Singkirkan tanganmu ikan!” Eunhyuk masih saja berteriak sambil berusaha melepaskan lengan Donghae. Karena tak tega, Donghae pun melepaskan cekalan lengannya dari leher Eunhyuk. Namun sedetik kemudian Eunhyuk mendorong tubuh Donghae hingga tengkurap di lantai. Eunhyuk pun duduk di atas punggung Donghae dan menjambak rambutnya.

 

“Kyaa kya! Appoyo. Apa yang kau lakukan, eoh? Kau ingin menyiksaku?” kini giliran Donghae yang berteriak, sedangkan Eunhyuk hanya tersenyum evil mendengarnya.

“Rasakan ini.” Eunhyuk semakin kencang menjambak rambut Donghae.

“KYA! Monyet jelek. Monyet bodoh. Singkirkan tanganmu dari rambutku. Kau menghancurkan rambutku yang menawan itu!” sungut Donghae, tangannya menepuk-nepuk lantai karena menahan sakit.

 

“Aku monyet tampan ikan! Dan lagi, rambutmu menawan? Sepertinya rambutku lebih menawan.” Kata Eunhyuk masih dengan posisi tadi, dan tangannya masih betah untuk menghancurkan rambut Donghae.

“Kau percaya diri sekali! Cepat jauhkan tanganmu dari rambutku monyet!”

Teriakan-teriakan terus keluar dari kamar itu, mengusik tidur member SUJU yang lain. Tak lama semua member pun keluar dari kamarnya dengan mata masih setengah terpejam.

 

“Siapa yang berani membangunkan tidurku?” geram Kangin.

“Aisssh, mengganggu mimpi indahku saja.” Gerutu Yesung.

Mereka pun menuju kamar EunHae, sumber dari segala keributan di pagi ini. Heechul pun membuka pintu kamar itu, mata mereka terbuka sempurna, terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya. Donghae dan Eunhyuk pun berhenti sejenak dari aktivitas mereka-masih dengan posisi seperti tadi- karena melihat semua member telah di depan kamar mereka.

“Apa yang kalian lakukan, eoh?” tanya Sungmin.

“Dia menghancurkan rambutku yang menawan ini hyung.” Kata Donghae.

“Dia dulu yang mencekik leher indahku.” Bela Eunhyuk tak terima.

“Dia mengataiku gila.” Lagi, Donghae membela dirinya.

“Dia memang gila!” seru Eunhyuk.

“Aku tidak gila, kau yang bodoh.”

“Kau tadi senyum-senyum sendiri. Lalu apa namanya jika tidak gila?”

“Aku tadi mengirim pesan untuk Yoona.”

“Begitu, berarti persepsiku salah.” Cengirnya.

“Cepat berdiri, badanmu sungguh berat. Pabo!”

“Shireo!”

“Kyaaa!”

 

“Kyaaa! Hentikan.” pekik Shindong melerai EunHae yang tengah adu mulut.

“Hanya masalah sepele saja kalian seperti ini.” Cibir Heechul.

“Karena teriakan kalian, mimpi indahku hancur berantakan.” Giliran Yesung mengeluarkan suaranya, wajahnya dibuat sesedih mungkin. Ryeowook menatap sedih pada hyung kesayangannya itu, ia menepuk-nepuk pundak Yesung. *couple yang aneh😀 #digorok Clouds #ditabok Ryeosomnia

“Sudahlah, hentikan pertengkaran konyol kalian. Ini masih pagi.” Ujar sang leader, Leeteuk.

“Kya, cepat jauhkan tanganmu!” sungut Donghae karena Eunhyuk tak kunjung menyingkirkan tangannya dari rambut Donghae.

“Shirreoyo.”

 

“Aiissh.” Siwon pun segera memisahkan ikan dan monyet itu.

“Kalian ini, sudah dewasa masih saja seperti anak TK.” Kali ini Hangeng ikut berbicara.

“Hyung, kalian seharusnya memberikan contoh yang baik padaku, Wookie hyung dan juga Kibum hyung.” Ucapnya terhenti, wajahnya terlihat serius. Semua member menatapnya heran. Mungkin hal yang mereka pikirkan sekarang sama. ‘Ada apa dengan setan kecil ini?’

Kyuhyun pun melanjutkan kalimatnya. “Kalian kan sudah tua, jadi berhenti bertingkah seperti itu. Ingatlah umur kalian hyung.”

 

Sungguh, ucapannya selalu berhasil membuat hyungdeul-nya memerah menahan emosi. Namun kali ini, semua member-tentunya selain EunHae- terkikik geli akibat ucapannya itu. Memang magnae satu ini benar-benar langka. Mungkin hanya Super Junior saja yang memilikinya. Bagaimana tidak, umumnya magnae di grup lain adalah orang yang polos dan sopan. Tapi ini? Oh, sungguh jauh dari kata polos dan sopan. Bahkan ucapannya pun seringkali sangat pedas.

 

Kyuhyun hanya memamerkan deretan giginya saat EunHae memberikan deathglare mereka ke arah Kyuhyun. Hahahaa, sepertinya EunHae sekarang bernafsu untuk mencekik dan menjambak dongsaeng-nya itu. Kyuhyun segera berlari menghindar dari EunHae.

“Kya evil! Jangan lari kau!” teriak EunHae.

***

 

@Gedung SM

 

Mobil milik para member SUJU telah berjajar rapi di depan gedung SM. Sepertinya mereka tengah melakukan latihan untuk perform mereka lusa. Yah, SUJU akan menghadiri salah satu variety show dan mereka akan menyanyikan beberapa lagu untuk para penggemar.

 

Di dalam ruang practice SUJU, nampak namja-namja itu tengah meliuk-liukkan badannya. Menciptakan gerakan-gerakan yang sudah pasti sangat keren.

“Kita istirahat sebentar.” Ujar Leeteuk.

Para member pun duduk di lantai dengan peluh yang membasahi tubuhnya, menambah kesan tampan pada diri mereka.

 

Donghae segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.

