FF Yoonhae – Destiny (Part 6)

Nama: Alberta DM
Twitter: @BertaDomings

Title : Destiny (part 6)
Genre: Friendship, Romantic.
Main Casts: Im Yoona, Lee Donghae
Supporting casts: Choi Siwon, Choi Sooyoung, Kwon Yuri, Jung Jessica, Yoona&Donghae’s parents
Length: Series

==============================================================================
“Yuri-ah, see you next time!”
“Yuri-ah annyeong”
“see you, Siwon oppa! Yoona annyeong! Ah Yoongie, besok aku tidak berangkat ke kampus. ada urusan mendadak kkk~~~ yeorobeun annyeooongggg~~” Yuri lalu keluar dari mobil, menutup pintunya dan melambai kepada Siwon dan Yoona. Pagi ini Yoona, Yuri, dan Siwon berjalan-jalan ke Lotte world sampai siang hari. Waktu berjalan begitu cepat jika kita menghabiskannya bersama-sama dengan sahabat. Lalu setelah mengantar Yuri pulang, Siwon lalu mengantar Yoona ke rumahnya.
“oppa, gomawo atas hari ini. Sangat menyenangkan!”
“anything for you, babe”
“kkk. Oppa annyeong! Hati-hati di jalan”
“annyeong! Tentu saja aku selalu berhati-hati, Yoon. Annyeong annyeongg”
Setelah turun dari mobil Siwon, Yoona lalu masuk ke rumahnya. Baru saja masuk, ibunya menghampirinya.
“Yoongie, nanti malam eomma harus datang ke acara reuni kuliah. Kau ikut, ya? Temani eomma jebaall”
“aigoo. Kenapa aku harus ikut? Hari ini aku berniat beristirahat. Huh”
“jebal, Yoongieee~ teman-teman eomma membawa anggota keluarganya kesana. Appa tidak bisa ikut karena appa sedang sibuk. Eomma canggung jika pergi kesana seorang diri”
“geurae geuraee…. Aku akan menemani eomma. Jam berapa, eoh?”
“kau memang yang terbaik, Yoongie! Jam 6. Gomawoyooooo”
“aigoo eomma terlihat seperti anak kecil. Okay okay cheonmaan”

