FF YoonHae – Destiny (part 3)

Nama: Alberta DM

Twitter: @BertaDomings

Title : Destiny (part 3)

Genre: Friendship, Romantic.

Main Casts: Im Yoona, Lee Donghae

Supporting casts: Choi Siwon, Choi Sooyoung, Jung Jessica, Yoona&Donghae’s parents

Length: Series

 

================================================================================

 

“ne, Lee Donghae……. Oppa waeeee??”

“ani. Mianhae. Mianhae…..” dan Siwon pun melanjutkan aktifitas mengemudinya. Setelah itu, entah mengapa tidak ada yang memulai percakapan. Mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing..

“oppa annyeong! See you” kata Yoona setelah mereka sampai di Universitas Dongguk.

“See you, Yoonaya” kata Siwon dengan senyum yang dipaksakan.

“huh aku benar-benar bingung dengan sikapmu tadi” kata Yoona pelan setelah menutup pintu mobil mewah milik Siwon… iapun langsung masuk kedalam kampusnya….

 

 

Setelah menyelesaikan kelas terakhirnya hari ini, Yoona memutuskan untuk langsung pulang. Ia sangat lelah hari ini. Sayang sekali Siwon tidak bisa menjemputnya hari ini. Setelah pulang dari kampusnya, Siwon harus segera menghadiri acara rapat perusahaan. Saat Yoona sedang berjalan keluar gerbang kampusnya, ia menemukan sosok lelaki yang selama ini dirindukannya…… Yoona menatap lelaki itu. Merasa ada yang memperhatikan, lelaki itu menoleh. Lelaki itu agak terkejut saat melihat ternyata yang memperhatikannya barusan adalah Yoona. Lelaki itu berusaha menutupi keterkejutannya dengan berjalan menuju salah satu mobil mewah di tempat parkir Universitas itu, membuka pintu mobilnya dan memasukkan tubuhnya kedalam mobil itu. Yoona benar-benar bingung dengan sikap lelaki itu. Mengapa ia seperti berusaha menghindari Yoona? apakah ia masih marah padanya?

Mobil mewah yang dikendarai lelaki itu melaju ke luar gerbang kampusnya, saat melewati Yoona, tiba-tiba mobil itu berhenti. Terlihat kaca jendelanya mulai diturunkan.

“Yoona, ayo masuk” kata lelaki itu dari dalam mobil sambil berusaha mengeluarkan kepalanya lewat jendela mobil tersebut. Entah mengapa Yoona menuruti saja ucapannya. Iapun masuk ke dalam mobil lelaki itu. Setelah masuk kedalam dan menutup pintunya, Lelaki itu kembali menjalankan mobilnya. Yoona yang masih bingung hanya menatap lelaki itu. Ia benar-benar tidak bisa membuka mulutnya untuk memulai pembicaraan.

“Yoona, apakah aku masih terlihat tampan?”

“Lee Donghae……..”

“aku bertanya apakah aku masih terlihat tampan?”

“Lee Donghae babo………”

“yaakk. Kau yang bodoh”

“kau…. mengapa kau bersikap seperti itu padaku kemarin? Kau benar-benar bodoh. Mana ada manusia yang pura-pura tidak mengenal sahabatnya? Bukannya menanyakan kabarku, kau malah bersikap sinis padaku”………………………………..

 

Yoona benar-benar tidak habis fikir. Tadi setelah ia masuk kedalam mobil milik Donghae, tiba-tiba saja sikap Donghae berubah. Ia benar-benar seperti Donghaenya yang dulu. Yang sangat percaya diri, dan sangat jahil. Sangat berbeda jauh dengan pertemuan mereka kemarin. Gadis bermarga Im ini sempat berfikir apakah Donghae mempunyai dua roh didalam tubuhnya.

“Yoona, jangan melamun..”

“ani”

“kau melamun, babo”

“aku tidak bodoh”

“hh. Ayo turun!”

“omo! Tempat ini!”

