FF Yoonhae – Destiny (part 5)

Nama: Alberta DM
Twitter: @BertaDomings
Title : Destiny (part 5)
Genre: Friendship, Romantic.
Main Casts: Im Yoona, Lee Donghae
Supporting casts: Choi Siwon, Choi Sooyoung, Kwon Yuri, Jung Jessica, Yoona&Donghae’s parents
Length: Series

==============================

Donghae benar-benar tidak menyangka. Ternyata Yoona adalah pacar Siwon…. Siwon yang sudah mengubah sifatnya, mengubah caranya berfikir tentang pertemanan……. Yoona sedikit bingung melihat sikap aneh Donghae dan Siwon. Tetapi ia tidak mau ambil pusing.
“yah, mau sampai kapan kalian berdua terdiam seperti itu? ayo berkenalan” Yoona lalu menarik tangan Siwon menuju tempat Donghae berdiri.
“Yoonaya, aku mempunyai urusan setelah ini. Sebaiknya kita segera pulang” Siwon melepas tangan Yoona yang melingkar di lengan kekarnya lalu berjalan ke mobilnya dan duduk di balik kemudi.
“omo! Ah Donghae, mianhada. Aku harus segera pulang. See you!” Yoonapun masuk kedalam mobil Siwon. Donghae hanya terdiam ditempatnya. Banyak hal yang ada di otaknya sekarang. Setelah mobil Siwon melaju meninggalkannya, Donghae tersenyum miris kemudian berjalan ke tempat parkir mobilnya dengan langkah-langkahnya yang terlihat sangat lesu. Ia tidak menyadari ada gadis yang berjalan ke arahnya……
“Hae-ah!…………”

Dalam perjalanan menuju rumah Yoona, Siwon bersikap sangat dingin. Melihat raut wajah Siwon, Yoona tidak berani memulai pembicaraan. Ia tahu, namja itu jika sedang bad mood pasti tidak mau diganggu. Yoona adalah gadis yang pintar. Dari gelagat Siwon jika mendengar nama Lee Donghae saja, ia tahu bahwa ada sesuatu diantara mereka. Terlebih lagi, saat Donghae menatap Siwon tadi, ada aura ‘mematikan’ disana. Yoona mulai berpendapat, mungkin saja Donghae dan Siwon memang saling mengenal dan mereka bermusuhan? Ya itu mungkin. Entahlah, meskipun Yoona penasaran, tetapi ia tidak berani menanyakan langsung kepada Siwon. Ia harus menanyakannya pada orang yang tepat. Bukan Siwon dan bukan Donghae. Ah! mungkin saja Jessica tahu sesuatu diantara Siwon dan Donghae. bukankah Jessica adalah teman Siwon dulu? Dan Jessica juga merupakan teman terdekat Donghae……

Sementara itu….
“Hae-ah, tadi itu benar Choi Siwon?”
“lupakan saja”
“Hae-ah……”
“kenapa dia yang harus menjadi pacar Yoona? heh. Dunia benar-benar tidak adil”
“jangan berkata seperti itu, Hae-ah…….”
“Sica, anggap saja dia tidak muncul tadi. Aku mual mendengar namanya, membahas tentangnya, apalagi harus melihat wajahnya”
“Hae-ah, kau harus memaafkannya……. Itu yang terbaik menurutku”
“kau kemanakan otakmu? Bodoh!!!”
“HAE!!!!!!!!! BAGAIMANAPUN ITU ADALAH KESALAHAN SEORANG ANAK KECIL!!”
Donghae tersenyum miris mendengar apa yang dikatakan Jessica barusan. Kesalahan seorang anak kecil. Yah, kesalahan seorang anak kecil.. tetapi, bagaimanapun kebenciannya terhadap Siwon sudah benar-benar mendarah-daging. Ia tidak bisa memaafkannya begitu saja. Terlebih lagi, dendam itu sudah ia tanam didalam hati dan otaknya sejak lima tahun yang lalu..