05.30pm. Yoona’s home.
“YOONGIE PPALIWAAAAA.!!!!!!!” Panggil eommanya dari bawah. Kamar Yoona memang berada di lantai dua. Yoona menjawab panggilan eommanya, lalu bergegas turun kebawah. Yoona tampak memakai kemeja tanpa lengan berwarna biru muda dan rok diatas lutut bermotif abstrak dengan beberapa campuran warna dipadu dengan flat shoes berwarna soft pink.
“eomma aku lapaaarr”
“aigoo kau ini. Kenapa tidak dari tadi saja kau makan? Itu di meja makan ada roti. Cepat ambil. Kita hampir terlambat. Lagipula disana kau juga akan dihidangkan makanan, Yoon”
“tapi aku sangat sangat lapar. Eomma tunggu sebentar, ne??”
“nee. eomma tunggu di mobil!”
Ibu dan anak itu akhirnya sampai di suatu kawasan perumahan elit. Mobil mewah milik ayah Yoona itu berbelok ke kanan. Tidak jauh setelah itu mobil tersebut tampak memasuki gerbang salah satu rumah mewah disana. Setelah dirasa mendapat tempat parkir yang layak, mobil itu berhenti. eomma Yoona keluar dari dalam mobil mewah itu, lalu disusul Yoona. mereka berdua masuk kedalam rumah megah itu.
“Jung YeonHee!” seorang ahjumma yang melihat kehadiran mereka langsung memanggil eomma Yoona.
“aigoo Kim Hara! Kau masih terlihat sangat muda!” eomma Yoona lalu menyapa ahjumma itu.
“kau juga masih terlihat muda, YeonHee-ah!” lalu kedua gadis tua itu berpelukan.
“omo apakah ini putrimu, YeonHee?” ahjumma itu agak sedikit terkejut saat melihat Yoona. lalu ia melepas pelukannya.
“ye, ini putriku, Im Yoona. Yoongie, ini teman kuliah eomma, Hara ahjumma. Ayo berkenalan!”
“waahh Yoona, kau terlihat sangat mirip dengan eommamu! Kau sangat cantik. Omo omoooo”
“ahh gamsahamnida, Hara ahjumma”
“ah, mari masuk. Semuanya sudah menunggu” ajak Hara ahjumma.
“YEONHEE-AHHH!!!” tiba-tiba saja ahjumma yang lain muncul dan berteriak memanggil nama eomma Yoona. Yoona sedikit terkejut mendengar teriakan itu. lalu memalingkan wajahnya ke sumber suara. Ah! dia kenal dengan ahjumma yang satu ini. Walaupun delapan tahun tidak bertemu, wajahnya tetap sama. Hanya saja yang sekarang ahjumma itu lebih memiliki banyak keriput.
“HYANG SOOK-AHHHH!!!!!!” Dan seperti kejadian sebelumnya, gadis muda ini kembali berpelukan.
“akhirnya kita bertemu lagi, Yeon Hee-ah! aku sangat rindu padamu”
“nadooo”
“sudahlah ayo masuk. Kalian tidak mungkin disini terus, kan?” Hara ahjumma membuka pembicaraan. Mengerti situasi, eomma Yoona dan Hyang Sook ahjumma melepas pelukannya. Lalu Hyang Sook ahjummapun menyadari kehadiran Yoona disitu.
“YeonHee, apakah ini Yoona?”
“ne. kkk”
“omo omoo kau semakin cantik saja, Yoona-ya! Wah wah bagaimana bisa Kim YeonHee mempunyai anak yang seperti manekin? Kau benar-benar berubah, Yoona. aigoo betapa cantiknyaaa”. Hyang Sook ahjumma terlihat sangat kagum melihat Yoona. ibu Yoona hanya dapat terkikik melihat tingkah sahabatnya.
“ah aniyo. Kkk gamsahamnida, Hyang Sook ahjumma” ujar Yoona sembari membungkuk memberi hormat kepada Hyang Sook ahjumma.
“ah, ayo kita masuk. Teman-teman sudah menunggu. Yoona-ya, sepertinya kau tidak akan kesepian disini. Donghae juga ikut. Kau bisa dengannya jika merasa bosan bersama kami” Hyang Sook ahjumma memang adalah eomma dari Lee Donghae. lalu mereka berempat (Hara ahjumma, Eomma Yoona, Hyang Sook ahjumma, dan Yoona) masuk kedalam ruang keluarga rumah mewah itu. ruang keluarganya benar-benar besar. Yoona berpikir di ruang keluarga itu pasti sedikitnya ada 40 orang yang didominasi oleh ahjumma dan ahjussi. Sisanya adalah sanak keluarga mereka yang masih muda. Lalu Yoona mencari sosok Donghae. karena ini adalah reuni ibunya, Yoona sempat berpikir ini pasti akan membosankan karena pasti yang datang kebanyakan adalah teman-teman dari Ibu Yoona yang bisa dibilang umurnya tidak muda lagi. Tetapi kebetulan sekali Hyang Sook ahjumma membawa Donghae kemari. ya, Hyang Sook ahjumma adalah teman sekampus ibu Yoona dulu. Bahkan mereka satu jurusan dan satu kelas. Yoona terlihat celingak-celinguk mencari Donghae. tetapi sepertinya tidak ada Donghae disana. Sedangkan ketiga gadis tua tadi sudah menghambur dengan teman-teman lamanya, meninggalkan Yoona begitu saja. Yah, mungkin karena rasa rindu yang terlampau dalam, bahkan Ibu Yoona melupakan anaknya ini. Tak beberapa lama, Yoona merasa ada sesuatu yang menepuk bahunya beberapa kali. Lalu ia menoleh kebelakang. Ahh itu adalah orang yang ia cari…………
“annyeong!” sapa Donghae-orang itu-
“Donghae annyeong~”
“aku merasa tidak nyaman disini. Ayo ke depan. Disana ada tempat duduk”
“ne” Yoona mengangguk, lalu mereka berdua berjalan ke taman yang berada didepan rumah tersebut.
“Donghae, aku tidak menyangka kau mau diajak kesini. Biasanya kau tidak suka dengan urusan orang dewasa”
“Eommaku memaksa aku kemari. sangat menyebalkan. Ia bilang ia ingin ditemani disini. Tidak tahunya malah aku yang tidak mempunyai teman. Untung saja kau kemari kkk”
“aku juga dipaksa. Gadis-gadis tua memang sangat aneh”
“apa kau bilang? Gadis-gadis tua??? Babo! Kata-kata itu akan membuat mereka sakit hati!”
“biarkan saja. Mereka tidak akan mendengarkannya kkk”
“tapi tidak baik membicarakan mereka, babo”
“namaku bukan babo!!!!!”
“babo babo baboooo!!!!!! Hahahahahaaa” Donghae terpingkal melihat ekspresi Yoona yang sedang marah sembari mem-pout-kan bibirnya.
“………………….” Yoona hanya diam mendengar suara tawa Donghae. ia sedikit sebal karena lelaki itu tidak pernah bisa mengubah kebiasaannya mengatakan Yoona orang yang bodoh.
“hah hah mianhae mianhae. okay aku akan berhenti mengataimu orang bodoh, Yoon. Mianhaeee” lalu Donghae menunjukkan wajah imutnya sembari membentuk jarinya menjadi V-sign.
“shireo!”
“aku tahu kau tidak marah, Yoona-ah!” Yoona mendengus. Lalu Donghae yang tidak tahan melihat ekspresi Yoonapun mencubit pipinya dan mengacak-acak rambutnya. Yoona terlihat sedikit shock dengan perlakuan Donghae. entah kenapa ia mendadak terdiam, menunjukkan ekspresi datar-nya.
“Yoona kau kenapa?” Donghae bingung melihat ekspresi Yoona yang mendadak datar. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. bermaksud menyadarkan Yoona.
“Yoon…….. are you okay?” Donghae semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Yoona sendiri tampak menyadarinya. Ia nyaris terjungkal ke belakang saat menyadari wajah Donghae begitu dekat dengannya. Ia berteriak dan langsung mendorong bahu Donghae. karena kurang keseimbangan, Donghae lalu terjatuh.
“Yaaaa mengapa kau mendorongku?? Aisshh jinjjaaaaa”
“neo… neo………. Apa yang kau lalukan, huh??????”
“aku yang harusnya bertanya apa yang kau lakukan, babo! Kau tiba-tiba diam saja seperti itu. membuatku takut saja.”
“ani ani. Mianhae tadi aku tidak sengaja mendorongmu. Aku terkejut”
“jangan suka melamun kubilang. Itu tidak baik”
“arraseo.”
“good then.”
“Donghae-ah, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?” entah mengapa tiba-tiba saja Yoona teringat Siwon..
“tentang Siwon?”
“b-b-bagaimana kau bisa tahu?”
“aku bisa membaca pikiranmu haha”
“…………………………….”
“kau gadis pintar. Kau pasti tahu apa yang terjadi diantara kami walaupun hanya melihat ekspresi kami saat bertemu.”
“Hae……..”
“huh. Sudahlah aku tidak ingin mengungkit-ungkit dia lagi. Yoona, apakah kau lapar? Didalam banyak makanan. Ayo kita kesana.”
“jangan mengalihkan pembicaraan, Donghae”
“aku malas membicarakannya. Kalau kau tidak mau kedalam aku akan kedalam sendiri. Aku merasa lapar”
“arraseo. Kajja kita kedalam…………….”