To : Y

Yoong, kau ada jadwal?

Tentu saja ia mengirim pesan pada yeojachingunya, Yoona. Tak berapa lama ponsel Donghae bergetar.

From : Y

Aniyo, waeyo oppa?

Terlihat wajah Donghae yang sumringah setelah membaca pesan dari Yoona. Dengan segera ia membalas pesan Yoona.

To : Y

Satu jam lagi aku akan menjemputmu.

From : Y

Arraseo.

 

***

 

 

@Dorm SUJU

 

“Kau mau kemana Hae?” tanya Heechul saat melihat Donghae telah berpakaian rapi. Ia telah memakai kaos berlengan panjang berwarna hitam yang ia angkat sampai siku dan dipadukan dengan celana jeans berwarna biru tua. Tampan.

“Jalan-jalan hyung.” Balas Donghae singkat sembari membenarkan letak topi hitamnya.

“Sendiri?” kini Hangeng yang bertanya.

“Tentu saja dengan rusanya hyung.” Timpal Eunhyuk yang juga tengah berada disana.

 

~PLETAK

Kepala Eunhyuk menjadi sasaran jitakan Donghae. Ia meringis sambil mengusap-usap kepalanya.

“Kya! Appoyo.” Gerutunya.

Donghae hanya memandangnya datar. Menampakkan wajah tanpa dosanya. Ia pun segera berlalu, bergegas menjemput Yoona.

“Kalkkae.” Kata terakhir yang muncul dari bibir Donghae sebelum melesat pergi.

***

 

 

“Oppa, kita akan ke mana?” tanya Yoona yang kesekian kalinya. Kini mereka telah berada di dalam mobil Donghae, entah namja tampan itu akan membawa mereka kemana.

Yoona mendengus kesal, pasalnya pertanyaan yang ia lontarkan sedari tadi tak mendapat respon dari Donghae. Kini, Donghae telah menghentikan mobilnya.

“Kajja.” Ajaknya pada Yoona.

“Mwo?” yoona masih bingung dengan rencana Donghae.

“Ayo turun. Kau tak ingi berbelanja, eoh?”

“Di sini?” katanya sambil menatap ke depan, menyapukan pandangannya pada suasana di luar mobil. “Kau yakin oppa?”

Donghae hanya menganggukkan kepalanya. Ia pun turun dan segera membukakan pintu untuk Yoona. Ia pun tersenyum saat melihat Yoona yang sudah memakai topi rajutan dan kacamata hitam yang sudah bertengger manis di hidungnya. Donghae mengulurkan tangannya untuk merapikan rambut Yoona, mereka pun saling tersenyum manis. *author jadi malu sendiri😀

 

Myeongdong. Disinilah mereka saat ini. Menghabiskan waktu senggang berdua sebelum berbagai pekerjaan akan menghambat pertemuan mereka. Tangan Donghae menggenggam erat tangan Yoona. Mereka terlihat santai berjalan berdua, pasalnya saat ini tak ada yang mengenali mereka, oh mungkin tepatnya belum ada.

 

Langkah Yoona terhenti di sebuah toko, matanya menatap sebuah manekin yang terpajang di depan toko tersebut. Donghae pun ikut menghentikan langkahnya, ia menatap heran pada yeojanya itu. Kemudian ia mengikuti arah pandang Yoona. Sebuah manekin itu, ralat bukan manekinnya, tapi gaun putih yang dipakai manekin itu. Gaun pengantin yang menawan.

 

Donghae tersenyum saat menyadari Yoona tertarik dengan gaun itu. Sebuah ide jahil terlintas begitu saja di otaknya. Yaa, apalagi kalau tidak menggoda yeojachingu-nya sendiri.

 

“Kau ingin segera memakai gaun itu, eoh?” ucapnya pada Yoona.

Yoona yang masih belum sepenuhnya sadar akibat ketertarikannya akan gaun itu hanya memberikan anggukan pada Donghae.

“Kau ingin kita menikah kapan sayang?” tanya Donghae lagi, kali ini seringaian muncul di bibirnya.

Yoona yang sadar mengerjapkan matanya beberapa kali. Sontak ia menatap Donghae tajam.

“Waeyo? Kau ingin segera menikah denganku, kan?” tanya Donghae dengan menampakkan wajah polosnya.

“Ya! Apa katamu? Jangan bicara yang tidak-tidak.” Rutuknya. Pipinya mulai merona akibat perkataan Donghae tadi. Ia juga malu karena sikapnya sendiri.

 

Donghae menahan tawanya agar tidak menyembur(?) keluar karena tingkah Yoona. Matanya juga menangkap semburat merah pada pipi putih Yoona.

“Kenapa pipimu memerah? Apa kau malu? Sudahlah tak usah malu padaku. Aku kan calon suamimu Im Yoon Ah sayang.” Godanya lagi.

“Berhenti menggodaku ikan pabbo!” yoona memukul lengan Donghae dan berlalu begitu saja meninggalkan ikannya, oh ani, meninggalkan namjachingunya.

“Hey tunggu aku.” Donghae segera berlari kecil menyusul Yoona. Kini langkahnya sudah menyamai langkah Yoona.

 

“Kau marah, hm?” tanya Donghae. Yoona hanya diam, kedua tangannya ia lipat di depan dada dan bibirnya ia poutkan. ‘Menggemaskan sekali dia’ batin Donghae.

“Oh ayolah Yoong, aku hanya bercanda. Maafkan aku ne, jebalyo.” Pinta Donghae dengan wajah memelas.

“Geurom, aku memaafkanmu. Jangan menggodaku lagi.” Katanya masih setengah kesal.

“Siap Yoongie-ya.” Ucap Donghae sembari memberi hormat pada Yoona.

Yoona yang melihatnya hanya bisa tertawa dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Donghae. Namun sedetik kemudian ia langsung menggamit tangan Donghae.

“Waktunya kita shopping.” Ujarnya girang.