“aiish jinjja. Setelah sekian detik kita berada disini, kau baru menyadarinya? Kau benar-benar melamun tadi. Ayo turun! Aku benar-benar rindu dengan tempat ini” ujar Donghae seraya membuka pintu mobilnya. Ia berjalan keluar. Sedangkan Yoona yang masih agak sedikit terkejut dan bingung hanya diam saja. Tiba-tiba ia tersadar saat Donghae mengetuk kaca jendela pintu mobil disamping Yoona. Yoonapun membuka pintu mobil itu.

“Haha. Yoona, ayo kita kesana! Aku ingin membangun istana pasir!”

“babo! Aku tidak mau. Itu sangat kekanakkan”

“bukankah dulu kau sangat senang membuat istana pasir?”

“itu dulu, babo. Sekarang aku sudah dewasa”

“aku juga sudah dewasa, babo. Tapi itu menyenangkan. Ayolah, tidak ada yang akan melihat kita disini”

“terserah kau saja. Aku benar-benar bosan dengan permainan itu”

Pantai pasir putih adalah tempat yang sekarang dikunjungi oleh dua pasang sahabat ini. Dulu saat keluarga Yoona masih berada di Korea, mereka sering menghabiskan akhir pekan di pantai ini. Terkadang mereka juga mengajak keluarga Donghae untuk berlibur bersama disini. Kedua keluarga itu memang benar-benar dekat. Saat kedua keluarga itu berlibur bersama, biasanya Yoona, Donghae, dan kakak-kakak mereka bermain air, membuat istana pasir. Sedangkan orang tua mereka hanya bersantai di pinggir pantai….

Yoona hanya tersenyum sekilas mengingat masa kecil mereka. Iapun berjalan ke pinggir pantai. Menghirup wangi pantai yang sangat dirindukannya. Donghae menyusulnya sambil tersenyum. Kemudian Donghae merebahkan dirinya diatas pasir putih pantai tersebut. Yoona melihatnya dan akhirnya duduk di sebelah Donghae.

“Lee Donghae..”

“hm?”

“apakah kepergianku delapan tahun yang lalu telah merubah semuanya?”

“mungkin”

“bagaimana kabarmu setelah kepergianku?”

“tidak buruk…”

“hhh kau tidak bisa menyembunyikan itu dariku, Donghae-ah. kabarmu memburuk. Itu pasti”

“ya ya kau memang benar, Im Yoona. lalu untuk apa kau bertanya jika kau sudah mengetahui jawabannya? Babo”

“Lee Donghae, apakah kau masih marah padaku? Sehingga sikapmu kemarin….. mmmm”

“tentu saja aku marah. Bagaimana tidak? Itu sangat sulit, Yoona. bagaimanapun dulu kau yang selalu berada disisiku. aku sudah terlalu terbiasa menceritakan kebahagiaanku,dan bahkan kesedihanku kepadamu. Dengan orang lain rasanya sulit. Aku tidak bisa.. hhh”

Yoona tercengang. Ia tahu bahwa Donghae adalah orang yang mudah bergaul. Dulu ia sangat dikenal karena keramahannya. Tapi ternyata meskipun ia mudah bergaul, ia adalah orang yang tidak mudah mempercayai orang. Yoona sangat menyesal. Mengapa ia baru menyadarinya sekarang? Setidaknya jika ia menyadari dari awal, mungkin ia tidak akan memutuskan kontaknya dengan Donghae begitu saja. Donghae benar-benar membutuhkannya, membutuhkan teman curhatnya, tempat berbagi cerita setiap harinya……..

Mereka berdua diam.. sibuk dengan pikirannya masing-masing. Yang terdengar hanya suara deburan ombak dan suara daun kelapa yang bersentuhan karena tertiup angin… hingga beberapa menit kemudian Yoona tersadar. Nanti malam ia mempunyai janji dengan Siwon. Setidaknya sekarang sudah sore. Ia harus bersiap-siap.

“Donghae-ah, sekarang sudah sore”

“lalu?”

“aku ingin pulang”

“aku ingin melihat sunset”

“Donghae-ah, antarkan aku pulang, setelah itu kau kesini lagi melihat sunset. Arra?”