Yoona dan Donghae berjalan menuju mobil Donghae sekarang. Eomma Yoona dan Donghae memutuskan untuk mengizinkan anak mereka pulang duluan karena mungkin mereka akan lebih lama lagi disana. Sedangkan eomma Donghae berencana akan pulang dengan eomma Yoona nanti.
“Huh, eomma menyebalkan. Tadi ia menyuruhku datang kemari, lalu sekarang aku diusir?”
“kau tidak mau pulang, Yoona-ah?”
“anii. Tidak begitu maksudku”
“kalau begitu ayo cepat masuk. Aku akan mati kebosanan jika berada disini terus”
“ye. Arraseo”
Tak beberapa lama, mereka berdua sudah masuk ke mobil tersebut.
“sudah siap?”
“aiishh ini kenapa tidak bisa ditarik, hae?” Yoona tampak kesusahan menarik sabuk pengaman. Mungkin itu sedikit macet.
“jinjja? Coba tarik lagi”
“uhh tetap tidak bisa. Kenapa ini tidak berfungsi?”
“eo. Sini aku coba.”
Donghae lalu bergerak, mencondongkan badannya ke tempat duduk Yoona,membantunya menarik sabuk pengaman itu. ia juga terlihat kesulitan. Tetapi usaha Donghae membuahkan hasil ternyata. Ia berhasil menarik sabuk pengaman itu………
“I c……………………..~~~~”
Donghae tidak melanjutkan kata-katanya lagi. Ia menyadari sesuatu. Posisi Donghae yang terlalu condong ke Yoona, menyebabkan ia sangat berdekatan dengan gadis itu. bahkan tidak hanya tubuhnya,, wajahnya juga sangat berdekatan dengan Yoona. hidung mereka bahkan sempat bersentuhan. Entah dirasuki apa, mereka berdua hanya terdiam di posisi tadi. Tidak ada satupun yang merubah posisi, hingga sepersekian detik kemudian suara getar ponsel Donghae terdengar menyebabkan Donghae sadar. Ia bergegas memperbaiki posisinya, lalu membuka ponselnya. Sedangkan Yoona yang menyadari sesuatu hanya dapat menunjukkan ekspresi datarnya. sambil memakai sabuk pengaman, diam-diam ia melirik Donghae.
“eomma bilang aku harus hati-hati dijalan. Huh. Memangnya aku anak kecil. Haha” Donghae berbicara setelah membaca pesan tadi.
“itu artinya ia sayang padamu, Hae-ah” kata Yoona sambil tersenyum simpul
“huh. Kau sudah siap?”
“eung ye. Kajja, Hae-ah”