 

Donghae dan Yoona sudah memasuki beberapa toko dan membeli barang yang mereka suka. Nampaknya mereka sangat menikmati momen ini tanpa satu orangpun yang menyadari identitas mereka.

 

“Oppa, lihat itu.” Yoona menunjuk sebuah boneka nemo berukuran besar yang dipajang di etalase sebuah toko. Ia pun langsung menarik tangan Donghae dan masuk ke toko itu.

“Annyeong haseyo, ada yang bisa saya bantu?” ucap sang penjaga toko ramah.

“Annyeong, bisa aku melihat boneka nemo itu?” tanya Yoona dengan menunjuk boneka nemo besar itu.

“Oh ne, akan saya ambilkan.”

Penjaga toko itupun mengambilkan boneka yang Yoona maksud, boneka nemo besar.

“Ini agashi.” Penjaga toko itu menyerahkannya pada Yoona.

“Gamsahamnida.” Ucapnya.

Yoona pun menunjukkan boneka itu pada Donghae.

“Oppa, eottokhae? Bagus bukan? Nemo ini sepertimu.” Ucapnya dengan terkekeh kecil.

“Aissh kau ini. Aku lebih tampan dari nemo itu.” Ujar Donghae dengan PDnya.

“Ne ne, aku tau.”

Tiba-tiba mata Donghae menangkap sebuah boneka rusa yang ukurannya sama dengan nemo itu.

“Bisa ambilkan itu agashi?” pinta Donghae pada penjaga toko itu.

“Ne.” Setelah penjaga toko itu memberikannya, Donghae menunjukkan boneka itu pada Yoona.

“Dan ini sepertimu.” Ucap Donghae pada Yoona.

“Mwo? Issh oppa.”

‘Kenapa wajah mereka tak asing? Apa aku pernah melihat mereka sebelumnya?’ batin penjaga toko yang terbilang masih muda itu.

 

Di tengah Donghae dan Yoona masih asyik dengan kedua boneka itu, tiba-tiba mata Yoona menangkap sosok yang berada di luar toko. Matanya membulat sempurna.

“Oppa, gawat.” Pekiknya tertahan pada Donghae.

“Mwoya?” tanya Donghae bingung.

Yoona tak menjawabnya dan masih memperhatikan sosok itu. Donghae dan juga penjaga toko itu pun melihat kearah pandang Yoona.

“Omo! Wartawan?” desis Donghae namun masih bisa didengar oleh penjaga toko itu.

‘Wartawan? Aigo! Apa mereka artis? Tunggu, rusa dan ikan?’ penjaga toko itu berpikir.

“Yoona eonni, Donghae oppa?” tanya penjaga toko itu tak percaya.

Sontak Donghae dan Yoona mengalihkan pandangan mereka ke penjaga toko itu.

“Nde?” ucap mereka bersamaan.

“Apa kalian Yoona eonni dan Donghae oppa?” tanyanya sekali lagi.

Yoona dan Donghae pun kini berpandangan bingung.

“Kumohon jangan beritahukan identitas kami ne? Jebal.” Pinta Yoona dengan menangkupkan kedua tangannya.

 

Penjaga toko itu masih mencerna perkataan Yoona tadi. ‘jadi benar ini mereka?’ batinnya.

“Arraseo, kalian tenang saja. Dan oh ya, kalian bisa masuk ke dalam jika ingin menghindari wartawan itu.” Tawar penjaga toko itu.

“Nde?” ujar mereka lagi, masih tak percaya dengan respon penjaga toko itu.

“Ppali, kajja masuk.” Donghae dan Yoona pun segera ikut penjaga toko itu masuk ke dalam.

“Kalian disini saja dulu, jika wartawan itu sudah pergi aku akan kesini.” Ucap penjaga toko itu lagi.

“Ne, gomawo.” Donghae memberikan senyumnya.

***

 

@Mokpo, Donghae’s home

“Huwaaa… yeppeoda.” Ujar Nyonya Lee. Kini ia, Donghwa dan juga Tuan Im tengah melihat album pertunangan YoonHae.

Begitu album itu sudah jadi, Tuan Im segera menunjukkannya pada eomma Donghae di Mokpo.

“Mereka akan sangat senang melihat ini.” Ujar Donghwa yang diikuti anggukan oleh Nyonya Lee dan Tuan Im.

“Setelah ini aku akan memberikannya pada mereka.” Ucap Tuan Im.

***

 

 

@Myeongdong

 

“Gomawo ne sudah membantu kami.” Ujar Yoona pada penjaga toko itu.

“Cheonmaneyo eonni.”

“Keundae, siapa namamu?” kini Donghae yang bertanya.

“Naneun Lee Yoon Ri imnida.” *author numpang eksis😀

“Oh ya Yoon Ri-ssi, apa penyamaran kami ini kurang hingga kau bisa mengenali kami?” tanya Donghae.

“Aniyo, aku mengenali kalian karena ini.” Yoon Ri menunjuk boneka nemo dan rusa tadi.

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Yoona bingung.

“Kalian tau Pyrotechnic?”

“Ne, mereka shipper kami bukan?” ujar Donghae yang dijawab Yoon Ri sebuah anggukan.

“Omo, apa kau termasuk salah satu dari mereka?” tanya Yoona lagi, kali ini terdengar sangat antusias.

“Ne, aku Pyrotechnic eonni. Kau tau, aku saaaaangat bahagia sekarang. Ternyata kalian benar-benar memiliki hubungan. Selama ini kami tak salah. Chemistry kalian benar-benar nyata.” Jelasnya panjang lebar. Yoona dan Donghae pun tersenyum bahagia mendengarnya.

“Aku juga bahagia bisa mengenal salah satu dari mereka. Jeongmal gomawo Yoon Ri-ya, karena kau dan Pyrotechnic lainnya mendukung kami.” Kini Yoona menggenggam tangan Yoon Ri, terpancar ketulusan di mata keduanya.

Yoon Ri menatap tangan kiri Yoona, ani tepatnya cincin yang melingkar di jemari Yoona.

“Apa ini juga salah satu barang couple kalian?” tanyanya.

