FF YoonHae – Destiny (part 4)

Nama: Alberta DM
Twitter: @BertaDomings
Title : Destiny (part 4)
Genre: Friendship, Romantic.
Main Casts: Im Yoona, Lee Donghae
Supporting casts: Choi Siwon, Choi Sooyoung, Jung Jessica, Yoona&Donghae’s parents
Length: Series

——————————-


Sejak pertemuan Yoona dan Siwon di restoran seminggu yang lalu, Yoona dan Siwon memang tidak pernah bertemu lagi. Mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Beruntung, Yoona hanya mempunyai kelas sampai jam 10 pagi hari ini. Dan kebetulan ia tidak mempunyai kegiatan lain setelah pulang dari kampusnya..
“Yoona-ssi!”
“ne, Sooyoung? Wae?”
“ayo pulang. kita berjalan keluar bersama, ne?”
“ahh ne. sebentar, aku belum selesai mencatat”
“ppaliwa!”
“ahhh FINIIIISHED!!!” lalu Yoona membereskan buku-bukunya. Dan berjalan keluar kelas bersama Sooyoung. Saat berbelok, tiba-tiba saja ada seorang gadis yang sepertinya sedang terburu-buru dari arah berlawanan. Sepertinya gadis itu terkejut, berusaha menghentikan kegiatannya berjalan, tetapi itu terlalu mendadak. Tetap saja tabrakan tidak bisa dihindari. Buku-buku yang berada ditangan Yoona langsung jatuh karena tabrakan itu. beruntung Yoona, Sooyoung dan gadis itu tidak terjatuh.
“ah mianhae. Jeongmal mianhae. Aku sedang terburu-buru. Aduh buku-bukumu banyak sekali. Mianhae. Apakah ada yang sakit?”
“ah gwaencanha. Aku saja yang membereskannya. Ani tidak ada yang sakit” Yoona tersenyum lalu membereskan bukunya, dibantu dengan Sooyoung. Gadis itu membantu mereka sedikit.
“neo.. apakah kau gadis yang minggu lalu pergi dengan Donghae?”
“pergi kema……. ah ne. lalu ada apa? Kau melihat kami?”
“aku tidak sengaja melihatnya. Mmm ini bukumu. Ah, siapa namamu?”
“oh. Ne gomawo. Aku Im Yoona, dan ini temanku Sooyoung”
“aku Jessica. Omo! Lain kali bisakah kami berbicara? Aku sangat terburu-buru kali ini. Sampai bertemu lagi! Annyeong!” Jessica-gadis itu- pun berlalu.
“Yoona-ssi, kau ingat hari pertama kau masuk Universitas ini? Saat jam istirahat, dan kami berjalan-jalan mengelilingi kampus ini. Lalu di saat di lobby..” Sooyoung angkat bicara setelah sekian lama mereka melanjutkan berjalan sembari terdiam.
“Saat kami bertemu Donghae? Ah, lebih tepatnya saat kami tidak sengaja menghalangi Donghae? Ada apa memangnya?”
“saat itu ada gadis yang memanggil Donghae. Kau ingat gadis itu?”
“ahh itu Jessica! Iya aku ingat! Pantas saja seperti aku pernah melihat Jessica sebelumnya”.
“Ne, itu Jessica. Mmm Yoona-ssi, sebelum pulang bisakah kau menemaniku makan di kantin sebentar? Aku benar-benar lapar”
“Omo! Tadi pagi sebelum kelas dimulai kau sudah makan, Sooyoung-ssi”
“tapi perutku menginginkan makanan lagii. Jebal temani aku ke kantin”
“Aigoo jinjjayo. Baiklah. Kajjaaa!!”

Setelah menghabiskan makanannya, Soyooung dan Yoona berjalan keluar Kampus. hari ini Sooyoung tidak membawa mobilnya, sehingga ia harus naik bus. Sebenarnya Yoona sudah mengajak Sooyoung untuk pulang bersamanya karena Yoona membawa mobil hari ini. Tetapi Sooyoung tidak mau merepotkan teman barunya, apalagi arah rumahnya berlawanan dengan rumah Yoona. setelah berpisah dengan Sooyoung di gerbang kampus mereka, Yoona berjalan menuju tepat parkir mobilnya. Ia menemukan mobilnya disana, sebelum sempat membuka pintu mobil mewahnya, terdengar suara yang sangat merdu memanggilnya. Yoona mencari arah suara itu.
“ah rupanya kau. annyeong Jessica-ssi”
“kebetulan sekali bertemu lagi denganmu disini. Apakah kau mempunyai acara setelah pulang dari sini?”
“ani. Wae?”
“mmm, aku ingin mengajakmu mengobrol sebentar, Yoona-ssi”
“haha okay. Kapan?”
“sekarang saja. Kau sudah mau pulang, kan? Kebetulan aku juga mau pulang. Kita ke kedai kopi di sebelah kampus ini saja. Kau berangkat duluan. Nanti aku menyusul”
“ye. Jangan terlalu lama, ne?”
“ani”