Pagi yang indah…. Hari ini sebenarnya Yoona masuk jam 9 pagi. Tapi entah kenapa ia sudah datang jam setengah 8. Yoona memutuskan berjalan-jalan sebentar di sekitar kampusnya. saat melewati taman sebelah kampus, ia melihat gadis yang sudah tak asing lagi di matanya sedang duduk di salah satu bangku dan memainkan ponselnya. Jessica Jung. Kebetulan sekali karena Yoona juga ingin menanyakan suatu hal pada gadis itu.
“Jessica-ssi!”
“Yoona-ssi annyeong”
“kebetulan sekali bertemu denganmu disini”
“ne”
“bolehkah aku bertanya sesuatu?”
“bertanya apa?”
“kau………………. Kau pasti tahu sesuatu yang terjadi diantara Siwon dan Donghae, kan?”
“…………………………………..”
“kau harus menjelaskannya, Jessica-ssi. Jangan menutupinya dariku. Jebal…”
Merasa tidak bisa mengelak, Jessica menceritakan semuanya. Mulai dari persahabatan Siwon dan Donghae yang mengakibatkan pertengkaran. Dulu saat Sekolah Menengah Pertama, saat Siwon masih berada di Korea, ia berteman dekat dengan Donghae. Donghae sendiri meskipun ia adalah orang yang supel, ia sebenarnya tidak mudah mempercayai orang. Begitu Yoona pindah ke Jepang, ia tidak mempunyai teman curhat, tetapi dengan kedatangan Siwon, ia menemukan teman curhat pengganti Yoona. sayang, Siwon tidak bisa menjaga mulutnya. Setelah Donghae menceritakan beberapa rahasianya kepada Siwon, Siwon sendiri malah membongkar rahasia Donghae kepada orang lain. Donghae yang memang pada dasarnya sulit mempercayai orang malah semakin menutup dirinya. Karena ia sudah tidak bisa mempercayai orang di sekitarnya, akhirnya ia menutup dirinya, merubah ia menjadi orang yang dingin agar tidak ada seorangpun yang mendekatinya………………………………………..

TBC~

4 thoughts on “FF Yoonhae – Destiny (Part 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s