“Ani, ini cincin pertunangan kami.” Jawab Donghae. Yoon Ri hanya melongo tak percaya, namun bibirnya dengan jelas mengeluarkan senyuman.

“Jinjja? Chukkae oppa, eonni. Apa sudah lama?” pekiknya girang.

“Ani, beberapa hari yang lalu kami bertunangan di Mokpo. Tapi hubungan kami sudah lumayan lama.” Jawab Yoona.

 

“Tapi jangan bicarakan ini pada siapapun ne?” imbuh Donghae.

“Arraseo oppa, aku tau apa yang harus ku lakukan. Kalian tenang saja.”

“Geureom. Kami harus kembali Yoon Ri-ya. Gomawo ne, aku senang bisa bertemu denganmu.” Ujar Yoona, kini ia memeluk Yoon Ri, tak bisa ia sembunyikan bahwa ia sangat bahagia bertemu dengan salah satu sekian banyak orang yang mendukung mereka. *senangnyaa bisa dipeluk yoong eonni😀

“Ne eonni. Cheonmaneyo. Oh ya, ini untuk kalian.” Yoon Ri menyodorkan boneka nemo dan rusa itu pada YoonHae.

“Anggap saja ini kenang-kenangan dariku.” Tambahnya.

“Gomawo Yoon Ri-ya.” Ujar YoonHae bersamaan.

“Kami selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian oppa, eonni.”

“Jeongmal gomawoyo Yoon Ri-ya.” Ucap Donghae sambil mengacak pelan rambut Yoon Ri. *huwaa mimpi apa saya semalam?😀

“Nae kalkkae. Annyeong.”

“Ppai pai Yoon Ri-ya, annyeong.”

“Annyeong. Hati-hati eonni, oppa.”

***

 @Studio acara TV

 Dalam studio yang lumayan luas itu kini tengah dihuni oleh 13 namja-namja yang memiliki wajah super tampan. Bukan hanya tampan namun bakat mereka juga sangat memukau. Yap, mereka Super Junior.

 

Di sana juga ada 2 orang MC yang memandu acara itu, seorang yeoja dan namja. Selama 15 menit mereka sudah berbincang-bincang bersama Super Junior. Tak jarang studio bergemuruh dengan suara tawa dari mereka ataupun penonton yang ada di dalamnya akibat ulah konyol beberapa member Super Junior.

 

“Baiklah, kami masih punya satu lagi bintang tamu yang juga termasuk bintang hallyu. Mereka sangat cantik-cantik, tak jauh beda denganku. Hahha. Geureom, inilah mereka.” Ucap Min Hyo-MC wanita.

 

Beberapa yeoja cantik pun masuk ke studio tersebut dengan senyum yang terkembang di bibirnya.

“Annyeong haseyo. So Nyuh Shi Dae imnida.” Ucap mereka serempak sambil bow kepada penonton disana.

 

Raut wajah terkejut dan heran pun terlihat dari member SUJU. Yeah, pasalnya mereka tak tahu jika akan menjadi bintang tamu bersama SNSD.

 

“Omona! Kenapa kalian ada disini?” celetuk Shindong.

“Mwo? Apa tidak boleh? Geurom, kita pergi.” Ujar Taeyeon menanggapi gurauan Shindong.

“Woaah, ani.. ani. Ya! Shindong-ssi, kau tak sopan pada mereka. Ini acaraku.” Sungut Jinwo, MC namja. Bermaksud bergurau juga dengan mereka.

“Aissh, setelah ini aku akan menjadi MC di acara variety show ku sendiri.” Lanjut Shindong.

Sontak semuanya tertawa mendengar candaan mereka.

 

Sebagian member SUJU yang tadinya duduk di sofa pun menjadi duduk di lantai, agar member SNSD duduk di sofa. Menyisakan Donghae, Leetuk, Heechul dan Kyuhyun yang masih duduk di sofa.

 

“Omona! Bintang tamu kita kali ini banyak sekali.”

 

Sang MC pun mulai berbincang-bincang dengan mereka, entahlah apa saja yang mereka tanyakan. Tak satupun didengar oleh Donghae. Ia sedang sibuk dengan aktivitasnya sendiri, mencuri pandang pada yeojachingunya yang duduk tak jauh darinya. Yeaah pasalnya ada Leeteuk, Taeyeon dan Hyoyeon yang membatasi duduk mereka, antara dia dan Yoona.

 

Kemudian sang MC pun menanyakan satu hal yang membuat Donghae tersadar.

“Aku ingat, baru-baru ini ada kabar yang beredar tentang skandal antara salah satu member SNSD dan SUJU.” Tanya sang MC dengan nada menggoda.

Donghae hanya mengerjapkan matanya beberapa kali sedangkan Yoona hanya tersenyum nerveous.

Semua member Super Generation pun tertawa, ikut menggoda mereka.

“Sepertinya kalian tanyakan saja pada orangnya.” Kata Leeteuk sambil menahan tawanya.

“Donghae-ssi?” tanya Jiwon.

“Nde?” Donghae benar-benar salah tingkah kali ini.

“Hae-ya santai saja. Jangan gugup.” Ujar Eunhyuk sambil berdiri dan menepuk-nepuk pundak Donghae disertai tawanya. “Ya! Monkey, diam kau.” Sungut Donghae. Semua pun iku tertawa melihat tingkah Donghae yang gugup itu.

 

 

“Jadi? Apa di foto itu benar kalian?” tanya Min Hyo lagi, menuntut jawaban dari keduanya.

 

“Ne, itu memang kami.” Kini Yoona yang menjawab.

“Tapi tak hanya kami berdua yang ada disana. Ada beberapa member juga namun saat itu mereka sedang tidak bersama kami.” Imbuhnya lagi. Bohong? Tentu saja. Hey, Yoona dan Donghae memikirkan perasaan fans mereka. Menunggu saat yang tepat untuk memberitahukan hal penting ini.

 

“Benarkaaah?” kini Jinwo yang bertanya dengan raut wajah menggoda.