Tak beberapa lama, Jessica sampai di kedai kopi tersebut……….
“Jessica-ssi!”
“ne” jawab Jessica lalu menuju meja Yoona dan duduk di salah satu kursi disana.
“sebenarnya apa yang mau kau bicarakan?”
“sebentar, aku haus. Aku memesan minuman dulu. Kau mau minum apa, Yoona-ssi?”
“ne. Coffee latte saja”
“okey” dan beberapa menit kemudian Jessica datang membawa dua gelas minuman.
“ini minummu, Yoona-ssi”
“gomawo”
“no problem”
“jadi apa yang mau kau bicarakan?”
“bagaimana kau bisa mengenal Lee Donghae, Yoona-ssi? setahuku kau adalah mahasiswa baru disini. Ah, aku dengar kau baru saja pindah dari Jepang beberapa minggu yang lalu, apakah itu benar?”
“ya, aku mahasiswa baru disini. Donghae memang adalah temanku dulu. Saat aku masih berada di Korea delapan tahun yang lalu.”
“pantas saja. Jujur aku bingung saat mobil Donghae berhenti tepat didepanmu dan kau masuk kedalam mobilnya seminggu yang lalu. Apakah ia mengantarmu pulang?”
“ne, tetapi sebelumnya ia mengajakku ke pantai. Tempat dimana kita sering menghabiskan waktu akhir pekan dulu, sebelum kepindahanku ke Jepang. Haha. Lalu, apakah kau teman dekat Donghae?”
“ah begitu. Ya aku teman dekatnya”
“tetapi sepertinya lebih dari itu. haha”
“a-apa yang kau maksud?”
“hahaha. Apakah kau yeojachingu Donghae? Lihatlah, sinar matamu benar-benar tidak bisa membohongiku. Saat kau berbicara tentangnya, matamu berbinar-binar. Kkkk”
“apakah itu benar-benar terlihat? Ah jeongmal ani itu tidak benar. Aku hanya teman dekatnya.”
“baiklah anggap saja aku percaya padamu. Ah tunggu, aku akan membayar minumanku”
“ani itu tidak perlu, Yoona-ssi”
“aku merasa tidak enak. Changkamman” lalu Yoona membuka tasnya dan mencari Dompetnya. Saat ia mengeluarkan Dompetnya dan membuka itu untuk mengambil uang, tiba-tiba saja beberapa foto terjatuh tepat didekat kaki Jessica. Jessica mengambil beberapa helai foto itu dan melihatnya.
“ah foto-foto itu terjatuh. Haha. Terimakasih telah memungutnya. Dan ini uangmu, Jessica-ssi”
“ini kau dan Hae?” kata Jessica saat melihat salah satu foto dan menunjukkannya kepada Yoona.
“ya, itu Sembilan tahun yang lalu. Saat keluargaku dan keluarganya sedang berakhir pekan ke Lotte World”
“Donghae tidak banyak berubah. Kau juga. Haha ia begitu lucu saat sedang memakan kembang gula” Jessica tampak bersemangat melihat foto-foto itu. ia melihat lembar demi lembar. Saat melihat foto yang terakhir, tiba-tiba saja matanya membulat. Lalu ia sedikit memekik.
“ini.. ini Choi Siwon??”
“ne. kau mengenalnya?”
“tentu saja! Lalu bagaimana bisa kau mengenal Choi Siwon?”
“kami berteman saat Sekolah Menengah Akhir di Jepang. Dia adalah Namjachinguku sekarang”
“OMO JINJJAAAA??????”
“sssttt! Banyak orang melihat kearah kami sekarang. Kecilkan sedikit volumemu, Jessica-ssi!”
“ahh  ini benar-benar Namjachingumu???? Choi Siwon???????”
“ya tentu saja. Mengapa kau terkejut? Ah, lalu bagaimana kau bisa mengenal namjachinguku?”
“kami berteman saat Sekolah Menengah Pertama. Ahh dunia benar-benar sempit, Yoona-ssi.. kau sahabat Lee Donghae, dan kau yeojachingu Choi Siwon……” setelah mengucapkan kalimat itu, tiba-tiba saja Jessica terlihat aneh. Air mukanya menunjukkan bahwa ia sedikit terkejut dan sedih.
“haha, ah, Jessica-ssi, bagaimana kabar Donghae sekarang?”
“ia baik-baik saja”
“haha. Tetapi sifatnya sangat jauh berbeda dengan Donghae delapan tahun yang lalu. Entah mengapa ada aura dingin yang keluar darinya”
“dia memang orang yang dingin, Yoona-ssi”
“jinjja? Ternyata dia telah banyak berubah…”
“ya, berubah karena suatu hal”
“suatu hal? Apa itu?”
“ani. Lalu, apakah kau samasekali tidak menghubungi Donghae selama kau berada di Jepang?”
“eungg tidak. Aku takut. Setelah mengetahui bahwa aku akan pindah ke Jepang, dia marah, tidak mau berbicara denganku samasekali. Bahkan sampai kepergianku dia masih marah”
“oh I see. Pantas saja kau tidak mengetahui apapun tentangnya sekarang…”