Hari ini Yoona tengah menunggu seseorang di Incheon Airport. Kemarin, setelah Yoona sampai dirumahnya, seorang gadis meneleponnya dan mengabari Yoona bahwa ia akan pulang Korea untuk memperlancar karirnya. Langsung saja Yoona menawarkan akan menjemputnya di bandara karena sangat merindukannya. Barusan pusat informasi mengatakan bahwa pesawat dari Jepang akan segera mendarat. Yoona tersenyum tipis lalu berjalan menuju kearah pintu masuk yang biasa dipakai penumpang pesawat yang baru turun masuk kedalam airport. Tak beberapa lama, Yoona melihat ada beberapa orang keluar dari pintu tersebut. Mata Yoona lalu mencari sosok yang sangat dirindukannya. Lalu mata indah milik Yoona itu melihat seorang gadis berambut lurus hitam sepunggung, memakai kemeja lengan pendek berwarna putih polos dengan celana jeans. Berpakaian sederhana seperti itu tidak dapat menyembunyikan kesan seksi dan mewah, memang. Postur S-line milik tubuh gadis itu tetap terlihat. Dan terlihat dari caranya berjalan dan barang-barang yang dipakainya seperti tas dan ponsel, menunjukkan bahwa ia bukan orang biasa, melainkan orang yang memiliki uang segudang penuh.
“Yuri-ah!!!! KWON YURIIIIIII” Yoonapun lalu memanggil nama milik gadis barusan. Terlihat Yuri menoleh ke sumber suara.
“AIGOOOO IM YOONAAAAAAA” Yuri langsung berlari menuju tempat Yoona berdiri lalu memeluk tubuh ramping milik Yoona.
“jeongmal jeongmal bogoshipda, Yoona-ah!”
“nado bogosipda, Yuri-ah! long time no see kkk” Yuri melepas pelukannya lalu menatap Yoona tajam.
“yak Im Yoona, bagaimana bisa kau tidak menghubungiku selama ini? Sejak kau ke kembali ke Negara ini, kau tidak pernah menghubungiku lagi!”
“omoo mianhaee. Aku benar-benar sibuk disini. Tugas kuliahku sangat padat”
“tugas kuliahku juga padat, babo! Tapi hanya menelepon saja. Itu tidak akan memakan waktu lama. Kau bahkan tidak mengirimiku e-mail ataupun pesan. Kau itu sibuk kuliah atau sibuk berkencan dengan Siwon, eoh??”
“kau juga tidak mengirimiku pesan, babo! Yaakk aku bahkan tidak mempunyai waktu berduaan dengan Siwon. Kita sibuk dengan kegiatan masing-masing!”
“hahaha baiklah jangan bahas itu lagi. Yang terpenting sekarang aku sudah pindah kemari. Apalagi aku memilih universitas yang sama denganmu, Yoona-ah! kita bisa sering bertemu”
“kau akan kuliah di Dongguk??? Yaaa itu bagus sekaliiiiii”
“Geuraee. Ah, lalu apakah kita akan terus berdiri disini? Kita harus kembali ke rumah, Yoona-ah. kkk”
“ahh bahkan kita melupakannya. Eung, lalu kau akan tinggal dimana?”
“Keluargaku punya apertemen di Seoul. Kau tidak mempunyai acara hari ini, kan?”
“aniyoo”
“itu bagus. Aku bisa menghabiskan hari pertamaku disini denganmu! Setelah aku beristirahat sebentar, kau harus mengajakku mengelilingi kota Seoul. Sudah sepuluh tahun aku tidak disini. Pasti Seoul sudah banyak berubah”
“hahaha. Tetapi kau lupa, aku juga baru beberapa minggu disini, Yuri-ah. aku masih agak bingung dengan kondisi disini”
“ah ya hahaha. Baiklah, hari ini kita jalan-jalan untuk bersama-sama mengenal bagaimana kota Seoul sekarang. Arra?”
“kkk arraa~~ okay, kita ke apertemenmu sekarang. Kau tahu alamatnya, kan?”
Kwon Yuri. Gadis itu adalah teman dekat Yoona selama di Jepang. Mereka bersekolah di tempat yang sama semenjak Sekolah Menengah Pertama hingga kuliah. Karena mereka berasal dari Negara yang sama-Korea-, jadi maklum saja mereka sangat dekat. Terlebih lagi mereka mempunyai hobi yang sama, yaitu berakting. Mereka juga sering tampil di acara teater sekolah bersama. Karena Yuri lebih lama berada di Jepang, kadang, jika Yoona merasa bingung dengan adat dan kebiasaan disana, Yoona akan bertanya kepada Yuri bagaimana cara menghadapinya. Yoona juga sangat sering berbagi masalah dan kebahagiannya dengan Yuri. Begitu juga sebaliknya. Bahkan, secara tidak langsung, Yuri juga yang sudah membuat Yoona dan Siwon berpacaran.