“Ne, tentu saja. Itu tak seperti yang kalian pikirkan. Jangan seperti itu Jinwo-ssi, kau membuatku takut.” Jawab Donghae disertai candaannya. Jinwo hanya memasang wajah kesalnya, berbeda dengan penonton yang terkekeh akibatnya.

“Aaah geureom. Kalau begitu aku masih ada kesempatan untuk mendekati Yoona-ssi. Kau tak marah kan Donghae-ssi?” godanya lagi.

Seketika Donghae membulatkan matanya, namun ia berusaha bersikap biasa. Para member dan penonton pun terkikik geli dengan candaan Jinwo.

“Pikirkan jawabanmu baik-baik oppa. Jangan sampai menyesal.” Kini Jessica yang menggoda Donghae, menambah suara riuh di studio itu.

 

“Kalau itu terserah Yoona, Jinwo-ssi. Tak ada hubungannya denganku.” Ucapnya dengan sedikit tertawa.

“Jinjjayo? Jangan menangis jika kau sudah sampai di dorm nanti.” Celetuk Kyuhyun yang langsung mendapat jitakan di kepalanya.

“Ya! Appoyo. Lihatlah namja yang dianggap manis ini berbuat kasar padaku. Sudah jelas-jelas aku lebih manis darinya. Kau akan dibunuh Sparkyu hyung.”

“Biar saja. Elfishy akan melindungiku. Ya! Perkataanmu tak pernah terdengar manis, evil.” Katanya dengan menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.

“Apakah tingkah mereka di dorm seperti ini?”

“Lebih parah dari ini.” Jawab Ryeowook dan diikuti anggukan oleh yang lain.

 

“Baiklah-baiklah, hentikan perdebatan kalian. Aku ingin menanyakan kalian mengenai dunia acting. Salah satu dari kalian baru membintangi serial drama, bukan?”

“Ne, Donghae hyung.” Jawab Kibum.

“Yoona-ssi juga, bukan? Aku menonton dramamu. Actingmu sangat bagus.” Puji Min Hyo. Yoona hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih padanya.

“Apa actingku tak bagus? Kau tak menonton dramaku juga?” Donghae tak mau kalah. Lagi, di studio itu dipenuhi tawa.

“Aku juga menontonnya. Kau juga sangat bagus Donghae-ssi.”

Donghae tersenyum puas mendengarnya.

 

“Kalau begitu boleh kalian sedikit menunjukkan acting kalian?” pinta Jinwo.

“Nee, nee. Setuju. Idemu bagus.” Semua member mendukung usul Jinwo tadi.

“Kami?” tanya Yoona.

“Ne. Begini, kalian berperan sebagai sepasang kekasih. Adegannya Yoona-ssi memutuskan hubungan kalian dengan menangis. Apa kau bisa?” pinta Min Hyo.

“Chankaman. Kenapa harus aku yang menangis? Seharusnya Donghae oppa yang menangis.” tanya Yoona. Donghae meliriknya.

“kalau begitu, kalian berdua menangis.” tanya Kangin.

“Ne, itu lebih adil.” Jawab Yoona sambil tertawa melihat Donghae.

“Baiklah, kajja kita ke depan.”

 

Donghae dan Yoona pun berdiri ke depan. Menuruti permintaan mereka untuk beradu acting.

“Kita mulai. Hana, dul, set.”

 

Donghae dan Yoona pun kini berdiri berhadapan. Perasaan gugup tentu ada di dalam diri mereka.

Kini Yoona mulai menatap mata Donghae.

“Oppa, kita akhiri saja hubungan kita. Kita tak bisa lagi bersama.”

“Mwoya? Shirreo, aku tak mau.” Ia memalingkan wajahnya dari Yoona.

“Mengertilah oppa. Aku tak mungkin lagi bersamamu.” Kini Yoona mulai meneteskan air matanya. Donghae juga terlihat menahan air matanya agar tak keluar.

“waeyo? Apa kau… apa kau tak mencintaiku lagi?” Donghae menatap mata Yoona dalam. Satu tetes air meluncur dari mata teduhnya.

Yoona menggeleng pelan. “Aku masih mencintaimu, oppa. Aku sangat mencintaimu. Tapi keadaan tak memungkinkan kita untuk selalu bersama.” Air mata Yoona mulai turun semakin banyak.

Donghae mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Yoona.

“Aku tak akan melepasmu Yoong. Kau segalanya untukku. Semua tak lagi berarti apa-apa jika kau meninggalkanku.” Donghae mengatakannya dengan lembut namun penuh penekanan. Air mata juga turun lagi membasahi pipinya.

 

Di sisi lain, para member yang tengah melihat acting mereka malah bertingkah konyol bermaksud menggoda YoonHae. YulSicHyo menopangkan dagunya di kedua telapak tangannya seperti sedang melihat adegan film sungguhan. Sooyoung dan Heechul malah berbagi tissue mengelap-elap pipi mereka seakan-akan mereka ikut menangis. Sedangkan Eunhyuk berpura-pura menangis dan terisak, lalu Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Eunhyuk dengan memasang wajah prihatin. Lain lagi dengan Yesung dan Leeteuk, mereka pura-pura menangis dan saling berpelukan.

Sedangkan Shindong dan Sungmin? Mereka malah berdiri di samping YoonHae sambil memandang mereka tanpa berkedip, Sungmin dengan wajah aegyonya dan Shindong dengan memasang wajah lucunya.

“Oppa, eonni kalian menyebalkan.” Kini Yoona tak bisa menahan tawanya melihat tingkah mereka. Ia pun segera menyambar tissue yang ada di tangan Sooyoung dan Heechul, menghapus air matanya kemudian memberikan tissue lagi untuk Donghae.

 

Suara tepuk tangan pun terdengar menggema di studio itu.

“Acting kalian sangat bagus. Bagaimana bisa dengan waktu sesingkat itu bisa mengeluarkan air mata?” tanya Min Hyo kagum.