“tidak mau. Kau pulang sendiri saja”

“babo! Di sekitar sini tidak ada kendaraan!”

“aiiissh jinjja merepotkan saja”

 

Yoona keluar dari mobilnya, kemudian berjalan memasuki restoran mewah itu. Ia tampak anggun malam ini. Ia memakai dress berwarna biru muda tanpa lengan dengan panjang kurang dari lutunya. Meskipun dress itu sangat sederhana, tetapi entah mengapa jika Yoona yang memakainya, dress itu tampak luar biasa. Ditambah suasana di restoran itu yang sangat romantis. Lilin-lilin ada dimana-mana. Sebenarnya ini adalah perayaan 2nd anniversary Yoona dan Siwon sekaligus perayaan kembalinya Yoona ke Korea. Setelah beberapa langkah memasuki restoran itu, akhirnya Yoona melihat ada sosok Lelaki yang selama ini menjadi Pacarnya. Terlihat Siwon sedang berdiri dan akhirnya berjalan menghampiri Yoona. ia tersenyum dan meraih tangan Yoona. membawa Yoona ke meja bundar yang agak besar nan mewah yang berada di dekat mereka. Menarik salah satu kursi disitu dan mempersilahkan Yoona duduk disana. Setelah itu Siwon duduk di kursi yang satu lagi. Sehingga sekarang ia berhadapan dengan Yoona. restoran ini nampak sepi. Yoona tahu bahwa Siwon sudah menyewa tempat mahal ini. Tampak beberapa pelayan datang. mereka membawa botol anggur, dan beberapa makanan. Siwon menuangkan anggur di gelas Yoona dan gelasnya.

“cheers!”

“cheers!!”

Senyum tidak pernah hilang dari keduanya sejak tadi. Kini mereka tengah menikmati makanan mereka.

“Yoonaya” siwon membuka suara setelah Yoona menghabiskan makanannya.

“ye, oppa?”

“kau benar-benar mempesona malam ini”

“haha jinjja?”

“kau tidak melihat pelayan-pelayan yang tadi mengantarkan makanan kesini?”

“waee?”

“mereka melihatmu dengan tatapan yang tidak bisa diungkapkan. Sepertinya mereka benar benar terpesona denganmu”

“haha oppa bisa saja”

“lain kali, hanya aku yang boleh melihatmu seperti ini. Aku tidak ingin orang lain merebutmu dariku”

“eum I will”

Siwon berdiri dan berjalan ke tempat dimana Yoona duduk.

“Yoonaya…”

“ne?”

“Yoonayaa……” dan tiba-tiba saja siwon mensejajarkan tingginya dengan Yoona.

“Oppa wae?”

Siwon tidak menjawab. Ia meraih tengkuk Yoona. dan mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona…….. Seakan menyadari sesuatu, Yoona menjauhkan wajahnya sambil sedikit mendorong Siwon.

“ah Yoonaya”

“m-mianhae, oppa”

“anni, aku yang terbawa suasana”

“se-seharusnya itu tidak apa-apa”

“aku tahu kau belum siap”

Siwon hanya diam setelah itu. ia tahu bagaimana Yoona. lima tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengenal seseorang. Ya, kurang lebih lima tahun Siwon mengenal Yoona sejak Sekolah Menengah Atas. Dan sudah lima tahun pula Siwon mencintai Yoona. tetapi ia tidak yakin mendapat balasan cintanya…. Dua tahun terakhir mereka berpacaran, Siwon semakin mengenal Yoona. bahkan siwon sedikit bisa mengartikan bagaimana perasaan Yoona hanya dari matanya saja. Selama ini, sebenarnya ia masih belum yakin dengan perasaan Yoona padanya. Saat Yoona menatap matanya, yang ia lihat dari sinar mata Yoona bukanlah perasaan cinta. Entah apa itu. tetapi Siwon yakin satu hal. Alasan mengapa Yoona menerimanya sebagai pacar adalah karena hanya sebatas rasa kasihan…………………

 

 ===================================================================================

TBC~

5 thoughts on “FF YoonHae – Destiny (part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s