Sehabis mengantar Yuri pulang ke apartemen setelah berkeliling kota Seoul, Yoona memutuskan untuk pergi ke taman favoritnya,, mmm ralat. Tempat favorit ia dan Donghae. Entah mengapa tempat itu terlintas di pikirannya. Letak taman itu ada di pinggir kota Seoul. Tempat yang sangat sepi tetapi menurut Yoona tempat itu sangat bagus. Disana banyak sekali bunga matahari, bunga favorit Yoona. terlebih tempat itu memang menyimpan banyak sekali kenangan. Yoona memarkirkan mobilnya, setelah itu berjalan mengelilingi taman itu. tidak banyak yang berubah dari sana. Sehingga ia benar-benar bisa mengingat masa kecilnya. Kaki ramping itu lalu berjalan menuju kursi panjang favoritnya. Beruntung memang, kursi itu tidak diganti, padahal sudah bertahun-tahun. Hanya warna catnya saja yang berubah. Yoona duduk di kursi itu. meraba bagian pinggir kanan kursi tersebut. Ia tersenyum. Tulisan itu masih ada. Tulisan yang diukir oleh seorang Lee Donghae. tulisan itu adalah tulisan nama lengkap Yoona, dan dibawahnya ada gambar orang cemberut yang sangat jelek. Donghae kecil memang sangat jahil.. Di tempat ini Yoona kembali mengingat masa kecilnya. Masa sebelum ia pindah ke Jepang. Masa saat ia masih berhubungan dekat dengan Donghae. Terkadang ia tersenyum menahan tawa jika mengingat hal konyol yang pernah ia dan Donghae lakukan. Seperti memencet bel tetangga, kemudian kabur. Terkadang ia menghela nafas jika mengingat saat ia bertengkar dengan Donghae hanya karena masalah sepele.
“Yoon…………..” suara itu…… suara itu langsung memecahkan lamunan Yoona. Yoona sedikit tersentak. Ia tahu suara itu milik siapa……
“Donghae-ah” Ujar Yoona dengan suara pelan tanpa menoleh ke lawa bicaranya.
“kau ada disini”
“apakah itu tidak boleh, eoh?”
“ani.. geunyang…………”
“wae?”
“ani. Gwaencanha, Yoon” lalu Donghae duduk tepat disebelah Yoona.
“tulisan itu masih ada………”
“tentu saja. Ukiran tidak bisa dihilangkan, Yoona-ah. haha tulisanku delapan tahun yang lalu benar-benar jelek”
“hh. Lalu apakah tulisanmu sekarang bagus? Sepertinya tidak”
“babo! Tentu saja bagus”
“haha. Ah, kau mengapa bisa ada disini?”
“tentu bisa, babo. Ini tempat favorit kami dulu, kan? Itu tidak akan pernah berubah. Setiap akhir pekan aku selalu berkunjung kesini”
“kebiasaanmu tidak pernah berubah. Selalu kesini setiap akhir pekan. Apakah selama aku berada di Jepang kau tetap kemari?”
“tentu saja. Menyendiri disini itu sangat bagus. Entah kenapa aku jadi terobsesi dengan bunga matahari. Sepertinya virusmu yang menyukai bunga matahari telah menular kepadaku”
Berniat membalas kata-kata Donghae, tetapi sepertinya niat itu harus dibatalkan karena ponsel Yoona bergetar. Menandakan ada pesan masuk. Yoona membacanya lalu menghembuskan nafasnya kasar.
“ada apa, Yoon?”
“Namjachinguku mengajakku berjalan-jalan besok pagi. Padahal aku ingin tidur larut malam ini. Lalu besok bangun siang kkk”
“heh”
“gwaencanha. Aku juga sudah rindu padanya”
“babo. Padahal kemarin bertemu. Dan mungkin saja hari ini kalian bertemu lagi. Benar-benar aneh”
“ani. Hari ini aku tidak bertemu dengannya”
“kau pandai sekali berbohong, Im Yoona”
“eoh?”
“tetapi kau jangan sombong. Aku tahu kau pandai berakting. Dan itu sebabnya kau masuk jurusan acting dan film, kan? Heh. Tetap saja aku bisa melihat kebohonganmu”
“kebohongan apa?”
“baiklah. Sepertinya kau juga tidak menyadari bahwa kau berbohong”
“kau berbicara apa, Lee Donghae?”
“kau.. kau tidak mencintainya, kan?”
“…………….”
“Choi Siwon. Kau tidak mencintainya, Im Yoona. mungkin kau bisa menyembunyikan itu dari orang lain. Berbohong kepada orang lain bahwa kau sangat mencintai Choi Siwon. Tapi kau tidak bisa menyembunyikan itu dariku. Kau bodoh. Aku tahu kau berpacaran dengan Siwon hanya karena masalah sepele. Bukan karena kau mencintainya.”
“Lee Donghae……………….neo……………”
“jangan bertindak bodoh. Aku tahu kau bukan orang yang mudah menerima orang lain kedalam kehidupanmu”
“apa yang kau bicarakan???????”
“kau tahu arah pembicaraan ini, Yoona. jangan bertindak pura-pura tidak mengetahuinya. Ck”
“Hwae……………”
“aku tahu dari sinar matamu saat menatap siwon. Tidak ada pancaran cinta disana. Aku tahu bagaimana dirimu, Im Yoona. kau tidak bisa mengelak”