“Wooo, apa jangan-jangan yang tadi itu memang bukan acting? Atau kalian memang pernah mengalami itu?”

Wajah Yoona dan Donghae memerah, bukan karena habis menangis namun karena malu.

“Ani, aniyo.” Elak Donghae.

***

 Setelah acara itu usai, para member Super Generation pun segera pulang ke dorm mereka. Terlihat Yoona pulang satu mobil dengan Donghae. Namun tak hanya mereka berdua, namun Leeteuk dan Shindong juga satu mobil dengan mereka. Untuk jaga-jaga mungkin saja ada paparazzi.

 

Mobil Donghae pun sudah sampai di dorm SNSD. Ia membuka pintu disampingnya dan berjalan ke arah pintu satunya. Ia membukakan pintu itu, dan mengulurkan tangannya membantu Yoona keluar dari dalam mobil.

“Hae-ya, kau tak membukakan pintu untuk kita juga?” tanya Shindong dengan wajah polosnya.

“Shirreoyo.”

“Ya! Ikan pelit.” Leeteuk dan Shindong pun menyusul Donghae dan Yoona yang tengah masuk ke dorm SNSD.

“Mwo? Kalian serius sekali eonni. Ada apa?” heran Yoona yang melihat eonni-eonninya juga Seohyun-yang sudah lebih dulu sampai dorm- tengah membuka-buka sesuatu.

“Ini album foto pertunangan kalian Yoong.” Jawab Yuri tanpa mengalihkan pandangannya.

“Neomu yeppeo.” Ujar magnae, Seohyun.

“Jinjja? Siapa yang mengantar?” tanya Yoona.

“Sekretaris appamu.” Jawab Sooyoung singkat.

“Kau ingin melihatnya?” Jessica menyodorkan album foto itu pada YoonHae.

“Yeppeoda. Kau sangat cantik Yoong.” Yoona tersipu mendengar pujian Donghae.

“Ikan, kenapa kau tampan sekali saat itu?” giliran Shindong yang memuji Donghae.

***

 

“Aaah, lelahnya.” Keluh Sungmin setelah ia baru masuk dorm. Langsung saja ia menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Begitu juga dengan member lain yang baru datang.

Mereka baru saja menghadiri sebuah acara di China. 1 minggu berada di sana membuat mereka sangat lelah. Selama itu pula Donghae tak bertemu dengan Yoona. Sepertinya SNSD juga tengah sibuk sekarang. Jangankan bertemu Yoona, membuka ponsel ataupun iPadnya saja ia tak sempat.

 

Eunhyuk yang tiduran di sofa meraih remote dan menyalakan TV. Ia pun mengganti-ganti channel TV, hingga tangannya berhenti memencet tombol pada remote itu.

“MWOYA!!!” teriak Eunhyuk sangat keras. Hingga beberapa member yang sudah berada di kamarnya pun keluar. Mereka hendak mengeluarkan protes, namun urung akibat berita yang ada di TV itu.

“Foto-foto pertunangan Donghae SUJU dan Yoona SNSD menyebar di dunia maya. Nampaknya hubungan mereka sudah terbilang jauh. Namun sampai saat ini dari pihak Donghae ataupun Yoona masih belum memberi tanggapan atas beredarnya foto itu. Akibat beberapa foto itu sebagian ELF yang menentang hubungan mereka melakukan aksi bashing terhadap Yoona.”

 

Kemudian layar TV itu menampilkan beberapa foto-foto yang dimaksud. Dan benar saja, itu memang diambil saat pertunangan mereka. Semua member pun hanya bisa melongo dan tak percaya dengan ini. Tak terkecuali Donghae yang kini diam mematung menatap nanar TV itu.

 

“Hyung, ba.. bagaimana.. bagaimana bisa?” tanya Ryeowook pada hyungdeul-nya.

Semua mata pun terarah pada Donghae. Kyuhyun langsung menyambar iPadnya dan mengutak-atik benda itu.

“Hyung, lihat ini.” Ia menyodorkan iPadnya pada Donghae. Semua member pun ikut menjulurkan lehernya mendekat untuk bisa melihat itu.

“Omona! Ini tak bisa dibiarkan Hae.” Ujar Siwon. Benar yang dikatakan presenter berita tadi. Sebagian ELF membashing Yoona.

Tiba-tiba terdengar suara pintu dorm terbuka. Muncul sorang namja dengan terengah-engah.

“Donghae-ya. Kenapa bisa seperti ini?” ucap Kim Jin Soo, manager SUJU.

Donghae hanya menggeleng lemah, ia juga tak mengerti bagaimana ini bisa terjadi.

“Soo Man hyung memanggil kita untuk segera ke gedung SM.”

Mereka pun bergegas pergi menuju gedung SM tanpa memikirkan lagi lelah yang menghampiri mereka.

***

 

 

@Gedung SM

 

Ruangan itu terasa sangat sepi, padahal di sana telah berisi 15 namja. Member SUJU, manager SUJU dan Lee Soo Man. Tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Hingga sebuah ketukan pintu memecah keheningan yang ada. Tak lama pintu itu terbuka dan di sana telah berdiri member SNSD dan juga managernya.

 

Yoona duduk di sebelah Donghae, matanya terlihat sembab dan merah. Donghae pun menggenggam tangan Yoona bermaksud agar yeoja itu lebih tenang.

“Baiklah, kalian sudah berada di sini. Young Min hyung telah menyerahkan kasus ini padaku. Sebelumnya, aku ingin bertanya. Bagaimana bisa foto itu tersebar?” Soo Man memulai pembicaraan.

Baik Yoona maupun Donghae tak ada yang mengeluarkan suara. Air mata masih saja turun dari pelupuk mata Yoona. Yuri yang juga duduk di samping Yoona pun merangkul pundak yeoja itu.

“Aigoo~ geureom, kita cari jalan keluar dari masalah ini. Saat ini popularitas kalian tengah bersinar-sinarnya(?). Ini akan membuatnya turun. Menurutku, sebaiknya kalian mengatakan jika foto-foto itu tidak benar.” Ucapnya yang membuat semua yang ada di sana menatapnya.