Setelah pertemuan Yoona dengan Jessica kemarin siang, Yoona merasa ada satu hal yang ingin Jessica sembunyikan darinya. Tentang bagaimana kehidupan Donghae sekarang…………
“Yoona-ssi! Itu Donghae!” pekik Sooyoung sembari menunjuk seseorang. Ya, sekarang Yoona sedang berada di kampusnya bersama Sooyoung. Mereka telah menyelesaikan kelas terakhir hari ini dan sedang berjalan keluar kampus bersama. Mendengar nama Donghae disebut, Yoona langsung menoleh kearah yang dituju Sooyoung.
“ya itu benar~ omo dia benar-benar terlihat dingin, Sooyoung-ssi! Ani, dia bukan Lee Donghae”
“kau benar-benar bodoh, Yoona-ssi. Kkk”
Mereka terus berjalan, jarak antara mereka dan Donghae semakin dekat. tiba-tiba saja Donghae melihat kearah Yoona dan Sooyoung.
“a-annyeong” ujar Yoona. Donghae hanya menjawabnya dengan sedikit mengangguk dan masih bertahan dengan wajah ‘dingin’nya. Entah mengapa jika di kampus, sifat Donghae sangat berbeda dengan sifatnya saat bersama Yoona di pantai minggu lalu. Jika di kampus, ia akan memasang tampang ‘dingin’nya.
Sooyoung sudah pulang sejak tadi. Sedangkan Yoona? Hari ini Siwon berjanji akan menjemputnya. Tetapi mungkin agak terlambat karena Siwon masih sedikit sibuk siang ini. Jadilah Yoona melakukan hal yang paling dibencinya-menunggu-. Sembari menunggu Siwon, ia duduk sendiri di taman yang berada di depan kampusnya sambil mengutak-atik g-tabnya. Merasa bosan, Yoona mengalihkan pandangannya dari g-tab ke jalan di dekat kampus itu. ia melihat sosok yang tadi ditemuinya. Merasa diperhatikan, sosok itu menoleh kearah Yoona. masih dengan tampang ‘dingin’nya, ia lalu berjalan ke tempat dimana Yoona sedang duduk. Donghae-sosok itu- menatap Yoona sebentar, lalu duduk disamping Yoona……..

Beberapa menit terdiam, salah satu dari mereka memulai pembicaraan. Sepertinya kali ini mereka sudah mulai akrab kembali. Disela-sela pembicaraan, mereka terkadang tertawa. Dan sepertinya jika suasana sedang sepi seperti ini, dan hanya ada dia-Donghae- dan Yoona, sikapnya menghangat, tidak dingin seperti biasanya. Karena mereka terlalu asyik mengobrol, mereka tidak tahu bahwa sedari tadi ada sepasang mata cantik yang memandang mereka berdua dengan tatapan iri, cemburu…… dan saat sedang membicarakan hal yang menarik, tiba-tiba saja ponsel Yoona berdering. Menandakan ada pesan masuk. Disitu tertulis bahwa Siwon sudah berada di depan Dongguk University.
“Donghae, namjachinguku sudah sampai disini. Aku harus segera pulang. Mianhae. See you soon!”
“ah gwaencanha. Perlu aku antar ke depan gerbang?”
“boleh saja jika kau mau. Haha”
Lalu Donghae dan Yoonapun berjalan keluar gerbang kampus mereka. Yoona melihat mobil mewah Siwon disana. Iapun sedikit berlari. Siwon tampak keluar dari mobilnya, menyapa Yoona, memeluknya dan kemudian mengacak-acak rambutnya. Donghae yang sedari tadi melihatnya hanya bisa terdiam. Menunjukkan bahwa ia sangat terkejut, gelisah…..
“ah, Siwon oppa, aku lupa. Aku kesini bersama teman masa kecilku Lee Donghae. Kau harus mengenalnya, oppa. Yak Donghae! Kau mau berdiri disana saja? Ayo kemari. aku kenalkan kau dengan Namjachinguku!” Siwon terkejut mendengar nama Donghae disebut. Ia lalu melihat kearah lawan bicara Yoona barusan. Mata bulat Siwon menangkap sosok tersebut……………. Lalu seketika mata Donghae balas menatapnya, memancarkan aura kebencian disana…..

——————————-

TBC~

6 thoughts on “FF YoonHae – Destiny (part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s