Minggu pagi. Yoona akan berjalan-jalan dengan Siwon seperti apa yang dikatakan Siwon melalui pesan kemarin. Tetapi entah kenapa perasaannya tidak enak mengingat apa yang Donghae katakan kemarin saat berada di taman bunga matahari itu. untung saja Yoona teringat akan sahabatnya yang baru pulang ke Korea. Kwon Yuri! Ide bagus, lalu Yoonapun mengajak Yuri. Lagipula Yuri cukup dekat dengan Siwon. Mengajak Yuri pasti akan menyembunyikan perasaan ‘aneh’ Yoona. jadilah hari ini acara jalan-jalan Yoona dan Siwon menghadirkan orang ‘ketiga’. Lalu setelah menjemput Yoona, Siwon berangkat menuju apertemen Yuri untuk menjemput gadis itu.
“Wahh Yuri-ahh!! Long time no see~” Saat Yuri membuka pintu apertemennya, Siwon langsung menyambutnya dengan cengiran khas milik namja tampan itu.
“Siwon-ahhh!!!!” mereka berdua lalu berpelukan. Yoona yang melihat sikap kedua orang itu hanya dapat terkikik.
“kau tidak memberitahuku kau akan kemari. tadi pagi saat Yoona berkata kau kemari, aku sangat terkejut haha”
“kau berlebihan Siwon-ah. kkk”
“eotteohke jinae??”
“nan gwaencanhayo. Neol eottaeyo?”
“nadoo” tetap dengan cengiran khasnya, Siwon lalu sedikit mengacak-acak rambut Yuri.
Yoona hanya diam, meskipun senyumannya tidak menghilang, tetapi dibalik senyuman itu ia sebenarnya sedikit sedih. Sedih karena perasaannya yang kacau sekarang. Jujur, ia memang tidak mencintai Siwon. Siwon adalah orang yang terpandang di sekolah mereka. Ia kaya, pintar, baik, tampan, dan karisma yang dimiliki Siwon dapat menarik hampir semua wanita yang melihatnya yang melihatnya walau hanya dalam beberapa detik. Begitupun Yuri. Terdengar berlebihan memang. Namun itulah kenyataannya. Siwon seperti magnet yang dapat menarik wanita hanya dalam sekejap. Tetapi Siwon tidak pernah benar-benar bersungguh-sungguh dalam hal percintaan. Sampai suatu hari ia mengenal Yoona dan merasakan apa arti dari cinta yang sesungguhnya. Ia mengejar-ngejar Yoona. tetapi Yoona tidak seperti wanita lainnya yang tergila-gila pada Siwon. Ia berbeda. Ia tidak menyukai namja seperti Siwon. Sampai suatu hari, Yuri mencoba menjodohkan Yoona dengan Siwon. Entah atas dasar apa. Melihat semangat Yuri menjodohkannya dengan Siwon, Yoonapun luluh dan berusaha membuka hatinya untuk Siwon. Walaupun sampai sekarang, sampai mereka dua tahun berpacaran, Yoona tidak dapat mencintai Siwon………………

——————————

TBC~

5 thoughts on “FF Yoonhae – Destiny (part 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s