 

“Tidak bisa seperti itu ahjussi, jika pakar telematika memeriksa foto itu, mereka akan berkata jika itu asli.” Sanggah Sunny.

 

“Tapi tak ada cara lain selain itu.” Ujar Soo Man lagi.

“Mereka harus bilang yang sebenarnya.” Ujar Leeteuk tegas.

“Ini akan memperburuk keadaan Teukie.”

“Apa kau tega melihat sebagian ELF membashing Yoona? Ia tak salah hyung.” Kini Heechul sedikit menaikkan nada bicaranya.

 

“Apa kau juga tak memikirkan karir kalian, eoh?” Soo Man juga menaikkan nada bicaranya.

“Ahjussi, apapun yang terjadi kita akan selalu bersama. Entah karir kita akan menurun atau tidak.” Kini leader SNSD angkat bicara.

“Shireo, aku tak akan melakukan cara itu.” Tolak Soo Man.

“Kau tidak bisa seperti itu, apa kau hanya memikirkan karir kita dan mengabaikan kebahagiaan mereka? Yoona dan Donghae oppa juga manusia ahjussi.”

Kini Yuri sampai berdiri karena emosi.

“Mereka sudah dewasa hyung, mereka tau apa yang terbaik untuk mereka. Hubungan ini juga pasti tak hanya main-main. Ini menyangkut masa depan mereka. Kami mohon, biarkan mereka mengakuinya.”

Eunhyuk mengutarakan pendapatnya untuk membela sahabatnya itu. Terdengar jelas nada permohonan dalam setiap perkataannya.

 

Soo Man menghela napas panjang.

“Geureom, jika itu memang yang terbaik, lakukanlah. Kalian sudah dewasa, sudah mengerti apa yang terbaik untuk masa depan kalian.”

Semuanya pun menatap Soo Man tak percaya. Raut senang, bahagia terpancar dari wajah mereka, tak terkecuali YoonHae yang sedari tadi hanya menunduk tak mengeluarkan sepatah katapun.

“Besok kita akan mengadakan konfrensi pers. Kosongkan jadwal mereka.” Perintah Soo Man pada manager SUJU dan SNSD.

“Gomawo ahjussi.”

“Gomawo hyung.”

***

 

 

Kini dalam ballroom itu tengah berkumpul banyak wartawan dari berbagai kota di korea, bahkan ada juga wartawan mancanegara. Mereka tengah menunggu kehadiran member Super Generation. Mungkin tepatnya menunggu Donghae dan Yoona.

 

Terlihat di ruangan belakang ballroom tersebut telah berkumpul para member Super Generation. Hati mereka kini tengah diliputi kecemasan. Yoona yang semalam tak tidur dan menangis karena memikirkan hal ini pun matanya terlihat sembab dan juga ada lingkaran hitam dibawah matanya.

“2 menit lagi acaranya akan dimulai.” Ujar manager SUJU.

Yoona semakin mengeratkan genggamannya di lengan Donghae. Ia benar-benar takut.

“Yoong, kokjong hajima. Kita akan melewatinya bersama.” Donghae pun memeluk Yoona.

“Kajja.” Ajak Kim Jin Soo.

Donghae pun keluar dengan menggenggam tangan Yoona, didampingi oleh manager dan leader dari SNSD dan SUJU. Saat itu juga berpuluh-puluh kamera membidik mereka tanpa henti.

 

“Kami mengadakan kofrensi pers ini bermaksud untuk mengklarifikasi foto-foto Yoona dan Donghae yang beredar di dunia maya. Dan konpres ini hanya berjalan selama 15 menit” Leeteuk membuka konpres itu.

 

“Jadi, apa benar itu foto kalian?” tanya salah satu wartawan. To the point.

“Ne, memang benar itu kami.” Jawab Donghae. Yoona hanya menunduk.

“Apa itu acara pertunangan kalian?” tanya wartawan lain.

“Ne, kita telah melangsungkan pertunangan di Mokpo.”

 

Seketika wartawan langsung heboh.

“Seberapa lama kalian menjalin hubungan ini. Mengapa kalian menyembunyikannya?”

“9 tahun. Yoona menjadi yeojachingu-ku sejak 9 tahun yang lalu. Kami memilih merahasiakannya karena memikirkan perasaan ELF dan juga SONE, terutama Elfishy dan Yoonaddict.”

 

“Lalu, sekarang apa yang ingin kalian sampaikan pada penggemar kalian? Terutama Yoona-ssi yang tengah di bash oleh sebagian ELF?”

 

Yoona menghela napasnya pelan. Ia pun mengangkat wajahnya yang semula menunduk.

“Untuk ELF dan SONE. Aku sungguh minta maaf pada kalian. Aku tak bermaksud mengecewakan kalian. Aku tau sebagian dari kalian kini membenciku. Aku berharap suatu saat kalian akan mengerti. Donghae oppa, aku sangat mencintainya.” Yoona menatap Donghae sejenak kemudian kembali menghadap ke depan. Air matanya mulai menetes. Taeyeon memberika tissue untuk Yoona. Donghae juga mengusap punggung yeoja itu.

 

“Aku benar-benar menyayanginya, tanpa ada jeda. Mencintainya tanpa ada batas ruang, jarak ataupun masa. Dialah sumber kebahagiaanku. Kami juga manusia biasa yang ingin meraih kebahagiaan kami. Aku hanya ingin bersama dengannya saat ini, besok dan hingga aku menemui ajalku nanti. Aku juga sangat menyayangi kalian, kuharap kalian mengerti. Jeongmal jwosonghamnida.”

 

Air matanya sudah membasahi wajah cantiknya itu. Yeoja yang tak pernah lepas dari sebuah senyuman itu kini nampak sangat rapuh, seakan tengah menopang beban yang begitu berat.

Taeyeon pun mengulurkan tangannya dan membantu membersihkan air mata Yoona. Kini Donghae yang mulai berbicara. Terlihat matanya juga tengah menahan air mata.

 

“Yeoreobun, terutama ELF dan SONE. Kami benar-benar meminta maaf. Tak ada maksud sama sekali untuk membuat kalian tersakiti. Kumohon, jangan membuatku memilih antara Yoona dan kalian. Aku sangat mencintai kalian, aku juga sangat mencintai Yoona. Bagiku kalian adalah oksigenku, yang setiap detik aku butuhkan. Sedangkan dia….” Donghae memandang Yoona lembut dan menggenggam tangannya yang berada di atas meja.

 

“Dia adalah jiwaku, yang tanpanya aku takkan berarti apa-apa. Aku benar-benar tak bisa memilih salah satu, karena dia dan juga kalian adalah hidupku. Aku benar-benar minta maaf. Jeongmal jwosonghamnida.”

Tepat saat Donghae mengakhiri kalimatnya, air mata jatuh dari pelupuk mata coklatnya.

“Baiklah, kurasa waktu kita sudah usai. Terima kasih untuk para teman wartawan yang telah hadir. Annyeong.” Taeyeon mengakhiri konpres itu.  Mereka pun berdiri dan membungkuk pada para wartawan dan segera menuju ruangan dibelakang ballroom.

 

“Yoong.. gwaenchana?” Yuri dan Sica segera menghampiri Yoona yang tengah dirangkul Donghae.

“Gwaenchana eonni. Sekarang aku bisa sedikit lega.” Ujar Yoona dengan menunjukkan senyumnya.

“Hae-ya. Yoona-ya. Aku terharu mendengar pesan kalian untuk ELF dan SONE.” Kini Hangeng merangkul Donghae.

“Semoga mereka bisa mengerti.” Semuanya mengangguk menanggapi perkataan Seohyun.

========================================================================

TBC……………….

 

huuuhuu😥 kesian sama bang ikan & mbak rusa

tpi sneng jg sih soalnya author bisa dipeluk samaa Yoong eonni *plak

jeongmal gomawoyo untuk admin yg udh mau ngepost ff gajeku, gamsahamnida eonni🙂

ohyaa, mngkn tinggl 1 part lagi bkalan ending ff ini.. tingglkan jejak ne readers🙂
nae kalkkae *bow

37 thoughts on “FF YoonHae – My Soul ( Part 6)

  1. Akhrnya mereka go public. .
    Walaupun tak mudah tp ak yakin yoonhae bs melaluinya jika mereka brsama. .

    Oh iy, msh rada bingung ama waktunya, kl boleh saran waktunya agk dprjelas. .

    Next part yah

  2. Huaaaa finally… Kasian yoona unnie😦
    Cerita.x bener bener kyk real, jadi bacanya juga seneng sambil bayangin kejadian beneran, hehe

    Author fighting!!!!😀

  3. Baca ini bener2 ngarep kalau ini kenyataan! (Tinggal tunggu waktu deh Aamiin)!
    Semoga YoonHae asli cepet2 go public! Kami pyros akan selalu mendukungmu, Yoong eoon Hwae oppa!
    So sweet thoorr~ Cepet dilanjut neee~

  4. pdhal awalnya udh ngkak bareng FishKey oppa kkk
    tp jd sedih…
    enaknya jd Yoon Ri…
    jd pngen bgtu,tp knpa pas bca aq nngis y?? kekuatan pyro itu seperti ad d belhan dunia sana… psti akn ad hsilny jika kita sllu prcya n brusha^^
    kerennn..part ini kren bnget nextt

  5. Wah yoonhae go public? Di mana? Di channel mana? Siaran apa? Nomor berapa? #lariambilremotTV

    moga ini kenyataan ya Allah. Amiiin #teriakpyros

    ditunggu nextnya.
    Fighting.

  6. gomawo yang udah nyebar foto pertunangan mereka….
    karena mereka, ankhirnya YH go public walaupun Yoong eonni kena bash

    ffnya semakin daebakk
    aku tunggu kelanjutannya ya thor🙂

  7. hae oppa aku elfishy slalu mndukung mu , apalagi tentang hubungan mu entah dengan siapa itu ntar , aku sbg fans hanya bisa mendukung saja xD
    apalagi hubungan mu dengan yoong eoni aku dukung selalu , semoga kalian ntar bisa ngungkapin ke publik tentang hubungan mu dengan yoong hehe
    aku pyros slalu pada kalian muah :*
    next author ..
    Karang yh kan uda ngomong tuh ama fans bhwa mereka uda tunangan , reaksi sone ama elf yak apa ya ?
    Penasaran nih ama selanjutnya..

  8. ffnya keren berasa nyata, kasian YoonHae slg cinta tp harus nutupin hbgn mereka selama 9thn😦

    Berdoa utk YoonHae smoga mrk ga cuma go public di ff tp di dunia nyata jg mrk bs ungkapin hbgn mrk ke public… Amin
    berharap sih stlh konpres itu, penggemar mrk bs ngerti dan ngedukung hbgn YH..
    Ditgg next partnya, kamsa thor🙂

  9. akhr’y yoonhAe go public…!? pzt yg nYbran foto p’tunnGn yoonhae wrtwAn yg dngr p’ckapan sulli d tLp nTu ya….!? smga mRka bNar2 real n go public…!? amiiin…!? dtnggu part sLnjut’y…

  10. Ayooo lnjutkn ff ny,,
    ksian yoonhae trutma yoona yg dibash sma sbgian ELF,,

    smoga mrka baik2 ajja..
    ditunggu klnjutan ny,,

  11. horeee akhirnya yoonhae go public semoga ini jadi kenyataan ya allah,semoga elf sama sone bisa ngerti keadaan mereka dan berhenti bashing yoona,next part cepet di shere ya thor

  12. Annyeong thor mian bku coment di sni biar sklian hehe,,
    aku ikut”an ketawa di bagian YoonHae akting, trus snyum” di bagian pertunangan YH, dan yg terakhir aku nysek kasian mreka, di tunggu part selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s